LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
SPOILER NOVEL LEPASKAN AKU, BOS 2


__ADS_3

°°°


Laura kembali keruangan pemeriksaan Tes DNA. Dokter menyerahkan laporan bahwa hasil tes lab cocok 98% identik Marco. Ryan merasa dipermainkan oleh Laura sebagai pelarian saat haus kasih sayang. Marco diam tertegun mengapa bisa dia tidak tahu kalau Laura hamil anaknya. Dia sangat sibuk bekerja hanya ketika senggang saja bermain dengan Laura. Tapi nasi sudah jadi bubur bayi itu darah daging Marco. Mau tidak mau, siap tidaknya harus bertanggungjawab.


"Ryan, karena bayi ini adalah anak biologisku maka hak asuh aku minta. Jika kau keberatan ajukanlah beberapa tuntutan resmi."


"Benar aku akan mengajukan tuntutan karena merasa dirugikan. Aku akan mengembalikan jaminan biaya hidup bayi ini kepada keluarga Wijayakusuma & mempergunakan 50% uang kompensasi untuk modal usaha. Karena hak asuhnya jatuh ke tanganmu juga pada akhirnya."


"Kita bisa membesarkan bersama bayi ini, bagaimanapun juga kau telah menjadi ayahnya saat dia berada dalam kandungan." Marco menjabarkan tangannya.


"Terimakasih Tuan Marco, ketika akhir pekan aku akan menengok bayiku. Aku sudah mencintainya seperti anakku sendiri." Membalas jabatan tangan Marco.


Mereka berdua berpelukan sebagai tanda perdamaian. Pak Basuki merasa senang akhirnya ayah biologis cucunya mau bertanggungjawab. Laura ikut merasakan kebahagiaan karena beban dosanya sudah terangkat.


***


Nampin berada di kursi tertidur saat menjaga Diandra yang baru sadar dari pingsannya. Diandra meraba kepalanya yang pusing serta tubuhnya terasa remuk. Dia melihat sekeliling ruangan tampak sepi hanya suara nafas nampin kelelahan. Diandra menuju kamar mandi tapi karena tubuhnya lemah dia terjatuh dilantai.


Brug... Suara tubuh Diandra tergeletak membangunkan Nampin.


"Diandra harusnya kau bangungkan aku, jangan gegabah. Kalau Tuan Muda tahu bisa marah." Nampin membantu Diandra bangkit.

__ADS_1


"Aku tak tega bangunkan Kak Nampin, maaf menggangu tidurmu."


"Sudahlah ayo kuantar kau kekamar mandi." Nampin memapah Diandra.


Krek.... Suara pintu terbuka, Hansen bangun menjenguk dikamar Diandra.


"Sayang, apa kau sudah baikan? " Hansen memapah tubuh Diandra dari samping.


"Aku sedikit lemah, maafkan aku hiks hiks. " Diandra tak kuasa menahan air matanya.


"Kau tahu bahwa dokter baru saja bilang denyut nadi & detak jantung Javier sudah pulih. Artinya dia tidak jadi mati." Hansen mendudukkan tubuh Diandra diatas ranjang.


"Sungguh, benarkah?" Diandra berbinar-binar.


"Apakah disini tidak mendukung? "


"Bukan begitu sayang, Javier mengalami luka serius & cacat dibagian tubuhnya. Modal utama seorang Bintang adalah tubuhnya. Aku akan mengumumkan hiatusnya selama 1 tahun." Hansen memeluk kekasihnya erat.


"Kau benar, Javier harus menjalani operasi plastik untuk menutupi lukanya."


"Kenapa kau ingin bunuh diri?"

__ADS_1


Deg... Jantung diandra berhenti berirama.


"Aku tidak bisa hidup dalam kebencian jika Javier mati dalam kecelakaan ini. Dia jelas-jelas menentang hubungan kita. Pastinya aku akan dibenci orang tuamu sebagai penyebab kematiannya juga. Belum lagi hujatan fansnya. Hiks hiks hiks. "


"Javier jika mati itu adalah takdirnya, hanya cara kematiannya saja yang tragis. Orangtua manapun pasti terpukul jika anaknya tiada. Tapi kau jangan mengambil kesimpulan sepihak. Kalau kau menyusul mati Javier lalu aku bagaimana?" Hansen menarik dagu Diandra.


"A.. aku tidak tahu."


"Pastinya aku ikut mati denganmu."


Diandra memeluk kuat Hansen seolah tidak rela hal itu terjadi.


"Tidak... kau tidak boleh ikut bunuh diri juga." Diandra semakin kuat memeluk Hansen.


"Kau tahu bukan kalau aku ikut mati seluruh perusahaan akan lumpuh. Ribuan karyawan nasibnya tak jelas, orangtuaku kehilangan semua putranya. Tetaplah hidup untukku sekalipun ada Javier lain. Aku sudah berjanji akan menjagamu selama aku hidup. Bahkan matipun aku masih bisa menghidupimu." Hansen membalas memeluk Diandra.


Nampin beranjak keluar ruangan, mencari makanan kecil di sebuah kafe. Beruntung dia bertemu Irene, mereka berkomunikasi memakai bahasa Inggris. Mereka memutuskan makan bersama di cafe sambil berbincang basa-basi.


°°°


Satu minggu sudah berlalu, Marco merawat bayinya di Surabaya. Dan Ryan membuka usaha kecil-kecilan di Banyuwangi. Mereka sudah berdamai dengan masa lalu. Laura masih bisa melihat bayinya walaupun sebagai hantu.

__ADS_1


Javier sudah mendapat rumah sakit terbaik di Korea untuk melakukan perawatan lanjutan & serangkaian operasi. Nyonya Wijayakusuma tetap tinggal di Korea untuk merawat Javier. Sedangkan sisanya kembali ke Surabaya melakukan aktifitas seperti semula.


__ADS_2