LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
SPOILER NOVEL LEPASKAN AKU, BOS


__ADS_3

***


Rutinitas kembali pulih seperti biasanya, Nyonya Wijayakusuma ingin memanjakan dirinya karena hampir setahun tidak merawat diri. Disebuah klinik kecantikan daerah Gangnam yang terkenal itu terpampang poster besar wajah Diandra. Nyonya Wijayakusuma mengirim foto tersebut ke ponsel Hansen memastikan kalau benar itu foto calon menantunya.


"Jadi benar ini Diandra?"


"Benar bu, katika kau membuka majalah atau iklan memangan dia." Hansen.


"Sepertinya dia akan jadi artis terkenal bila tetap tinggal di Korea. Bagaimana aku tidak tahu kalau calon menantuku seorang model top."😑


"Memang apa bedanya, lagipula dia manusia seperti kita. Aku sedang mencari gaun pengantin tadi." 😋


"Dasar anak nakal, sudah mengejutkanku sekarang mencari gaun pengantin apa kau sudah melamarnya? "


"Sudah, aku ingin mempercepat pernikahan kami. Bukankah aku sudah cukup umur & mapan. Lagipula ibu sudah pantas dipanggil nenek." 😝


"Berbahagialah, ini mendoakan kalian berdua. Javier semoga lekas menyusul juga."😍


°°°


"Sayang, ibu melihat fotomu bertebaran dia bilang bangga padamu cups."😘 Hansen.


"Ah itu kan dulu, aku jadi malu. Lagipula aku ingin menjadi istri & ibu rumah tangga seperti beliau."

__ADS_1


"Terimakasih kau mau mendedikasin hidupmu bersamaku." Hansen mencium kepala tangan Diandra.


Tibalah di sebuah butik di Surabaya, Diandra sudah memilih beberapa gaun pernikahan. Tapi Hansen tidak merasa cocok. Sedangkan Diandra sudah lelah harus berganti-ganti baju.


"Sayang, aku mohon pilihlah satu saja. Aku lelah pasang bongkar baju."


"Semua baju pengantin menampakkan bagian tubuhmu. Aku tidak ingin kau menjadi pusat perhatian. Tidak adakah baju yang tertutup saat menikah?" Hansen mulai menggerutu.


"Pada akhirnya aku ingin memakai baju adat saja dengam riasan natural, boleh?"


"Tidak boleh! Kita akan membuat foto pernikahan memakai baju adat. Sedangkan untuk pesta pernikahan tetap memakai gaun."


"Lebih baik kau yang memilihkan saja sayang, aku lelah ingin pulang." Diandra.


"Sayang, aku mengantuk mari kita pulang."


"Tunggu sebentar, aku ingin membeli beberapa gaun tidur malam untukmu. Sebentar aku bayar dulu. Kau masuklah ke mobil dahulu."


Diandra sudah berada dalam mobil bersama supir yang berada di kemudi. Dia tertidur pulas hingga sampai rumah baru Hansen membangunkannya.


"Pak keluarkan isi belajaanku dari bagasi langsung taruh kamar tidurku."


"Baik Tuan Muda." Supir.

__ADS_1


"Sayang, tidurnya sudah cukup bukan. Ada kejutan menunggumu dikamar."


"Apa? Kejutan apa?"


"Sudah ayo bergegas aku sudah tidak sabar kau memakainya." Hansen menarik tangan Diandra menaiki anak tangga.


"Perasaanku berubah jadi tidak enak."


Setelah masuk dikamar beberapa tas belanja tertata rapi disofa.


"Pakailah semua baju yang aku beli, disini kau bisa leluasa memakainya." Hansen mendorong tubuh Diandra agar cepat menuruti perintahnya.


"Sayang, apa kau ingin aku masih membelikan aku baju tipis kurang bahan seperti ini?" Diandra memperlihatkan baju yang dibeli.


"Sudah aku tebak kau pasti sangat seksi memakainya hahahaha. Tenanglah sayang, setiap malam aku akan menjadi selimutmu. Bukankah kita program lima anak bahagia Hahahaha."


"Keterlaluan sekali tau gitu buat apa aku capek-capek pakai gaun pengantin."😗


"Bagi seorang pria gaun pengantin tidaklah penting tapi gaun tidurlah yang terpenting. Sekarang kau paham bukan kalau aku tidak ingin bulan madu kemana-mana kecuali dikamar saja."


"Sayang kau nakal sekali brak." Diandra masuk kekamar ganti.


"Sayang ayolah aku serius mengatakannya, keluarlah jangan buat aku mendobrak pintu ini lalu menghukummu." Celoteh Hansen.

__ADS_1


__ADS_2