
Dari teras belakang rumah, Mei Chuan menyedihkan teh teratai untuk Mark Zhan. Keduanya baru saja mulai berbincang-bincang serius. Hal ini menyangkut Eric, rencananya Mark akan mengundang makan malam Megumi. Hal ini tentu tidak membuat Mei Chuan senang. Karena dia berharap yang memperoleh kesempatan ini adalah Demian. Putra kandungnya sendiri, bukan Eric.
“Kapan Eric pulang?”
“Dia tidak akan pulang, kamarnya dipakai Lilian.”
“Anak itu, apa dirumah ini kekurangan kamar tidur untuknya. Kenapa Lilian bisa menempati kamar Eric? “ Dengan malas Mei Chuan menjawab.
“Dia mengamuk, kakinya di jahit Eric saat dia pingsan. Kamarnya sedang di renovasi, aku sudah membujuk Lilian tapi dia tidak mau pindah dari kamar Eric. “
“Suruh Eric pulang besok malam, Megumi dan ayahnya akan kesini untuk makan malam. Soal Lilian kau urus saja putrimu itu.” Mark membuka koran ekonomi dan politik langganannya.
Mei Chuan pergi meninggalkan Mark, dia jengah jika Mark selalu memprioritaskan Eric. Dia takut posisi Demian tergeser sebagai ahli waris. Karena menurut silsilah, anak sulung memiliki jatah warisan lebih banyak. Dan dari hasil perceraian dengan Vivian ada harta yang berupa saham atas nama Eric.
“Ibu,” sapa Lilian saat tiba di rumah.
“Bagaimana hasil pemeriksaannya?” Putrinya yang duduk di kursi roda itu cemberut.
“Baik, tapi aku bertemu dengan kak Eric. Dia bersama wanita lain, sepertinya ibu harus mengurus pengajuan kerja magangku di sana” bujuk Lilian.
“Asal kau bisa membujuk Eric pulang besok malam, ibu akan memasukkanmu di posisi penting.”
“Ada apa besok?”
“Megumi akan datang untuk jamuan makan malam. Ayahmu sudah bertitah, jika kita menolak maka dia marah.”
Meremas-remas pahanya, belum hilang cemburu dengan Zivara. Sekarang ada lagi Megumi, yang juga teman Eric sewaktu kuliah. Kenapa harus secepat ini, saat dirinya belum bisa mendapat perhatian dari Eric.
“Nanti aku coba bu, tapi aku mau tidur dulu. Kepalaku pusing bau rumah sakit.” Ia memegangi pelipis kepalanya. Jason mendorong kursi roda Lilian menuju kamar Eric.
***APARTEMEN JASON***
Seandainya Putri Zhan itu bisa bersikap baik dan ramah. Jason mungkin akan betah bekerja, mau mengajukan pengunduran diri sudah tanda tangan kontrak. Pusing penat pekerjaan, Jason mengundang Zivara di apartemen. Zivara dengan senang hati menyanggupi permintaan Jason. Mereka saling bertukar cerita tentang pekerjaan yang akhir-akhir ini dilakoni.
__ADS_1
“Apa kau merindukanku?” Jason menatap tajam Zivara yang tengan menikmati hidangan malam.
“Iya, tapi kau seolah membuangku begitu saja.” Mengiris daging dengan kesal.
“Tinggalah disini, aku kesepian.” Mencium tangan Zivara sebagai permohonan.
“Apa kau bercanda, kita bukan pasangan kenapa aku harus tinggal disini?”
“Jangan menolakku, lebih baik kau tinggal disini daripada di asrama yang sempit. Sekarang gajiku sudah tinggi, aku sudah perlu mengkhawatirkan kekurangan uang lagi.” Merebahkan tubuhnya di sofa.
“Berikan aku waktu untuk berpikir, karena aku tinggal dengan temanku. Selama ini dia yang selalu menemaniku.” Jason memeluk tubuh Zivara yang duduk dilantai depan sofa.
“Baiklah, tapi malam ini menginaplah disini. Hariku sedang buruk, anak majikanku berulah. Aku butuh ketenangan untuk menghadapi esok hari.” Zivara mengirim pesan untuk Irene kalau malam ini tidak pulang, alasan lembur kerja.
*** APARTEMEN ERIC ZHAN ***
Aroma hidangan semerbak menyeruak, menggugah selera. Perut lapar pun ingin segera menyantap hidangan nikmat itu. Ternyata paman Wang memasak hidangan Thailand.
“Tuan muda pasti lelah bekerja, oleh karena itu aku memasak makanan Thailand ini. Nikmatilah selagi panas.” Paman Wang mengambilkan nasi untuk Eric.
“Hari ini Lilian mendatangiku di rumah sakit, juga gadis yang kuantar pulang. Dia mengembalikan baju kotorku yang dibungkus kado. Hahaha lucu sekali, “ Eric merasa geli dengan perempuan yang mencoba mendekatinya.
“Nona Megumi dan Menteri Kesehatan hari ini berada di Beijing. Apa tuan muda sudah tahu?” Tiba-tiba Eric menghentikan suapan nasinya.
“Aku mau mandi dulu, kau makan sendiri saja. Rasanya aku mengantuk sekali hoooaammbb.” Eric tak bersemangat jika membahas Megumi.
Padahal nona Megumi adalah pilihan yang cocok. Sudah tujuh tahun bertunangan tapi merasa asing saja. Padahal sejak kuliah mereka sangat dekan ( gumam paman Wang).
*** KEDIAMAN ZHAN ***
Mei Chuan mencegat Demian yang akan pulang dari kantor. Dia ingin Demian besok malam mengosongkan kegiatannya dan ikut makan malam dengan tunangan Eric.
“Kenapa harus aku, Megumi kan tunangan kak Eric. Aku tidak mau menjadi perusak hubungan orang.” Tolak Demian.
__ADS_1
“Kau mau Eric menggesermu?” Mei Chuan mempengaruhi putranya.
“Bu, selain Megumi apakah tidak ada lagi gadis yang sejajar dengan keluarga kita. Jangan berpikiran sempit, aku bisa memperoleh gadis yang lebih dari tunangan kak Eric.” Mei Chuan kesal karena Demian menolak idenya.
“Cih, ibu sangat memalukan sekali. Ingin mengumpankan kak Demian, yang jelas-jelas kak Eric sebagai tunangannya tidak tertarik dengan Megumi.” Lilian menguping pembicaraan.
“Diam kau, lebih baik kau pindah kdari kamar Eric. Apa kau tidak malu kalau Megumi datang kesini, sedangkan kau asik tidur di kamar tunangannya.” Lilian kalah berdebat dan memilih pergi.
*
*
*
Setelah mendapat telepon dari Lilian, akhirnya Eric pulang. Eric merasa risih dengan permintaan Lilian. Dia mengancam akan mengamuk dan merusak kamar Eric. Dengan berat hati ia datang untuk jamuan makan malam. Sesuai janji, Mei Chuan akan meluruskan keinginan Lilian.
“Akhirnya kau pulang juga?” Sambut Mei Chuan di ruang keluarga.
“Bu, tidak bisakah kau bersikap dengan kak Eric yang sudah menolongku.” Bantah Lilian kepada ibunya yang selalu ketus.
“Kak Eric, abaikan perkataan ibu. Kali ini fokus saja dengan tamu istimewa yanh akan datang nanti.” Demian merangkul Eric yang masih berdiri.
Mark yang turun dari tangga itu, melihat anggota keluarganya sudah mengumpul semua. Dia tersenyum puas, acara jamuan makan malam ini akan membahasa kelanjutan hubungan Eric dan Megumi.
Meja makan yang berukuran besar itu penuh dengan berbagai masakan. Ayah Megumi duduk di sebelah Mark,mereka tampak akrab sekali.
“Karena kalian sudah berkumpul semuanya, aku akan mengumumkan bahwa. Tahun ini aku akan maju sebagai kandidat Pemilu. Jadi aku membutuhkan dukungan kalian semua. Termasuk Eric, aku minta kalian segera menikah.”
“Ayah, aku sedang sibuk meniti karir. Belum mampu menjadi pemimpin keluarga. Tapi jika ayah minta bantuanku untuk mendukung. Pasti aku akan mendukung dengan caraku sendiri.”
“Tapi kalian sudah tujuh tahun bertunangan. Usia putriku juga semakin tua, kami ingin memiliki cucu. Dan ayahmu membutuhkan dukungan kuat untuk maju pemilu.” Ayah Megumi mendesak Eric.
Eric terdiam tak mampu lagi berkata-kata, hanya karena dulu Megumi bersahabat baik. Lalu dari kalangan pejabat, Mark dengan cepat menyimpulkan status hubungan sahabat menjadi tunangan.
__ADS_1