LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
58. DALAM PANTUAN


__ADS_3

"Aku berada di Universitas wisuda, lokasinya aku kirim lewat GPS." Diandra dalam sambungan telepon Javier.


Javier turun dari mobil mencari keberadaan Diandra, dia memakai kacamata hitam & topi menutupi wajahnya. Ketika melihat Diandra dari jauh perasaan Javier campur aduk. Saat ini Diandra & Hansen sudah putus. Jadi tidak ada alasan lagi menunda mengungkapkan perasaannya.


"Selamat wisuda Diandra, kau cantik sekali memakai baju Indonesia ini." Javier memeluk Diandra.


Ketiga sahabatnya terbelalak melihat adegan romantis tersebut. Diandra hanya terdiam tanpa suara. Javier memeluk erat tubuh ramping Diandra dalam balutan kebaya warna nude.


"Lepaskan, kau membuatku sulit bernafas uhuk uhuk. " Diandra melepaskan pelukan Javier.


"Maaf, aku terlalu senang. Hari ini kalian aku undang ke Mansion pribadiku. Kita akan berpesta merayakan wisuda Diandra." Javier menggandeng tangan Diandra berjalan meninggalkan Aula yang penuh orang.


Dari kejauhan pengawal Marco memotret kejadian tersebut. Bahkan Marco menunjukkan foto tersebut kepada Hansen. Tanpa ekspresi & menoleh keluar jendela.


***


Lokasi pabrik kosmetik sudah ramai karyawan & tamu undangan. Tuan & Nyonya Wijayakusuma tengah berbincang dengan seorang gadis cantik. Dia bernama Almira yang didapuk menjadi Duta mewakili produk kecantikan.

__ADS_1


"Selain masih muda & cantik ternyata Almira juga memiliki karir yang cemerlang." Puji Nyonya Wijayakusuma.


"Terimaksih Nyonya, saya merasa tersanjung." Almira menunduk sopan.


"Perkenalkan ini Hansen Wakil CEO & putra pertamaku. Dia masih lajang silahkan kalian berbincang-bincang." Tuan Wijayakusuma merangkul pergi bersama istrinya menyapa tamu lainnya.


Marco yang berada didekat Hansen memberitahukan agar segera mengambil tempat duduk yang sudah disiapkan. Hansen duduknya diatur disebelah Almira. Sontak pemandangan ini menjadi bahan gosip wartawan yang berada disana. Hansen yang menebarkan senyum selama acara juga meninggalkan kesan seolah dia nyaman berada didekat Almira.


"Almira semoga kau tidak risih duduk disebelahku." Hansen membisik ditelinga Almira.


"Saya sangat tersanjung bisa duduk disebelah Tuan Hansen. Saya sudah lama mengidolakan anda. Terimaksih sudah memilih saya sebagai Duta Kometik." Almira membalas berbisik.


***


"Bersulang...... "


"Senior Song jangan mabuk, kasihan kak Nampin kalo membopongmu." Diandra mengambil botol Soju (arak khas Korea).

__ADS_1


"Yah... yahhh Senior Song jangan mabuk tapi kau tertidur dasar ****!"Nampin memukul pipi Senior Song.


"Sudahlah biar Asisten Park antar kalian pulang. Tinggalkan saja mobil kalian disini." Javier melemparkan kunci mobil ke asistennya.


"Maafkan kami Aktor Jung sudah merepotkan. Memang **** Song ini keterlaluan Huh." Nampin memapah tubuh Senior Song.


"Devi apakah kau bisa mengemudi mobil?" Menoleh kearah Devi.


"Sama sekali tidak bisa, lalu kita bagaimana pulang ini sudah malam. Taksi pasti sulit didaerah elit ini." Devi mulai drama.


"Ayo aku antar kalian berdua." Javier mengambil mantel & syal.


Didalam perjalanan Devi tertidur dibangku belakang sambil mendengkur. Javier yang tak lepas menatap Diandra yang hari ini cantik tak henti-hentinya memuji.


"Diandra pakai mantel ini, kebaya ini sangat tipis kau bisa masuk angin." Sambil melingkarkan syal dileher Diandra.


"Akan aku kembalikan nanti, terimaksih untuk hari ini."

__ADS_1


"Sudahlah aku berikan ini cuma-cuma, kau bisa memakainya saat merindukanku. Bangunkan temanmu sebelum air liurnya mengotori jog kulitku hahaha."


Mereka tertawa bersamaan melihat Devi yang berantakan. Pengawal Marco masih mengintai & menfoto kebersamaan Javier & Diandra. Mobil Javier mulai melaju menjauh, sedangkan pengawal itu masih memantau kegiatan Diandra dari dalam mobilnya. Setelah lampu asrama itu padam barulah pengawal tersebut pergi.


__ADS_2