
***
Akhir pekan ini Hansen membawa Diandra ke Kantor DISPERINDUK untuk mengubah status dalan KK-nya. Sengaja berangkat pagi agar mendapat pelayanan awal. Kali ini pergi berdua dengan setelan santai seperti pasangan muda biasanya. Diandra melakukan sesi foto terbaru untuk KTP terbaru. Hansen yang menunggu dengan membaca buku banyak dilirik wanita yang berada diruangan tersebut. Sosok pria tampan sempurna, yang tidak kecanduan ponsel. Diandra menyadari bahwa lelakinya adalah idaman wanita.
"Sayang, ini KTP barumu simpan. Dan lihat kartu KK-ku ada namamu!" Menunjuk jari dikertas.
"(Ya Tuhan.... anggota keluarga baru) Serius sayang? " Diandra kaget.
"Sekarang aku adalah satu-satunya keluargamu, maaf statusmu bisa naik menjadi istri ketika kau sudah kembali dari Korea! "
Diandra terdiam bahwa kekasihnya memikirkan kedepan hubungan mereka. Sedangkan ujian kedepan pasti lebih berat & sulit. Tapi mengapa Tuhan memilih Diandra dari sekian milyar wanita dibumi?
***
__ADS_1
Karena selesai dengan cepat, mereka memutuskan ke Mall untuk melakukan perawatan & belanja kebutuhan Diandra. Hansen tidak ingin kekasihnya kekurangan ataupun menyedihkan dinegara Gingseng tersebut. Sebenarnya Hansen bisa saja menahan kekasihnya.Dia sudah memiliki segala sebagai seorang lelaki mapan.Tapi dia ingin melayakkan Diandra sebagai istri & ibu dari anak-anaknya kelak. Terlebih lagi bisa dibanggakan dikeluarga maupun kolega bisnisnya.
"Sayang, kenapa kita pergi ke showroom mobil mewah? Jangan boros hari ini kita sudah menghabiskan uang banyak, mari pulang saja." Pinta Diandra.
"Masukklah sayang, aku memesan 1 unit mobil SUV untukmu kemudian hari. Ketika kita menikah tidak mungkin memakai sedan bukan? Tenang saja aku akan memodifikasinya untuk bayi. Mungkin mobil ini siap saat kau selesai dari Korea." *Tegas Hansen yakin.
"Aku mau sayang, aku akan sungguh-sungguh bekerja & belajar di Korea agar cepat kembali. Terimakasih sayang, cup*."
"Anakku, maksutnya anakmu sendiri? Anak kita sayang, jangan macam-macam kau. Awas saja berani kubuat kau menyesel!" Hansen kesal membanting pintu mobil.
"Aku membayarnya kontan jadi mobil yang akan datang beberapa bulan baru datang diimpor,tahap modifikasi & pemilihan bahan belum lagi pengerjaan. Perubahan berkas-berkas perubahan akan sangat lama. Sepertinya pas ketika kau selesai dari Korea pengerjaannya. Betapa beruntungnya calon anakku kelak punya ayah hebat sepertiku."
"(Kambuh lagi halunya kekasihku) Iya sayang, dia pasti sangat bangga."
__ADS_1
***
Malam harinya Hansen melihat Diandra mengemasi barang bawaannya dalam koper. Ada perasaan sedih ketika seorang paling istimewa akan pergi jauh. Hansen lalu memeluk & menciumi kekasihnya. Sambil terisak parau suaranya dia mengatakan.
" Diandra, ingatlah kau pergi tidak membawa barang yang tampak dikopermu tapi hatiku satu ini sudah aku serahkan untukmu. Tolong jaga hatiku yang sangat berharga ini. Bahkan bila kau ingin aku akan kesana menjengukmu segera kabari aku!"
"Sayang....hiks...hiks...Saranghaeyo" Diandra membenamkan kepalanya didada kekasihnya.
"Diandra ingatlah ada pria yang bersedia memberikan segala hidupnya untukmu yaitu aku. Jagalah apa yang sudah aku perjuangkan, karena lelaki yang datang padamu belum tentu sehebat cintaku. Jangan pernah berpikir aku memberikan ini cuma-cuma. Bayarlah dengan hidupmu hingga matimu." Hansen mengarahkan tubuh mereka terbaring diranjang untuk tidur.
Malam ini hanya tangisan kesedihan karena sepasang kekasih ini akan berpisah lama. Seperti hutang waktu kelak Hansen berharap agar Diandra bisa berada disisinya membangun keluarga kecilnya. Hansen sedang berusaha menjadi suami & ayah yang bertanggungjawab. Bukan tanpa alasan karena harga diri lelaki bukan dari harta maupun tahta tapi kesetiaan kepada wanitanya.
#NGEMIS LIKE AND SHARE DONG SOBAT BACAKU HEHEHE#
__ADS_1
고마워요......