
*** ADEGAN ERIC ***
Ya.. Tuhan tubuhku remuk sekali huh, mengusap lehernya yang jenjang itu penuh peluh. Pekerjaan dirumah sakit tidak ada habisnya. Saat tubuhnya yang penuh peluh dan penat melewati kamar saudari tirinya. Terdengar suara erangan seperti kesakitan.
Samar-samar terdengar suara seperti orang menangis dan meracau. Eric tidak berani masuk hanya dari luar ia memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
Tok... Tok... Eric mengetuk pintu kamar Lilian.Tak ada sahutan balasan dari dalam kamar. Dari luar hanya terdengar suara rintihan,tidak mau gegabah yang asal masuk. Eric mengabaikan suara aneh dari kamar Lilian. Mungkin gadis itu mengigau dalam tidurnya. Dia terus melangkah ke kamarnya seolah tak terjadi apapun. Seorang pelayan datang dari arah berlawanan menyapanya. Penasaran dengan suara dari balik pintu Lilian. Eric menyuruh pelayan tersebut untuk mengecek keadaan gadis didalam sana.
“Tuan muda gawat” begitu teriak histeris pelayan dari kamar Lilian.
Eric yang memegang handle pintu kamarnya mengurungkan niatnya untuk masuk kamar.
“Hah, apa? “ Eric berlari kekamar Lilian segera.
“Tuan tolong bantu nona Lilian, dia setengah pingsan. Kakinya berdarah” suara panik pelayan itu semakin keras.
Eric masuk kekamar saudari tirinya yang berantakan. Dia menyingkirkan bekas pecahan kaca dengan kakinya yang memakai sepatu. Tubuh Lilian dibopong Eric kekamarnya untuk diobati. Ternyata luka robekan bekas kacanya cukup lebar & dalam. Harus dijahit segera agar lukanya tidak iritasi. Eric mengambil tas kerjanya yang sudah berisi peralatan kerjanya. Beberapa obat-obatan ada di rak kamarnya. Karena Eric seorang dokter dia memiliki cadangan perlengkapan komplit dirumah.
“Tahan sakitnya, aku akan menyuntikkan obat bius disekitar lukamu” Eric mengarahkan Lilian agar ikut instruktusinya.
Lilian hanya bisa pasrah & menuruti perkataan Eric. Kakinya sangat sakit, perih, ngilu & linu. Saat jarum suntik masuk kedalam lapisan kulitnya perlahan cairan obat bius itu masuk kedalam tubuh Lilian. Reaksinya cepat, Lilian tidak lagi merasakan sakit. Dia mulai tenang, seorang pelayan memegangi tangan Lilian dengan seksama.
“Apa masih sakit?” Eric menanyakan perihal area kaki yang mengalami mati rasa akibat obat bius.
“Sudah tidak” Lilian menjawab lirih.
“Aku akan menjahit lukanya, jadi jangan bergerak & pejamkan saja matamu jika tidak kuat melihatnya” Mulai memasukkan benang berbahan silikon kelubang jarum jahit.
Nyut... Nyut...nyut... Dengan telaten & teliti Eric menjahit bekas luka yang sebelumnya sudah ia setrilkan dengan akhohol.
“Huf... Selesai sudah” Eric menyeka keringat didahinya.
__ADS_1
“Sudah ya kak?” Lilian menikmati wajah tampan saudara tirinya saat menjahit lukanya. Tanpa sadar dia sudah lupa sakitnya dijahit.
“Sa’at pengaruh biusnya habis, kau akan merasakan sakit. Minumlah obat yang sudah kupersiapkan. Pelayan akan menjagamu disini. Kau istirahatlah disini, aku akan meminta pelayan lain membersihkan kamarmu. Setelah beres, kau bisa kembali lagi kekamarmu” Eric merapikan alat medis lagi dan menaruhnya kedalam tasnya.
Setelah meminum obat dari Eric, dia merasa kantuk yang amat berat. Masih ditemani pelayan yang menjaga Lilian terjaga. Eric masuk kamar, lalu mengambil tas ukuran besar. Ia memasukkan beberapa potong baju beserta perlengkapan pribadinya lain.
“Tuan, apa anda akan pergi? “ tanya pelayan perempuan yang duduk dikursi dekat Lilian tidur.
“Kamar Lilian rusak parah, jadi butu perbaikan juga. Aku sudah menyiapkan obat ini untuk 1 minggu kedepan. Pastikan dia rutin meminumnya agar lekas sembuh. Selama dia tinggal dikamarku, selama itu juga aku pergi mengungsi pergi” ujar Eric sambil menenteng tas dikedua tangannya.
“Tapi kamar dirumah ini sangat banyak, tuan muda bisa memilih salah satunya jika mau” pelayan itu ingin menahan tuan mudanya.
“Aku malas berurusan dengan bibi Mei, jagalah kondisi nonamu dengan baik. Aku bisa tinggal di mess rumah sakit” Eric berlalu pergi meninggalkan kamarnya.
“Tuan muda terimakasih sudah mengobati nona Lilian” ucap pelayan menambahkan lagi.
Hanya melempar senyum saja saat menoleh. Duh tampan sekali sih tuan muda pertama keluarga Zhan ini. Begitulah pujian dari pelayan perempuan yang mengagumi Eric Zhan sejak lama.
***ADEGAN MEI CHUAN***
“Sudah aku berhenti saja, sejak awal kau menang terus” sosialita A melempar cek terkahir dari dalam dompetnya.
“Ayolah kak, ini seru sekali. Kak Chuan juga santai aku mengeruk habis uang taruhannya. Bukan begitu kak Chuan” Mei Ling menyenggol pundak Mei Chuan yanh duduk disebelahnya.
Sebuah panggil masuk dari ponsel Mei Chuan. Pelayan memberitahukan kalau putrinya mengalami kecelakaan & merusak kamarnya. Karena Lilian anak kesayangan Mei Chuan. Segeralah dia menyudahi permainan mahyong.
“Aku tidak bisa melanjutkan permainan ini, ada masalah dirumahku. Kalian lanjutkan saja” Mei Chuan memberesi barang-barang miliknya dengan cepat.
“Kak Chuan, apa kau akan pulang dengan keadaan panik seperti ini” kalimat Mei Ling terlontar karena khawatir.
“Saat ini aku hanya memikirkan keadaan putriku” memegangi keningnya.
__ADS_1
“Baiklah kak Chuan kondisimu labil, jadi kau ku pinjami pengawalku. Dia bisa kau andalkan, Jason antarkan kak Chuan pulang. Kau tahu kan kediaman Zhan berada” mendongakkan wajahnya saat Jason mendekat menerima perintah.
“Iya nyonya, saya tahu” mengerti perintah majikannya.
“Cepat antarkan kak Chuan, lalu kembali lagi kesini” sikap posesif Mei Ling terhadap Jason tidak seperti majikan-pelayan.
Setelah Mei Chuan pergi bersama Jason, barulah Mei Ling membuka suara dengan sisa teman-temannya.
“Ling-ling kenapa kau memiliki pengawal yang gagah” ujar sosiaita A.
“Sebenarnya dia bukan pengawalku saja. Melainkan pacarku yang sudah 3 bulan aku kencani hihihi” ketawa genit.
“Dasar rubah betina, kau kan sudah menikah. Apa kau tidak takut suamimu tahu” sosialita B bicara.
“Selama kami bermain cantik dan rapi tentu saja aku akan aman hahaha” Mei Ling tertawa lagi menceritakan hubungannya.
“Sepertinya dia bukan pria bayaran, apakah kau memeliharanya?”
“Tentu saja dia bukan lelaki bayaran untuk berkencan. Aku memacarinya karena dia begitu membuatku bergairah lagi” Mei Ling mengusap bibirnya dengan tatapan sayu.
“Apakah kau sudah bercinta dengannya” sosialita B belik bertanya.
“Dia bahkan melebihi suamiku hahaha” Mei Ling pamer dengan teman-temannya.
“Pantas saja kau begitu posesif saat Mei Chuan pergi bersamanya. Siapa tadi namanya” sosialita C bicara.
“Walaupun kak Chuan menolak gaya hidupku sekarang. Kelak dia akan mencari lelaki simpanan. Apalagi suaminya, Mark Zhan doyan main daun muda” sindir Mei Ling.
“Maukah kau perkenalkan aku dengan pria muda seperti Jason” rengek sosialita A.
“Apa kalian yakin bisa menjaga rahasia. Aku takut kalian akan menyeret namaku. Ketika suami kalian tahu, bahwa aku yang mengajarinya” Mei Ling menolak halus.
__ADS_1
“Kau ini seolah belum mengenal kami dengan baik ya. Jika kamu hanya penikmat harta suami seperti Mei Chuan. Maka dia kan menerima nasib diselingkuhi. Berapa biaya yang harus keluarkan?” tantang sosialita B.
“Wah, wah kenapa kau jadi mudah tersinggung begini sich” mencoba mencairkan suasana yang mulai panas.