LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
SPOILER NOVEL LEPASKAN AKU BOS


__ADS_3

***


Pagi ini Hansen membawa bayi Marco menyusul Diandra yang masih tidur pulas.


"Oemma bangun, appa sudah memandikanku." Hansen menggerakkan tangan bayi diwajah Diandra.


"Embb sebentar lagi ya." Diandra menggeliatkan tubuhnya malas.


"Oemma ayo bangun kita beli gaun pengantin." Hansen menjahili Diandra lagi. 🙈🙈🙈


"Baiklah aku mau bangun jika Appa mu yang memandikanmu hoam. " Diandra tidur kembali.


"Katanya mau punya 5 anak, baru latihan punya 1bayi saja sudah malas. Dasar bayi besar ingin dimandikan juga ya. Benar-benar aku harus mengurus semuanya kedepan hemmb." Hansen mengembalikan bayi Marco kepada Namira.


Diandra bergegas mandi saat Hansen keluar kamar agar tidak diomeli lagi. Hari ini Diandra sengaja berdandan cantik & mengenakan dres pendek tanpa lengan warna merah.


"Kau cantik sekali ada syuting iklan apa?" Hansen.


"Aku bersiap tadi sepertinya ada yang bilang beli gaun pengantin bukan ya? " 🤔


"Sayang kau terlalu mencolok dengan gaun tanpa lengan. Pakai kardigan untuk menutupi kulitmu yang mulus itu. Bisa terbakar karena cemburu aku kalau lelaki melihatnya."


"Sayang, ini masih sopan daripada yang dipakai wanita lain. Lagipula baju ini berada diruang ganti kan? 😤

__ADS_1


"Sadarlah sayang kalau kau cantik, jangan buat aku menghamilimu sebelum pernikahan."😠😈


"Ba baik sayang aku paham, segera aku ganti baju saja hhhe."😁😆


°°°


Marco menggendong bayinya & Namira membawa tas bayi hendak pulang pagi ini.


"Mas, kami pulang dulu ya. Terimakasih sudah mengijinkan kami menginap." Marco.


"Iya, hati-hati dijalan ya. Nikmati hari liburmu bersama anak & perawatmu."


"Terimakasih mas, kami pamit pulang dulu. Salam buat calon kakak ipar ya."


Hansen mengantar Marco sampai kedepan teras rumahnya. Dari belakang Diandra memeluk tubuhnya dengan manja.


"Hari ini akan repot kalau membawa bayi pergi ke butik."


"Kapan bayinya kesini lagi? "


"Diandra sayang, sudah cukup ya belajar merawat bayi-bayiannya. Bukankah kau ini bayi besar yang harus aku rawat. Jangan gaya-gayaan merawat bayi dulu ya. Kita main bayi-bayian dulu sebelum punya bayi beneran oke." Hansen memutar tubuhnya menghadap Diandra.


"Ayo kita berangkat sekarang."

__ADS_1


"Kau mau coba naik mobil SUV yang dulu aku pesan tidak?"


"Ha... benarkah? Ayo kita coba sayang." Diandra menarik tangan Hansen menuju garasi mobil.


°°°


"Wah Bagus sekali seperti mobil keluaran terbatas, bahkan mobil artis ternama tidak sebagus ini sayang." Diandra mengagumi interior mobil.


"Calon suamimu ini pengusaha nyata sayang bukan palsu. Lagipula kendaraan untuk istri & anakku harus yang terbaik. Cup. " Hansen mencium kening Diandra.


"Sayang maaf selama ini kau pasti sudah banyak mengeluarkan uang untukku ." 😔


"Daripada aku memiliki banyak perempuan, menghabiskan uang hanya untuk kesenangan sesaat. Lebih baik memiliki satu wanita yang sudah memiliki segalanya. Hanya lelaki bodoh memelihara perempuan banyak, dia tidak dapat ketentraman hidup bahkan hancur karena ulahnya yang gegabah."🤬


"Jadi seperti ini ya pemikiran seorang CEO Wijaya Grup."


Mobil melaju menyusuri jalan kota Surabaya yang ramai lancar saat hari libur.


°°°


Hari ini Javier membuka perban yang membalut wajahnya. Dokter mengatakan ini hasil serangkaian operasi plastik. Javier mengubah wajahnya menyerupai Hansen.


"Tuan muda silahkan lihat wajah anda dicermin sudah miril seperti contoh yang anda inginkan." Dokter.

__ADS_1


"Sempurna." 🤠


Javier sudah pulih dari lukanya, bahkan kembali kesedia kala. Seolah-olah dia tidak pernah mengalami kecelakaan berat. Serangkaian program sudah menunggunya kembali. Kesibukan dunia hiburan sudah menantinya kembali beraktifitas. Acara-acara sudah banyak ia hadiri termasuk produk iklan & peluncuran produk terbaru. Karir Javier di Korea sudah mulai bersinar setelah masa hiatusnya.


__ADS_2