
"Huh sial sekali, niatku bertemu Eric Zhan tapi Tracy Zhan mengacuhkanku. Bertemu dengan Martin pamer karir Hansen yang jadi CEO. Harusnya dulu aku bersabar sedikit saja pasti sekarang jariku ada cincin berlian. Evelyn kau begitu payah membuang berlian demi permata zircon."
Gadis itu melucuti gaun pestanya dan berjalan polos kekamar mandi. Dia membenamkan tubuhnya dibak air yang penuh aroma terapi. Pikirannya terpecah belah antara menjilat Tracy Zhan atau menggoda kembali Hansen. Taipan Zhan adalah pemilik modal dengan sedikit resiko kegagalan. Banyak pebisnis muda yang direkrut menjadi milyarder muda. Setahun terakhir ini Evelyn banyak menghabiskan uang untuk pembukaan butik & mendatangkan bahan dari berbagai manca negara untuk koleksi butiknya. Orang tuanya sudah tidak mau peduli lagi karena Evelyn terlalu meremehkan uang. Ayahnya akan maju menjadi kandidat di Parlemen pasti menghemat biaya pengeluaran demi pencalonan.
"Ah sudahlah, sudah aku putuskan untuk mengejar Eric Zhan walaupun harus menukarnya dengan tubuhku sekaligus tidak masalah. Asal aku bisa membuka butik & ikut festival busana tahunan. Semua krisis ini akan segera berakhir & orang tuaku tidak lagi menekanku kembali pada Hansen." Evelyn bangkit dari bak mandi lalu mengambil handuk komono.
°°°
"Hai Hansen, apakah pestanya sudah selesai?"
"Aku mengantar Almira kekamar untuk istirahat. Tadi dia meminum habis anggur sampai mabuk."
"Jadi dia pikir sirup ya?"
"Iya, gadis-gadis selalu menghabiskan anggur seperti minum sirup."
"Jadi kau tidak menemaninya tidur, bukankah kalian sudah beberapa kali kencan.Kira-kira kalian sudah itu belum?"😁
"Sialan kau Martin, entahlah aku hanya beberapa kali berciuman dengannya. Hal yang normal bukan."😊
"Waw waw kemajuan, lalu apakah dia masih apa sudah kau eheeemmb"
__ADS_1
"Martin, ayo kita bicara di Bar Hotel."
"Okay bro, let's go."
Kedua pria itu berjalan ke sebuah bar yang berada di Hotel. Tidak begitu banyak tamu yang datang karena hotel ini sudah diisi tamu undangan dari Eric Zhan. Hanya beberapa orang yang sudah mabuk berat saja. Selebihnya hanya ada pelayan yang membersihkan meja bekas tamu.
"Mau minum apa? " Hansen.
"Vodka Martini."
"Pelayan pesan dua gelas Vodka Martini."
"Baik tuan." Pelayan.
"Kau pikir?"
"Yah usia kita sudah dewasa & mapan. Pastinya kalau menunda menikah sama juga menunda keinginan orang tua kita menimang cucu."
"Martin, ketahuilah walaupun menikah itu penting tapi komitmen itu tidak main-main. Aku tidak ingin terburu-buru saat ini."
"Apakah Almira tidak mau berhenti menjadi artis. Kebanyakan mereka akan vakum setelah mengurus anaknya lalu kembali lagi berkarir. Mereka pasti merindukan dunia yang membesarkan namanya."
__ADS_1
"Almira adalah gadis yang baik & penurut. Sejauh ini dia tidak banyak meminta hal yang berlebihan bahkan dia menahan diri untuk memilikiku seutuhnya."🙂
"Broo brooo.... jadi kau belum tidur dengannya ya?"
"Beberapa kali aku mencoba berciuman dengannya yang terlintas adalah wajah Diandra. Bahkan aku menyuruhnya mengganti warna rambutnya agar mirip dengan Diandra juga."
"Kau kenapa putus dengan Diandra?"
"Aku tidak mengiyakan dia memutuskanku."
"Apa dia seperti Evelyn yang mengeruk hartamu?"
"Tidak, aku memberinya segalanya tapi tidak serakah seperti Evelyn. Dia bekerja juga di Korea dengan usahanya sendiri. Bahkan dia berhasil menyelesaikan 3 jurusan sekaligus melalui percepatan."
"Sangat menakjubkan, benar-benar handal mirip orang Korea asli. Pekerja keras sampai lupa diri."
"Aku tidak masalah tentang penampilannya yang tk terawat. Yang jadi masalah adalah terlalu banyak wanita yang datang padaku hingga terjadi salah paham."
"Jadi Almira hanya bayangan Diandra saja? "
"Aku tidak berani menyakiti Almira, tapi hatiku benar-benar sudah diambil Diandra tak bersisa untuk wanita lain. Dia sangat mengagumkan bahkan Javier naksir terang-terangan."
__ADS_1
"Waw waw waw..... ayo bersulang bro."🥂