LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
JASON, UGH!


__ADS_3

√ LANJUTAN PERMAINAN MAHJONG


“Ayolah Ling-ling, kau kan tahu aku sudah berpisah lama dengan suamiku, dia masih tinggal di Kanada. Sangat sulit bagi pria Setia saat jauh dari istrinya. Terlebih lagi sekretaris suamiku semuanya muda dan cantik. Aku hanya dimandikan uang, tapi rancangan ku terasa dingin” Keluh sosialita A.


“Bukannya aku menolak permintaanku, saat ini mencari kandidat yang berkwalitas sangat sulit. Kadang mereka melayani tamu lain untuk mendapat uang tambahan. Dari majikan yang memeliharanya” Mei Ling menyangga dahunya dengan kedua tangannya.


“Begitu ya, kalau dapat yang salah nanti bisamenimbulkan banyak masalah. Belum lagi penularan penyakit berbahaya. Hiiii merinding aku” sosialita B bergidik membayangkan.


“Kalau ada barang baru, aku akan kirim ke akun kalian masing-masing. Sudah, sudah ayo kita lanjutkan lagi bermain mahjongnya. Aku masih ada sisa uang dari belanja” Mei Ling mengacak dadu-dadu mahjong dengan luwesnya.


***ADEGAN MEI CHUAN***


Mendadak mobil yang dikendarai oleh keduanya mogok. Kondisi jalanan mulai sepi karena sudah mulai larut malah.


“Kenapa berhenti? “ tanya Mei Chuan penasaran tiba-tiba kendaraannya berhenti.


“Tidak tahu nyonya, saya akan membuka kap depa mobil” Jason keluar lalu memeriksa mesinnya dengan alat penerangan dari ponselnya.


Karena terlalu lama menunggu didalam mobil, akhirnya Mei Chuan turun dari mobil. Berdiri tepat disamping Jason yang sibuk memeriksa mesin mobilnya.


“Kenapa lama sekali?” Mei Chuan gusar karena dia membayangkan keadaan putrinya.


“Air aki-nya habis nyonya, saya akan mencari minimarket terdekat lewat GPS diponsel” Jason membuka aplikasi lalu mengambil dompetnya yang tergeletak di jog sebelah kemudi.


Setelah pamit ijin mencari minimarket, Jason mempersilahkan Mei Chuan masuk kedalam mobil demi keamanan. Karena mobilnya mogok tengah-tengah hutan buatan. Jason berjanji akan kembali secepatnya setelah memperoleh air aki.


Gemuruh suara mendung disertai angin, daun kering berserakan tersapu angin. Angin yang kering berubah menjadi dingin menusuk tulang. Turunlah gerimis lalu menjadi hujat yang lebat. Jalanan yang tenang tiba-tiba sudah basah oleh hujaman air dari langit. Terdengar suara petir berkali-kali menyambar dilagit menambah komplitnya suasan mencekam dalam mobil itu. Mei Chuan membuka ponselnya, namun batrenya habis. Dia mulai ketakutan & membayangkan saat ini Mark sedang memhabiskan waktu dengan pacarnya. Dia keinginan & ketakutan dalam mobil. Rasanya ini seperti mimpi buruk, terjebak hujan sendirian. Bagaimana nasib Putri cantiknya yang kono kabarnya terluka. Bagaimanapun juga Mei Chuan seorang ibu, nalurnya pasti terpanggil ketika anaknya membutuhkan keberadaannya.


Mark sialan, setelah memperoleh kemudahan dari bantuan keluarga. Sekarang dia dengan bebas menindasku. Bahkan kejayaan yang dia peroleh hingga detik ini tidak luput dari dukunganku. Seenaknya saja mengkhianatiku dengan wanita yang lebih muda. Aku pikir dengan membuatnya kaya & menyingkirkan Vivian akan menjamin segalanya, ternyata tidak. Menyebalkan.


Dengan kesal Mei Chuan melempar ponselnya, hingga terpelanting di kolong kemudi. Tepat dibawah pijakan gas mobil. Dia menitikan airmatanya untuk pertamakalinya seorang perebut suami orang itu mengakui kekalahannya. Suara hujan yang deras itu seirama dengan isakan tangisnya yang menderu deram.


Tok, tok suara ketukan dari kaca mobil itu menyadarkan kegiatan ratapan istri yang diabaikan suami, hasil dari rebutan hahahaha.


-Disarankan memutarkan musik, judul Hati Yang Kau Sakiti By Rosa :


Jangan pernah katakan bahwa


Cintamu hanyalah untukku


Karena kini kau telah membaginya


Maafkan jika memang kini


Harus kutinggalkan dirimu

__ADS_1


Tak ada lagi yang bisa ‘ku


Lakukan tanpamu


‘Ku hanya bisa mengatakan


Apa yang kurasa


‘Ku menangis membayangkan


Betapa kejamnya dirimu atas diriku


Kau duakan cinta ini


Kau pergi bersamany


‘Ku menangis melepaskan


Kepergian dirimu dari sisi hidupku


Harus selalu kau tahu


Akulah hati yang telah kau sakiti


Maafkan jika memang kini


Harus kutinggalkan dirimu


Tak ada lagi yang bisa ‘ku


Lakukan tanpamu


‘Ku hanya bisa mengatakan


Apa yang kurasa


‘Ku menangis membayangkan


Betapa kejamnya dirimu atas diriku


Kau duakan cinta ini


Kau pergi bersamanya


Udah bisa liriknya bukan?? Lagu yang lagu trending di Indonesia ini. Yuk, balik lagi ke jalan ceritanya lagi.

__ADS_1


“Nyonya tolong buka pintunya” pinta Jason yang mengetuk kaca pintu mobil.


Klik...pintu mobil itu sudah bisa dibuka dari luar. Jason yang kebasahan kuyub itu terlihat lebih seksi. Tubuhnya yang atletis menonjok tercetak karena kemejanya basah. Rambutnya yang acak-acakan menambah aura macho. Dia membuka kap mobil depan, lalu dengan segera mengirim air aki-nya. Setelah mencoba menyalakan mesin, mobil itu menyala.


“Berrr, dingin sekali” gigil Jason saat duduk dikemudi mobil.


“Nyalakan saja penghangat mobilnya, kau tampak kedinginan” seru Mei Chuan yang melihat Jason kepayahan.


“Oh iya nyonya,” menekan tombol penghangat suhu mobil.


Srek, kaki Jason menyerak benda dibawahnya. Jason menyadari ada yang asing dibawahnya. Mei Chuan mengambil ponsel yang berada dibawah kaki Jason. Diantara kedua kaki Jason, mata Mei Chuan melotot.


Astaga, apa yang aku lihat ini. Dasar mata nakal, kayak gak pernah lihat lelaki saja. Sadar Mei Chuan kau sudah bersumai dan beranak dua. Mei Chuan menyadarkan pandangannya.


“Nyonya seharusnya bilang saja kalau itu ponselmu ada dibawah. Dengan begitu aku bisa mengambilkannya untukmu” Jason merasa canggung dengan perilaku aneh teman majikannya.


“Tidak apa-apa, tadi aku melemparnya karena kesal” Mei Chuan malu salah tingkah.


“Tadi aku membelikan minuman panas, silahkan minum untuk menghangatkan tubuh, “ menyerahkan kopi panas kalengan.


“Terimakasih Jason,” Mei Chuan menerima kopi panas dari Jason.


Mereka meminum kopi itu bersama-sama. Mesin mobil masih menyala, karena hujan terlalu lebat Jason enggan melajukan mobilnya. Karena kondisi jalan masih tertutup kabut padat. Bisa membahayakan jika menerobos hujan.


“Jason, bolehkah aku bertanya? “ Mei Chuan memberanikan diri.


“Silahkan nyonya, selama saya tidak keberatan” Jason menjawabnya dengan enteng.


“Apakah kau sudah menikah, apa sudah memiliki kekasih. Ma’af jika aku kelewatan sebelumnya.”


“Oh itu, saat ini aku tidak tertarik menjalin hubungan dengan wanita. Standar hubungan mereka tinggi, sedangkan aku hanya seorang pengawal pribadi. Gajiku hanya cukup untuk biaya hidupku & orang tuaku.” Perlahan Jason melajukan mobilnya. Karena hujan mulai reda dan air jalanan sudah mulai surut.


“Bukankah Mei Ling menggajimu cukup tinggi?” Mei Chuan Makin penasaran saja.


“Hehehe iya nyonya,” Jason senyum getir.


Jason membawa mobil itu masuk dikediaman Zhan yang megah. Tidak salah kalau taipan dari negeri bambu ini memiliki aset yang luar biasa.


“Jason, kau ikutlah turun ganti bajumu, “ bujuk Mei Chuan.


“Tidak nyonya, aku masih bisa ha-hatchuh” Jason bersin.


“Masuklah, jangan membantah. Aku akan mengirim sopirku untuk menjemput Ling-ling.”


Jason menuruti perintah Mei Chuan, karena tubuhnya basah kuyup. Pelayan segera menyambut datang nyonya besar mereka. Jason dipersilahkan masuk kekamar tamu, untuk mengganti bajunya yang basah.

__ADS_1


__ADS_2