
√ LANJUTAN,
“Demian, ibu mohon hentikan!” Mei Chuan menjerit.
Demian akhirnya mengakhiri tinju gaya bebasnya di dalam lift. Jason yang bersimbah darah dihajar brutal oleh putra majikan sekaligus selingkuhannya.
“Tolong rahasiakan ini dari siapapun, termasuk ayahmu. Ibu akan memberikan kompensasi untukmu asal kau tutup mulut.” Demian hanya terdiam dengan nafas yang tersengal-sengal.
“Uhuk-uhuk,” Jason memegangi pipinya yang memar.
“Baik, aku lepaskan kalian berdua. Tapi ingat ini belum berakhir.” Demian merapikan pakiannya dan masuk lift.
“Jason, ayo aku antar kau ke rumah sakit.” Tergopoh-gopoh.
Ceklek, ceklek seseorang berhasil mendapatkan foto kejadian baru saja. Video rekaman Mei Chuan membawa Jason ke rumah sakit juga sudah di dapat.
*
*
*
Hari pengumuman sudah tiba, nama Mark Zhan keluar sebagai pemenang. Kedepan dia akan menjabat sebagai Menteri Pertahanan Negara. Dia tidak memiliki latar belakang militer tapi kenapa bisa? Bisa lah, semua bisa diatur oleh kaum elite politik. Dia menjadi sangat luar biasa dan berkuasa mengenai bisnis gelap yang ia jalankan.
*
*
*
Kehamilan Irene sudah masuk delapan bulan, bererti sebentar lagi dia harus melahirkan. Demian sudah tidak pernah datang ke Apatermen. Bertanya pada Megumi juga percuma, karena dia juga sudah kembali ke Jepang. Setelah cukup bersabar dengan kedinginan hati Eric, Megumi memutuskan kembali ke Jepang. Disaat pilu seperti ini dia harus nekat menemui Demian. Ditemani Zivara yang sedang mengandung besar juga. Usia kandungannya juga sudah masuk enam bulan. Tapi baiknya, Jason masih ingat pulang ke apartemen yang mereka tinggali.
“Kau yakin mau datang kesini?” Zivara meyakinkan niat Irene untuk datang ke kediaman Zhan.
“Aku harus perjuangkan nasib bayi ini,” mengusap perutnya yang besar.
Sebuah pintu gerbang yang besar berdiri dengan kokoh. Penjagaan yang di lewati benar-benar ketat. Beberapa kali merek mencoba masuk tapi diusir.
Tin, tin klakson mobil yang terhadang keributan yang di sebabkan oleh Irene.
“Minggir, aku mau lewat!” seorang pengemudi mobil berteriak.
__ADS_1
Irene masih bersikeras untuk masuk, kesabaran pengemudi mobil itu habis. Dia turun dari mobil lalu melerai perselisihan ini.
“Irene, apa yang sedang kau lakukan di rumahku?”
“Dokter Eric,” Zivara dan Irene terkaget.
“Kalian lebih baik masuk ke mobilku, jelaskan pelan-pelan maksud tujuan kalian datang kesini.”
Dengan bantuan Eric jugalah, kedua wanita yang tengah mengandung itu masuk. Ternyata sedang ada pesta, dari banyaknya tamu yang datang. Dan suara dentuman musik yang tengah di mainkan.
“Sepertinya kamu salah waktu datang berkunjung ke sini.” Irene meremas roknya.
“Tidak, kalian sudah tepat untuk kesini. Ayo masuk dulu, kau akan aku pertemukan dengan Demian dengan rahasia.” Eric turun dari mobilnya.
Kedua gadis itu menuruti perintah Eric. Tidak ada orang yang peduli dengan keberadaan mereka lagi, semuanya tengah sibuk dengan urusan masing-masing. Akhirnya Eric membawa Zivara dan Irene masuk ke kamarnya. Keduanya di suruh tinggal di dalam kamar, jangan keluar tanpa ijin darinya. Sementara itu Eric mencari Demian yang sedang membaur dengan tamu pesta.
“Siapa, siapa kalian?!” Lilian ternyata melihat Eric memasukkan kedua wanita hamil kedalam kamar.
“Haaaakkk, kami adalah...” Zivara ketakutan setengah mati melihat Lilian membawa pistol.
“Nona, letakkan dulu senjata anda. Kita bicara baik-baik, “ Irene bernegosiasi.
Dorrrr, peluru menembus ranjang yang sedianya bekas duduk mereka. Sementara itu dari dalam kamar Eric terjadi adegan koboi tunggal. Eric akhirnya berhasil menemukan Demian.
“Apa?” Demian terkejut kalau Irene bisa nekat datang kerumah.
Eric berhasil membujuk Demian untuk menemui Irene. Bagaimanapun juga dirinya pernah menyukai Irene. Dan kehamilan ini adalah kesalahan Lilian sebenarnya. Yang hendak menjebak Eric, tapi Jason salah sasaran.
“Zivara, sebaiknya kau keluar mencari bantuan. Wanita ini sepertinya menggila. Cepat!” Irene mendorong Lilian hingga tersungkur.
Pistolnya berhasil terlempar di bawah nakas. Dengan bergegas Zivara keluar kamar mencari bantuan, sedangkan Irene mengunci tubuh Lilian aja judo.
“Haiii, kenapa kau keluar kamar. Bukannya aku menyuruhmu untuk tinggal dikamarku?” Zivara menabrak Eric saat berlari ketakutan.
“Ada wanita membawa pistol, aku keluar mencari bantuan. Irene ada dengan wanita itu di kamar.” Ucap Zivara dengan tubuh dingin bergemetar.
Demian yang khawatir itupun lari ke kamar Eric berada.
“Astaga Lilian, apa yang kau lakukan. Irene lepaskan Lilian.” Demian melerai kedua wanita itu.
Eric mengambil pistol itu berada, Irene yang menujukkan dimana letak pistol itu berada. Benar, itu adalah pistol sungguhan miliknya. Ternyata Lilian menemukan benda rahasia miliknya saat menempati kamarnya.
__ADS_1
“Dasar wanita penghibur, beraninya kau menggoda kak Eric!” Teriak Lilian yang masih di pegangi Demian.
“Dia adalah kekasih lama Demian, namanya Irene.” Eric memperkenalkan Irene kepada Lilian yanh terbakar cemburu.
“Jadi dia hamil karena kak Demian?” Menunjuk perut buncit Irene.
“Iya, aku yang menyebabkan gadis itu hamil.” Menunduk malu dan mengakui kesalahannya.
“Tapi kenapa dia disini. Dan siapa lagi wanita satunya ini?” Tunjuk Zivara.
“Dia datang kemari menemani Irene, dia hamil oleh kekasihnya. Dia juga keryawan di rumah sakitku bekerja.” Jelas Eric agar Lilian tenang.
Dengan berhati-hati Eric mencoba melerai benang kusut. Lilian yang sudah terlanjur malu dan tersulut api cemburu keluar kamar Eric. Setelah kondisi Irene stabil, barulah Demian meminta Eric dan Zivara keluar juga. Eric mengajak Irene ke ruang kerja milik ayahnya. Karena saat pesta Mark akan sibuk menjamu para tamunya.
“Bibi Mei, sedang apa kau disini mematikan lampu.” Eric menyalakan lampu ruang kerja Mark yanh padam.
Ternyata Mei Chuan tengah memadu kasih dengan Jason. Keduanya tertangkap basah lagi oleh orang saat berselingkuh. Kali ini mereka dengan tergesa-gesa merapikan pakaian mereka.
“Jason, ini tidak mungkin kau bukan?” Zivara mendapati kekasihnya berselingkuh.
“Zivara, sedang apa kau disini dan bersama tuam muda Eric?” Jason mendekati kekasihnya yang hamil.
“Aku mengantar Irene menemui kekasihnya. Dan dokter Eric membantu kami masuk kesini.” Zivara mendapati bekas lisptik yang menempael di bibir kekasihnya.
“Aku akan jelaskan ini setelah pulang.” Jason menenangkan Zivara.
“Tidak perlu, gadis bodoh ini harus tahu. Kalau kau adalah kekasih kecilku. Dan kau Eric, tutup mulut lah seperti biasanya. Jika kau tidak ingin nasibmu seperti ibumu.” Ancam Mei Chuan.
“Nyonya apakah tidak bisa mencari pacar lain. Kau punya uang banyak kenapa kau menggoda kekasihku?” Tak rela Jason direbut majikan kerjanya.
“Zivara tenanglah, kita bahas ini dirumah. Kau pulanglah, aku akan panggilkan taksi untukmu.” Jason mendorong keluar kekasihnya dari ruang kerja Mark.
Ketika hendak membuka pintu, ada Mark yang berada di depan pintu. Betapa terkejutnya Mei Chuan dengan sosok suaminya. Dia ketakutan seolah melihat malaikat maut datang. Yah, Mark sudah mendengar semuanya dari balik daun pintu.
“Jadi ini perbuatanmu di belakangku!” Melayangkan tamparan keras.
Baik Jason dan Mei Chuan diseret ke penjara bawah tanah. Mereka di kurung terpisah, sedangkan Jason dihajar lagi. Mungkin mati, karena lima orang yang menghajarnya. Suara jeritan dan baku hantam terdengar jelas dari sel penjara yang dihuni Mei Chuan.
Eric yang membisu, tak memberikan banyak komentar. Dia membawa pergi Zivara keluar ruang kerja Mark. Tempat kerjanya menjadi sarang Cinta terselubung istrinya. Mark marah dan mengamuk di khianati Mei Chuan. Dan yang lebih memalukan lagi, Eric yang memergokinya. Tak sampai hal itu, Mark mengambil pistol dalam brangkasnya. Dia ingin mengobati sakit hatinya.
“Jangan, jangan lakukan ini padaku suamiku. Aku akui salah, tapi ijinkan aku hidup.” Memohon belas kasihan.
__ADS_1
“Kau adalah wanita penggoda suami orang, yang menusuk sahabatnya sendiri. Setelah aku memperistri dirimu dan memberikan limpahan harta. Tapi kau membalasnya dengan hasil perselingkuhan ini!”
Mei Chuan bersujud di kaki Mark, yang tengah menodongkan pistol di kepalanya. Mei Chuan sudah pasrah, ketika pelatuk hendak ditarik. Pengawal yang sedianya menghajar massal Jason datang. Diberitahukan kalau Jason berhasil kabur. Pengawal yang sudah tumbang di dengan ketrampilan bela diri Jason. Mei Chuan bernafarls lega karena Jason berhasil lolos. Mark menyuruh anak buahnya menggeledah dan melacak CCTV.