LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
82. ROMBONGAN TIBA


__ADS_3

*** Depan Pintu Gerbang Villa***


Mereka masih bersitegang satu sama lain karena faktor kelelahan juga. Pada akhirnya mereka duduk beralaskan apa adanya. Fan mulai pasrah menunggu pintu itu dibukakan.


"Wah keren sekali villa milik Direktur Kim ini, benar luas. Tapi malam ini kita tidur disebelah mana ya?" Devi mencari jawaban diantara rombongan.


"Tanyakan saja pada Senior Song, jika kita tidur ditenda lagi. Maka kita buang saja Senior Song dihutan." Nampin menggerutu.


"Hai kau ini memang benar-benar mau kusumpahi sembelit lagi ya Nampin." Ekspresinya Senior Song geram.


"Bukankah kita disuruh menunggu didepan pintu gerbang Villa ini. Karena sebentar lagi putri Direktur Kim menyusul. Barusan di grup chat perusahaan Direktur Kim menambahkan pesannya." Tambah Diandra sambil meletakkan ranselnya ke tanah.


Mulai terlihat sosok orang berjalan kearah mereka semakin mendekat. Tiga orang terdiri dari Jenny, Asisten Park & Javier yang mengenakan kacamata hitam. Asisten Park tampak kewalahan membawa perlengkapan milik Javier & Jenny. Raut wajahnya bagai kuli panggul pasar.


"Ah itu Nona Jenny tiba, hai kesini cepat." Senior Song melambaikan tangannya ke Jenny. Mereka memang sudah akrab karena Senior Song adalah kakak kelas Jenny saat di Universitas.


"Kakak Song, kau sudah lama ya menungguku?" Jenny.


"Tidak, aku baru saja sampai disini. Tapi rombonganku banyak sekali mengeluh ingin tidur. Dasar mahkluk bantal." Melirik Nampin kesal.


"Oh aku lupa perkenalkan temanku ini. Perkenalkan ini Aktor Jung Ing Sung & Asisten Park. Mereka aku undang kesini sebagai tamuku." Jenny dengan bangga memperkenalkan Javier.


"Adik Jenny kami semua sudah mengenal aktor Jung bahkan akh....." Menjerit kesakitan.


Nampin menginjak kuat-kuat Senior Song yang hendak keceplosan. Nampin semakin keras menginjak kakinya.


"Ah kenapa Senior Song?". Jenny tidak menyadari kalau Nampin menginjak kaki Senior Song kuat-kuat. Hanya memegangi tangan Senior Song saja.


"Ah Nona Jenny Senior Song sedang diare. Oleh sebab itu dia begitu kalau sudah diujung pertahanan hahahaha." Devi.


"Oh maaf, kalau begitu aku buka dulu pintu gerbangnya. Ayah & ibuku sedang dipasar membeli bahan untuk pesta nanti malam. Kuncinya aku yang bawa, mari kita masuk. Disini masih bangunan kuno jadi kalian harus terbiasa ya. Tapi jangan kawatir toiletnya sudah direnovasi menjadi modern." Jenny dengam ramah menjelaskan detail villa milik keluarganya.


Javier mengganti posisinya yang berada disamping Jenny. Dia pelan-pelan mendekati Diandra yang berada di buncit rombongan.

__ADS_1


"Ssst... kita bertemu lagi disini. Seperti berjodoh saja denganku." Javier berbisik lirih ditelinga Diandra.


k merespon hanya tersenyum simpul saja. Diandra mengikuti rombongannya masuk.


"Nah untuk kalian tinggalah dikamar tamu ini, silahkan kalian nikmati kamarnya." Jenny mempersilahkan karyawan ayahnya.


"Oppa kau tidur dikamarku saja, sedangkan asisten Park bisa bergabung dengan rombongan kantor ayahku." Menggandeng paksa Javier.


"Hay tapi kamar mereka kan jadi satu bangunan. Pria & wanita berada diruangan yang sama. Bagaimana nanti kalau mereka tidur kan bisa bercampur." Menoleh bangunan tersebut yang ditinggali Senior Song cs.


"Oh disana ada sekat yang bisa menjadi pembatas. Jadi mereka tidak akan tercampur. Desain bangunan kuno kan begitu Oppa." Jenny menjelaskan Javier yang penasaran.


"Tidak, aku ikut dengan mereka saja. Lagipula asisten Park yang mengurus semua keperluanku. Aku tidak bisa berpisah dengannya." Javier memutar balik.


Huft lagi-lagi menjadikanku alasan untuk menghindari Jenny. Tidak bisakah dia sedikit waras saja. Kalau Jenny marah denganku bisa bahaya kedepannya. Asisten Park mengeluh lagi.


Javier memutar balik mengejar rombongan tersebut.


Biar saja kau tidur disana,kalau ada kecoak pasti lari kekamarku. Sudah kusiapkan kamar yang nyaman tapi memilih asisten Park. Dasar Jung Ing Sung tidak peka. Gumam Jenny dalam hati karena rencananya gagal.


"Asisten Pak- Senior Song bolehkah aku bergabung dengan kalian?" Terengah-engah berlari mendekat.


"Bukannya kau memperoleh kamar yang nyaman disana." Senior Song menoleh kearah Jenny.


"Aku lebih nyaman bila asisten Park berada disampingku. Iyakan." Rangkulan intimidasi agar asisten Park menurutinya.


"Aktor Jung apa kau yakin tidur disini bersama kami? " Senior Song meyakinkan lagi.


"Tentu saja, ayoh kita rapikan barang bawaan kita."


Semuanya membongkar barang bawaan mereka masing-masing. Menempatkan dengan rapi lalu keluar menikmati suasana sore. Devi & Nampin sibuk menjelajah kawasan villa. Foto-foto mereka sangat Bagus. Dedaunan yang berubah warna menguning cantik. Serta pepohonan berjajar rapi nan rindang. Diam-diam Javier mengikuti Diandra yang berjalan sendirian. Ternyata Diandra orang yang suka menyendiri tidak heboh dengan keadaan baru disekitarnya.


"Kau mau aku temani?" Javier menawarkan dirinya.

__ADS_1


"Hemmbb." Wajahnya datar.


"Kenapa kau tidak senang aku disini. Maaf, sudah membuatmu tidak nyaman. Aku akan kembali ke Seoul dengan asisten Park. Agar kau tidak merasa risih." Ancam Javier.


"Tunggu, maaf kalau kau berpikir begitu. Tapi aku tidak ingin Nona Jenny cemburu melihat kau bersamaku." Sahut Diandra saat Javier membalikkan badannya


"Oh itu, santailah jangan beranggapan salah. Aku & Jenny hanya rumor saja tidak ada hubungan serius. Kami hanya hubungan kerja saja tidak lebih. Jadi kau tetap mengusirku yah?"


"Apakah kau keberatan jika ku usir. Aku kan hanya bertanya kenapa kau membalikkan fakta." Diandra berjalan tak pedulikan Javier.


"Hai tunggu... aku temani kau ya, disana ada peternakan & cagar budaya setiap sore banyak wisatawan kesana. Lokasinya tidak jauh dari sini." Javier mengiringi jalan bersama Diandra.


"Darimana kau tahu? " Menoleh kewajah Javier.


"Aku pernah kesini sebelumnya untuk keperluan syuting."


"Dengan Nona Jenny juga ya kesininya?"


"Iya, waktu aku mempromosikan tempat ini menjadi kunjungan wisata. Jenny sebagai panterku dalam proyek itu." Mengenang kembali.


"Hubungan kalian sangat akrab, bahkan rumor kedekatan kalian tersebar. Apa benar kalian berkencan selama setahun ini? "


"Ah kau ini seperti baru mengenalku saja. Aku kan memang banyak terlibat proyek kerja sama dengan artis perempuan. Kedepannya kau boleh bekerjasama denganku bila tidak keberatan." 😉 Memercingkan matanya genit.


"Aku mana masuk kategori jajaran wanita cantik. Sedangkan aku menjadi model hanya kecelakaan saja. Itupun kau yang merekomendasikan waktu itu."🙂


"Diandra, kau sebenarnya sudah masuk standar model. Tapi kau tidak percaya diri dengan kemampuanmu. Percayalah padaku jika kau bisa menjadi model terkenal suatu saat. Artis seperti Han Dae Yoo & Kim Jenny melalui proses yang panjang juga."


"Mereka orang Korea asli, sedangkan aku warga Indonesia. Sangat sulit menembus standar oasar Korea yang tinggi."🙃


"Kau bisa menjadi model global yang sifatnya universal. Aku bisa meminta rekomendasi jika kau ingin terjun kedunia keartisan." Ucap Javier bersungguh-sungguh .


Mereka berjalan menyusuri sambil menikmati pemandangan. Sungai yang melintas itu memiliki arus yang tenang. Mereka berhenti disana lalu duduk dikursi.

__ADS_1


__ADS_2