
"Ah aku harus segera menemui Tracy Zhan, dialah satu-satunya jalanku mendekati Eric Zhan."
Semua tamu sedang sibuk berbincang dengan relasi bisnisnya. Martin yang sedang berbincang dengan Tracy melihat keberadaan Evelyn.
"Evelyn? "
"Hai Martin apakabar."
"Aku baik, kemarilah aku perkenalkan calon rekanan bisnisku. Nona Tracy Zhan ini sahabatku Evelyn dia seorang desainer fashion."
"Hai senang berkenalan dengan anda Nona Tracy Zhan."
"Iya sama-sama Nona Evelyn. Sudah berapa lama anda berkarir dalam dunia fashion?"
"Sudah 4 tahun dulu aku belajar di Paris."
"Apakah kau sudah pernah ikut festival musiman & tahunan? "
"Hanya beberapa kali saja karena kualifikasi sangat ketat & biaya keikutsertaan sangat mahal. Juga persaingan bahan baku langka untuk kelas atas & selebritis. Aku bisa menunjukkan contoh desainku."
"Oh ya benarkan, seorang desainer sudah 5 tahun berkarir pasti memiliki merk desainnya sendiri. Apakah anda ada butik resmi? "
"Aku...aku baru membukanya di Jakarta saja. Saat ini aku sedang mencari kolega bisnis membuka butik di Surabaya & Bali."
__ADS_1
"Kau mau membuka butikmu dimana?"
"Aku ingin membukanya di Mall, kalau untuk di Bali aku akan menyewa ruko yang jam bukanya lebih lama. Karena disana banyak turis asing."
"Baiklah Nona Evelyn senang berjumpa denganmu. Aku harus pergi menyapa tamu lainnya. Nikmatilah suguhan & pestanya."
"Evelyn, aku tidak menyangka kau pulang Indonesia juga. Disini ada Hansen bersama kekasih barunya. Apa kau sudah melihatnya?"
"Martin, soal pertemuanku denganmu jangan beritahu Hansen. Karena dulu aku yang pergi & salah paham diantara kami."
"Apa kau tidak tahu dia sudah menjadi CEO."
"Apa CEO? "
"Ternyata aku banyak melewatkan momen penting ya selama ini. Tapi Martin apakah kau masih berhubungan dekat dengan Hansen? "
"Tentu saja, aku dan dia adalah teman kuliah saat di US. Saat ini aku juga ikut investasi di Mall miliknya. Kalau kau mau aku bisa merekomendasikan butikmu dibuka disana."
"Ah tidak usah, aku mau terima investasi dari Eric Zhan. Jika orangtuaku tahu aku bekerjasama dengan Hansen mereka akan malu."
"Maksutmu?"
"Dulu orang tuaku menolak hubungan kami karena Hansen masih sebagai karyawan biasa. Ternyata dia sedang meniti karir. Dan memang aku memakai gajinya untuk berfoya-foya. Aku memanfaatkan cintanya karena keserakahanku. Setelah aku tahu ternyata dia anak kandung pemilik WIJAYA GRUP pandangan orang tuaku mulai berubah. Oleh karena itu mereka membujukku pulang ke Indonesia."
__ADS_1
"Oh jadi begitu ya, apa selama kalian pacaran dengannya tidak pernah sedikitpun mencintainya?"
"Awalnya aku mencintainya, lama-lama aku rakus & mulai serakah ingin segalanya. Aku tidak puas memiliki cintanya saja. Harta & kepopuleran membuatku pergi darinya."
Evelyn mengambil gelas berisi anggur yang dibawa pelayan. Dia menenggak habis tanpa sisa.
"Evelyn sudah hentikan kau bisa mabuk, kau datang dengan siapa?"
"Aku tadi bersama Michael pacarku, tapi dia pergi ntah kemana."
"Baiklah berikan ponselmu, akan aku hubungi dia. Tidak usah, lagipulan aku sudah memergokinya berciuman dengan wanita jalan lain hahahah."
"Evelyn betapa malangnya hidupmu, ayo aku antar kau ke hotel. Kau ini sebagai perempuan ceroboh sekali."
Martin membawa Evelyn keluar ballroom pesta.
"Kau pakailah kamarku ini, besok kau pulanglah agar orang tuamu tidak kawatir. Malam ini kau mabuk bisa beresiko bagiku bila mengantarmu pulang. Karena aku sudah bertunangan."
"Hemmb terimakasih Martin. Ternyata kau sudah memiliki calon istri ya. Selamat menempuh hidup baru, tapi aku selalu gagal apakah ini karmaku." Evelyn bicara melantur.
"Sudah sampai kamar, masuklah. Aku antar kau sampai depan pintu. Ada banyak CCTV disini aku tidak mau ada gosip buruk."
"Apa kau bertunangan dengan anak pejabat penting?"
__ADS_1
"Tunanganku seorang anak tunggal pengusaha hotel dari Taiwan. Ibunya menjadi duta besar di Indonesia oleh karena itu aku harus menjaga sikapku."