LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
46. RITA HAMIL


__ADS_3

***


Pagi ini tidur Devi terganggu suara Rita yang sedang muntah dari kamar mandi. Sejak kembali dari rumah sakit sikap Rita mulai berubah. Dia pindah kamar bekas Nampin & Diandra alasannya agar lebih leluasa. Selain itu Rita hanya mengenakan kaos gombrong atau daster. Nafsu makannya jadi lebih rakus dari biasanya. Devi yang penasaran dengan perubahan Rita mulai bertanya saat sarapan dikantin.


"Kau... iya kau Amarita apa kau sudah tidak peduli tentang penampilan yang selama ini kau junjung tinggi? " Tanya Devi penasaran.


"Sudahlah kau Carlotta Devi sekarang aku dalam masa penyembuhan. Jadi wajar nafsu makanku seperti kuda hahahah."


"Kau gila jadi binatang apa hai Rita Amarita!!! Lihat apa yang aku temukan dilantai kamar mandi, jorok sekali membuang tespek bekas. Katakan padaku yang sebenarnya! " Devi sambil melempar tespek kearah Rita.


"Maafkan aku Devi, tolong jangan ceritakan kepada siapapun tentang hal ini. Aku juga bodoh kenapa bisa teledor sampai jadi janin huft."

__ADS_1


"Kau sekarang jadi Rita Amarita amat menderita, siapa ayah dari janinmu? Sedangkan pacarmu begitu banyak, dasar gila! " Devi mulai geram.


"Entahlah aku tidak yakin, akan aku ingat-ingat lagi. Lagipula aku bisa aborsi jika ayahnya tidak menginginkannya! " Jawab enteng Rita.


"Dasar sadis, resiko aborsi kalo tidak mati bisa merusak kandungan. Kau mau selama hidupmu dihantui janin yang kau gugurkan. Besarkan dengan baik, bila ayah anak tersebut tidak bertanggungjawab maka carilah laki-laki yang mau menerima kondisimu. Setidaknya anak itu memiliki berkas lengkap untuk kelangsungan hidupnya kelak, camkan itu! " Gertak Devi marah.


"Iyaya aku salah, lagipula aku cantik pastinya tidak sulit mendapatkan lelaki yang mau menggantikan ayah bagi janin ini."


"Ah daripada kau selam di Korea masih saja jomblo, bahkan kencan saja tidak pernah hahahaha. Selain aku siapa lagi yang cantik disini? Tidak ada wahay kaum kentang." Rita sambil memukul pundak Devi.


Jam istirahat telah tiba, Diandra masuk ke toilet karena dia merasakan tamu bulanannya datang. Dia duduk di toilet meminta tolong Nampin mengirimkan pembalut untuknya. Sementara itu Rita yang mual kembali muntah. Setelah mengelap mulutnya dia melakukan sambungan telepon seluler. Maka Diandra tidak sengaja menguping pembicaraan Rita dengan sang calon ayah.

__ADS_1


"Sayang, kau harus segera ceraikan istrimu. Aku sudah banyak berkorban tapi tidak juga kau orbitkan aku sebagai model atau pemeran pendukung. Selama ini kau hanya menjadikanku asisten artis saja saat akhir pekan! " Suara Rita mengeluh.


"Istriku sudah kembali dari asrama, sekarang kami tinggal bersama bahkan hubungan kami baik-baik saja. Mengertilah dulu aku hanya ingin pacaran denganmu.Tapi kau yang selalu merayu & datang ke apartemenku." Suara laki-laki keras dalam panggilan.


"Baiklah kalo kau ingin bermain-main denganku, ingat saat karirmu terpuruk aku yang merayu para investor agar mereka tidak mencabut kontrak iklan." Ancam Rita.


"Jadi kau ingin imbalan, baik segera urus aborsi aku biayai semuanya & akan mengirim ganti ruginya. Lagipula berapa yang kau butuhkan?! Dasar wanita ******." Bentak kasar laki-laki itu.


"Apa jadinya bila aku meneror istrimu dikantor,ingat dia teman kerjaku. Aku akan mengirim foto & video hubungan gelap kita. Aku ingin lihat seperti apa reaksi kak Nampin tahu suaminya selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Tut." Rita menutup panggilannya lalu keluar dari kamar mandi.


Diandra tak habis pikir ternyata wanita yang ia lihat sepintas di lift itu ternyata Rita & suami Nampin. Dia menutup mulutnya tapi telinganya bisa mendengar dengan jelas. Diandra hanya terdiam beberapa saat untuk berpikir tentang rahasia perselingkuhan Rita. Mau diadukan oleh Nampin atau biar terungkap dengan sendirinya. Disisi lain dia ikut kena imbasnya pernah dicurigai Nampin.

__ADS_1


__ADS_2