LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
SATU ATAP, DUA RAGA


__ADS_3

*** PENTHOUSE ERIC ***


“Wah, rumah sebesar ini kau tinggali seorang diri?” Megumi mengagumi seluruh ruangan yang baru ia kunjungi.


“Aku pertama kali mengajak perempuan kemari, tidak ada pelayan jadi kau harus mengerjakan semuanya dengan mandiri,” Eric meletakkan barang bawaan Megumi.


“Kenapa tidak menyewa pelayan saja untuk membantu pekerjaan rumah, aku bisa menggaji mereka. Jika kau tidak keberatan tentunya.”


“Aku suka melakukan semuanya sendiri, tangan orang lain tidak higienis.” Padahal Eric sedang menugaskan paman Wang untuk menyiapkan rumah pribadi masa depan.


“Aku pastikan pelayan pilihanku tidak mengecewakanmu. Karena aku harus belajar mengurus rumah tangga kita kelak. Jika ada pelayan di sini, dia bisa menjadi pengajarku bukan.” Eric mengangguk artinnya setuju.


“Disana kamarmu berada,” Eric belum ingin berbagi ranjang dengan Megumi.


Artinya mereka hanya tinggal satu atap, menjalani kehidupan sebagai sepasangan kekasih palsu. Eric hanya bisa berbagi atap, walaupun dia ingin merasakan jatuh cinta. Megumi harus bersabar sedikit lagi,karena cinta bisa tumbuh karena terbiasa.


*** ASRAMA MAHASISWI UNIVERSITAS JIANSU ***


“Apa kau yakin akan meninggalkan asrama ini?” Irene merasa kesepian tanpa Zivara.


“Pekerjaannya yang baru membuatnya setres. Jadi aku harus berada di sampingnya selalu. Kelak jika kau sudah menemukan kekasihmu, hal yang paling utama adalah membuatnya bahagia.dan selalu membutuhkanmu.” Irene sambil membantu Zivara mengemasi baju.


“Kekasih apa, saat mau wisuda saja. Orang tuaku tidak bisa hadir karena perusahaan mereka bermasalah. Uang jatah bulananku saja ikut terpotong. Sepertnya aku harus mencari pekerjaan. Setidaknya yang sesuai dengan jam kuliahku, tapi apa. “ Irene meletakkan dagunya di bantal.


“Apa kau mau bekerja di rumah sakit sebagai tenaga kebersihan. Sepertinya jam kerja bagian itu sangat fleksibel dari pada yang lain.”


“Benarkah? Apakah gajinya lumayan.”


“Sebagai karyawan magang jangan berharap memperoleh gaji yang tinggi. Kau harus lebih tekun lagi, biasanya di koran ada lowongan pekerjaan.” Zivara mencarikan portal iklan tentang pekerjaan lewat ponsel.


“Nah ini, tapi sebagai pengasuh bayi.”

__ADS_1


“Itu tidak cocok dengan karakterku, yang lain saja.” Tolak Irene.


“Sepertinya aku tidak bisa berlama-lama disini. Kekasihku sudah menunggu di bawah. Pesanku,PEKERJAAN ITU SEPERTI JODOH, AKAN MENJAUH SAAT KAU MATI-MATIAN MENGEJARNYA. Jadi saranku, berhematlah dahulu. Jika aku ada uang lebih, pasti aku pinjami. Jangan khawatir, pacarku sekarang gajinya besar. Makanya kami sudah berani memutuskan tinggal bersama.” Irene membukakan pintu untuk Davira.


Sahabatnya sudah pergi meninggalkan dirinya, mungkin intensitas bertemu juga berkurang. Irene harus menyiapkan diri untuk proses wisudanya yang semakin dekat. Dia kembali membuka leptopnya dan mengerjakan tugas yang lain.


*** ADEGAN JASON ***


“Apa tidak ada barang yang ketinggalan?” Jason memasukkan koper Zivara kedalam bagasi mobil.


“Tidak ada,hanya saja aku kasihan dengan sahabatku. Mulai saat ini dia harus terbiasa hidup sendiri.”


“Aku turut bersedih atas temanmu, karena sahabatnya aku rebut. Maaf ya, karena aku kalian harus berpisah. Ayo kita berangkat.” Jason membukakan pintu untuk Zivara.


Andai saja aku memiliki kekasih seperti Zavira. Mungkin saat wisuda, aku tidak sendirian. Sudah tua begini belum pernah jatuh Cinta. Apa aku ini tidak normal, bahkan menonton drama percintaan saja sering tertidur. Benar-benar jauh dari kata hakikat perempuan.


*** APARTEMEN JASON ***


“Masuklah, selamat datang di kediaman baru kita.” Jason membuka pintu rumah. Ada sepasang


slop. Yang biasa dipakai di dalam rumah.


“Wah sepatu pasangan, apakah ini milikku?” Zivara memegang sendal slop yang ukurannya pas dengan kakinya.


“Dan yang ini milikku.” Jason memakainya.


“Wah ukurannya bisa pas dengan kakiku, sejak kapan kau tahu ukuran kakiku?”


“Bukankah kita sudah biasa melakukannya sebelumnya. Jangankan ukuran kakimu, ukuran ‘itumu’ aku sudah mengukurnya. Saat kau tertidur aku diam-diam mengukurnya hahahah.” Jason menjahili kekasihnya yang kesal.


“Hah kau ini benar-benar nakal, aku tidak mau tidur bersamamu lagi.”

__ADS_1


“Hai, aku hanya bercanda sayang. Aku bahkan selalu kau tendang saat memelukmu.” Jason membujuk Zivara.


“Walaupun kau kekasihku, setidaknya jangan menggodaku seperti ini. Aku kan hanya tidur saja, tidak pernah melakukan hubungan yang diluar batas.” Zivara menggigit-gigit bibirnya dengan gemas.


“Aku tahu, karena kau gadis baik-baik maka aku tidak akan memaksamu. Kacuali ketika kita sudah menikah.” Zivara terharu lalu memeluk leher Jason.


“Uhuk uhuk lepaskan, kau ingin mencekikku apa.” Jason kesusahan bernapas akibat pelukan ganas.


“Terimakasih sayang, cupp muaach.” Sebuah ciuman kecil mendarat di pipi Jason.


“Jangan memancingku ya, atau habis sabarku. Bisa ku makan kau bulat-bulat, haeeeemmmmm.”


Mereka berdua bermain kejar-kejaran di apartemen. Suara tawa bahagia mereka seolah menjadi nada baru. Jason akhirnya memiliki kekasih, sebelumnya ia takut menjalin hubungan dengan gadis manapun. Kini dirinya tak lagi minder, karena apa yang menjadi cita-citanya sudah terwujud.


“Heh, jadi gadis seperti itu ya yang kau sukai.” Suara wanita yang menyaksikan adegan Jason- Zivara.


Wanita itu mengenakan baju serba hitam, dia memantau melalui teleskop. Matanya masih mengarah di objek apartemen milik Jason. Wanita itu sepertinya tidak suka kebahagiaan Jason.


“Apa yang akan nyonya lakukan?” Tanya seorang pengawal bertubuh tegap dan tinggi.


“Biarkan saja dia berbahagia dengan gadis kecilnya yang naif. Ketika dia mulai meresa bosan, aku akan hadir. Berikan data lengkap tentang gadis itu, termasuk siapa saja lelaki yang berhubungan dengannya.” Pengawal itu mengangguk mendengar perintah nyonya nya.


“Seorang pegawai magang di rumah sakit dokter Eric Zhan bekerja. Dia adalah gadis berasal Indonesia, dia masih berstatus mahasiswi tahap terakhir. Dia mengambil jurusan ahli gizi dan kesehatan ibu-anak. Namanya adalah Zivara.” Dengan cepat pengawal itu memberikan informasi data Zivara.


“Apakah dia memiliki pacar?”


“Sepertinya dia aktif di forum pencarian jodoh, hanya beberapa yang berhasil menjadi pacarnya. Tapi hanya bertahan 1 mingguan, setelah tahu sifat asli Zivara.” Nyonya itu kurang paham dengan penjelasan alasan kandasnya hubungan pacaran Zivara.


“Karena Zivara seorang fans berat Dokter Eric, sepanjang waktu jika ia pergi berkencan. Dia banyak membicarakan dokter Eric yang sangat dia idolakan. Bahkan aku dengar, baru-baru ini ada orang mengatakan. Dia pernah diantar pulang oleh dokter Eric. Seseorang mengirim fotonya padaku.” Memerah wajah wanita yang di panggil nyonya itu.


Foto itu benar-benar Eric, yang sedang bersama dua wanita. Yaitu Zivara dan wanita satu lagi dalam kondisi mabuk. Wajahnya tertutup oleh rambut, jadi tidak bisa diketahui siapa nama pastinya. Zivara juga kedapatan membawakan kotak kado besar. Yang berisi baju Eric, dan masuk diruang kerja Eric. Sepertinya Zivara belum menyadari ada orang yang memata-matainya.

__ADS_1


__ADS_2