
Suasane lingkungan Kampus sudah ramai mahasiswa. Parkiran mulai penuh, Nampin & Senior Song datang bersama. Diandra sudah berada di Aula menunggu kedatangan sahabatnya. Devi juga hari ini wisuda bersama dengan Diandra. Tampak keduanya sangat cantik.
"Kak Nampin sangat serasi dengan Senior Song, ternyata Senior Song sudah ganti model rambut bahkan dicat juga. Tampannya." Decap kagum Devi.
"Akhir-akhir ini Diandra & Nampin melakukan perawatan ketika senggang jadi tidak salahnya aku merawat anugrah Tuhan. Kalian baru sadar bukan kalo aku lajang berkwalitas hahahaha." Sambil merentangkan kedua tangannya.
"Devi walapung kau telat wisuda selamat ya. Jangan lupa traktir kami 3 putaran ya." Nampin sambil mengelus kepala Devi.
"Dimana Diandra?" Sambil menoleh segala arah.
"Itu Diandra, wah cantik sekali tidak salah Aktor Jung memberikan produk perawatan kecantikan ternyata hasilnya nyata. Tahu begitu aku ikutan kayak Senior Song huufttt. " Devi menggerutu bibirnya mengerucut.
"Diandra mari kita berempat berfoto bersama."Ajak Senior Song.
123....kimchi......
__ADS_1
***
Dikantor Agensi Javier tengah memanggil Manajer Nam Pil Gu untuk mempertanggungjawabkan korupsinya. Agensi menuntut pengembalian dana & menurunkan jabatan. Nam Pil Gu memohon sambil bersujud akan membayar lunas kerugiannya. Rita yang mengetahui hal tersebut mengalami pendarahan.
"Sayang, aku sudah tidak punya biaya lagi. Bagaimana kalo kita pinjam uang dari Nona Dae Yoo?" Rintih Rita meraih tangan kekasihnya.
"Aku sudah mencoba menghubunginya tapi tidak direspon juga. Bukannya Nona Dae Yoo pernah menyuruhmu melakukan kejahatan. Kita bisa mengancamnya kalau tidak mau memberikan uang."
"Percuma, Nona Dae Yoo pernah bercerita kalo Nyonya Jung tidak bisa menerima menantu yang bukan pilihan putranya." Rita menoleh menatap jendela.
"Aku akan menghubungi Tuan Muda Pertama, kau masih menyimpan filenya bukan? Kau mau bersaksi bukan?" Nam Pil Gu memegang erat kedua pundak Rita.
"Tidak masalah Nona Dae Yoo mendepak kita tapi masih ada Tuan Muda pertama yang kaya Raya. Sayang kau cerdas sekali." Nam Pil Gu memegang ponsel Rita lalu mengirim file aslinya.
***
__ADS_1
"Tuan muda ada nomor Korea mengirim pesan masuk berupa foto & video. Lihatlah sepertinya ada yang membantu mengungkap siapa dalang semua ini." Marco menujukkan pada Hansen.
"Sudahlah aku tidak minat lagi membahas masa lalu. Lagi pula aku sudah memberikan Diandra hidup yang layak. Andai pelakunya ditemukan tidak manjamin hubungan kami membaik. Lebih tepatnya perasaan diantara kami masih ada." Hansen melangkah pergi.
"(Tetap saja lain dimulut, lain dihati. Setiap ada kesempatan selalu melihat foto kenangan. Dasar bucin lemah). Baiklah kalo begitu,Tuan Muda hari ini kita akan menghadiri peresmian pabrik kosmetik. Marco mengejar Hansen.
Diam-diam Marco menyuruh anak buahnya menghubungi nomor tersebut lalu melakukan kesepakatan. Tepat seperti dugaan Nam Pil Gu meminta sejumlah uang & bersedia menyerahkan semua bukti. Anak buah Marco menemui Javier untuk meminta ijin agar Han Dae Yoo bertanggungjawab atas perbuatannya. Saat ini Dae Yoo sedang ada proyek drama yang harus diselesaikan.
"Jadi Dae Yoo sudah bertindak jauh untuk merebut simpati Hyung. Aku prihatin sekali seorang artis papan atas harus melakukan perbuatan rendah seperti itu. Lalu dimana keberadaan kekasih Hyung sekarang? Javier bertanya pada anak buah Marco.
"Maaf Tuan Muda, kami tidak bisa melacak keberadaannya. Hanya saja Tuan Hansen sudah enggan menanggapi lagi isu itu."
"Aku ingin lihat fotonya, apa ada? " Javier mengagungkan tangannya.
Betapa terkejutnya ternyata Diandralah yang berada di foto tersebut. Selama ini dia berpikir kalau Diandra hanya sebatas pelayan dirumah kakaknya ternyata lebih dari itu. Pengawal itu juga menyerahkan secarik surat & kartu debit. Javier menyimpannya dalam laci lalu menyakan dimana keberadaan Diandra.
__ADS_1
"Kau ada dimana? Aku sekarang akan menyusulmu! " Javier berjalan terburu-buru dengan bicara melalui ponselnya.
Javier pergi dengan tergesa-gesa lalu melajukan mobilnya. Pengawal tadi mengikuti Javier itupun tak ingin kehilangan jejak. Mereka ingin tahu apa yang akan dilakukan Tuan Muda kedua.