LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
40. LEPAS LANDAS


__ADS_3

***


Setelah selesai sarapan bersama Hansen mengantar Diandra bekerja. Lalu ia kembali ke Mansion menemui ibunya. Agenda hari ini berpamitan dengan Javier. Karena asramanya berada di Daegu memakan waktu yang lama dari Kota Seoul. Sepanjang perjalanan Hansen hanya tertidur pulas, sedangkan Nyonya Wijayakusuma asik berbincang dengan suaminya.


"Suamiku, kau tahu tidak Hansen sepertinya kelelahan setelah mengunjungi temannya beberapa waktu lalu." Ungkap Nyonya Wijayakusuma.


"Benarkah? Lalu apalagi? " Tanya Tuan Wijayakusuma penasaran.


"Dia pergi menginap juga selama 2 hari, biasanya kalo bertemu klien atau temannya hanya hitungan jam tidak sampai lama." Nyonya Wijayakusuma menambahkan.


"Aku rasa dia mulai copy paste sejarah kita sayang, gadis Korea juga cantik tidak masalah bagiku. Lagipula Hansen tampan & mapan."


"Aigoo....putraku yang dingin ini mana pernah lama berkencan dengan wanita. Tapi setahun ini tidak ada berita dia berkencan. Ah... mungkin dia hanya bersenang-senang saja." nyonya Wijayakusuma sedikit kesal.

__ADS_1


"Jangan samakan dengan Javier, jelas Hansen mencari istri bukan pacar. Jika gadis yang datang padanya tidak layak maka akan dicampakkan."


"Apa? mungkin saat ini Hansen sedang serius mencari kandidat untuk calon menantu kita. Wah senangnya cita-citaku mempunya menantu cantik & bisa dipamerkan segera terwujud." Nyonya Wijayakusuma mulai berkhayal.


"Jangan terlalu menekan putramu berlebihan, sejak kecil dia sudah banyak berusaha. Bahkan Wijaya Grup tidak lepas dari tetesan keringatnya. Dia bisa mengarahkan masa depan perusahaan dengan baik. Sudah pasti masa depannya terencana dengan rapi juga. Segeralah kembali ke Indonesia, urus suamimu ini yang kelelahan bekerja."


"Baiklah suamiku, kami sudah masuk kawasan asrama Javier sampai disini dulu ya. Muach. " Nyonya Wijayakusuma mengakhiri pembicaraan.


Hansen yang tertidur pulas dibangunkan ibunya, lalu mereka membawakan bingkisan untuk dibagikan. Kali ini pertama kalinya Hansen mengunjungi Javier. Karena Hansen berkebangsaan Indonesia dia tidak menjalani wajib militer.


"Maafkan aku, ini aku bawakan makanan Indonesia yang kau minta. Sudah diawetkan tinggal panaskan saja."


"Hyung, aku dengar kau mengunjungi teman sampai menginap 2 hari. Katakan siapa yang kau kencani, jangan sampai mentan-mantanku ya. Hahaha" Javier tertawa mengejek.

__ADS_1


"Aku pastikan dia bukan tipemu, dia hanya seorang kentang. "


("Hatcuhhh.....padahal aku sehat kenapa bersih ya." Diandra mengelap dengan tisu)


"Hyung 4 bulan lagi datanglah ke Korea mari kita merayakan pesta keluar wajib militer ku."


"Kakakmu sibuk, jangan menggagu pekerjaannya yang ada di Indonesia. Berterimakasihlah kepada kakakmu karena sudah membantu Agensimu." *Nyonya Wijayakusuma memukul pundak Javier.


"Hyung, terimakasih. Aku juga berencana pensiun ketika sudah menikah. Ingin mengelola agensi & memiliki beberapa anak pasti menggemaskan*." Javier berangan-angan.


"Jangan memberikan ibu menantu & cucu yang banyak. Dia tidak akan sanggup karena kelelahan hahahah. " *Hansen mengejek Javier.


"Hyung, lelaki sepertiku bisa bermain dengan siapapun. Tapi akan menikah hanya dengan satu perempuan*."

__ADS_1


Sore hari setelah kembali dari Asrama militer lalu menuju Mansion. Bersiap kembali ke Indonesia pada malam harinya. Karena Hansen ada pekerjaan mendesak. Dalam pesawat mereka istirahat agar stamina kembali pulih. Hansen hanya berpamitan dengam diandra saat berada dipesawat. Diandra sangat sedih karena tidak bisa bertemu langsung. Hansen berjanji akan kembali datang ke Korea 4 bulan lagi saat Javier selesai Wamil. Mereka akan datang bersama keluarga lengkap sekalian liburan. Diandra berharap bisa menghabiskan banyak waktu bersama Hansen kelak. Pesawat sudah lepas landas dari tanah Korea. Meninggalkan kisah yang tertunda karena keadaan masing-masing.


__ADS_2