LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
74. PENYESALAN


__ADS_3

"Hansen, bangunlah ini sudah jam 8 pagi. Saatnya sarapan."


"Erghhh... kau pergilah sendiri atau memesan makanan aku masih mengantuk."


"Ayolah semalam kau meninggalkanku, masak sarapan aku juga sendiri."๐Ÿ˜“


"Uruslah perutmu sebelum kau merengek cacingmu mati kelaparan."


"Kau! "๐Ÿ˜ค


Melanjutkan tidurnya & memeluk erat bantalnya. Tidak terima diacuhkan, Almira menarik bantal tersebut lalu Hansen menariknya lagi. Makan keduanya berebut bantal. Almira kalah tenaganya menjatuhkan dirinya. Tepat bibirnya mengecup lembut bibir Hansen itu. Almira yang sudah lama menahan keinginannya itu menciumi bibir Hansen. Setelah beberapa menit puas mencium bibir Hansen Almira tersengal-sengal.


"Kau sudah puas? "๐Ÿ˜ก


"Maaf aku tidak sengaja jatuh lalu terbawa suasana."


"Aku tahu kau menginginkan lebih dari ini."


"Apakah kau melecehkanku karena aku sudah menciummu?"


"Jika kau suka lakukan saja padaku."๐Ÿ˜Œ


Menutup matanya tanpa bergerak sedikitpun, Almira merasa bahagia karena keinginannya terwujud.


"Sayang, aku mencintaimu."

__ADS_1


Almira menciumi Hansen lalu membuka satu per satu kancing kemeja warna navy. Tubuh altetis yang menggiurkan itu membuat kesadaran Almira putus. Sebagai wanita normal Almira terobsesi dengan tubuh Hansen. Saat birahi sudah merasukinya, dia dengan membabi buta melucuti pakaian yang ia kenakan itu. Dia mencari-cari pengaman dalam nakas tapi kosong.


"Aku sudah mengecek nakas tapi tak ada pengaman yang bisa kupakaikan untukmu."


Masih memejamkan mata terdiam, bahkan tak merespon.


"Maaf aku akan meminum pil setelah kita melakukan ini."


Ketika Almira mengarahkannya agar tepat posisinya. Tangan Hansen menepisnya dengan cepat. Almira berpikir kalau Hansen akan mengganti posisinya.


"Baiklah kalau maumu begitu, aku akan pasrah saja."๐Ÿ˜Š


Tidak sesuai harapan ternyata Hansen mengambil ponselnya yang berdering. Sebuah nomor panggilan masuk ternyata nomor Korea. Dalam hatinya berharap itu Diandra.


"Maaf Tuan Muda ini aku Nampin, hari ini wisuda Diandra. Aku mengirimkan fotonya saat memakai kebaya. Semoga kau suka."


"Lakukan Live streaming sekarang."


"Baik. "


Pengawal itu merekam langsung Diandra yang memakai kebaya. Dia sudah berubah menjadi sangat cantik, tubuhnya langsing, kulitnya putih bersih bagai susu, rambutnya sudah dicat & riasan wajahnya nampak Ayu. Sekian lamanya kerinduan Hansen tak berkurang tapi semakin bertambah. Dia merasa sangat iri dengan Javier yang datang menghadiri wisudanya. Ingin rasanya bertukar tempat, membawakan bunga & memeluknya.


"Aku menyesal Diandra, kau berhak bahagia." ๐Ÿ˜Œ


Menyaksikan momen berharga saat hubungan mereka kandas. Hanya ada penyesalan yang ia rasakan pagi ini. Dia tidak peduli ponselnya basah karena air yang menyerbak. Ternyata air matanya menetes tak terduga. Sekian tahun perjuangannya menunggu hari wisuda itu ternyata Javier yang hadir.

__ADS_1


Tok tok....


Almira mengetuk pintu kamar mandi, ia ingin Hansen segera keluar dan melanjutkan kembali.


"Sayang, jika kau tak suka diranjang kita bisa melakukannya dikamar mandi. Ayo bukalah pintunya, aku belum mengenakan bajuku."


Tok... tok....


"Sayang, apa kau mendengarku makan bukalah."๐Ÿคจ


"Pakai bajumu, jika tidak ingin masuk angin."


"Apa kau canggung ini pertama kalinya?"


"Pakailah bajumu."


"Ayolah sayang, biar aku yang mengajarimu saja."


Menarik kerah kemeja warna putih yang dikenakan Hansen.


"Aku sudah pernah melakukan hubungan lebih dari ini sebelumnya. Jadi pakailah bajumu lalu katakan apa keinginanmu."


"Kau sudah tahu jelas aku menginginkan tubuhmu, orang lain bisa melakukannya tidak selama ini. Kenapa kau tidak tertarik padaku?"


"Warna rambutmu, potongan rambutmu & merk baju yang kau pakai."

__ADS_1


"Baik, katakan kau ingin aku merubah seperti apa katakan padaku. Asal kau tidak menolakku seperti ini."๐Ÿ˜ต


Sangat menyakitkan menjadi wanita yang sudah rela memberikan segalanya tapi dianggap masih saja kurang. Almira menangis sejadi-jadinya didepan almari bekas Hansen berdiri. Diraihnya ponsel dalam tasnya, disambungkan panggilan ke Irene. Dia menceritakan kejadian pagi ini dengan menangis terisak-isak.


__ADS_2