LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
29. SEBUAH BUKTI


__ADS_3

***


Suasana pagi ini sangat genting, Dae yoo memeluk Nyonya Wijayakusuma mendesak agar Hansen bertanggungjawab. Dalam keadaan seperti ini kondisi Dae Yoo sangat diuntungkan. Hansen lantas pergi kekantor dengan kesal & amarah. Dae Yoo merasa senang karena sebentar lagi Hansen akan jadi miliknya.


"Bibi, aku tidak apa-apa bila kak Hansen menendangku kasar. Mungkin dia kaget odhl semalam dia sangat lembut memperlakukanku."


"Dalam situasi ini Hansen adalag putraku, jika dia berbuat salah tolong pahami ya. Mungkin dia kelelahan." Ucap Nyonya Jung menenangkan.


Dae Yoo memutuskan tetap tinggal dirumah Hansen. Akhirnya Nyonya Wijayakusuma menemui suaminya dan menceritakan kejadian yang dilihat pagi ini. Tuan Wijayakusuma berasumsi kalo putranya merasa dijebak sehingga dia begitu marah.


***

__ADS_1


Dikantor Hansen melampiaskan kemarahannya kepada Irene yang diberikan tugas. Sudah pasti terjadi sesuatu yang buruk, usut punya usut Irene datang kerumah Hansen. Benar yang ia dapati adalah seorang gadis cantik Korea. Lalu Irene menanyai satu per satu pelayan rumah itu. Dia tidak melihat Diandra, dari rekaman CCTV Diandra keluar tengah malam dijemput ojol. Dia lantas mencatat plat kendaraan tersebut. Ketika hendak kembali ke kantor seorang pelayan menemukan ponsel & surat. Irene menyimpannya dalam saku blasernya. Dae Yoo yang tidak bisa berbicara bahasa Indonesia hanya memakai bahasa Inggris untuk menyapa. Setelah urusan selesai Irene kembali kekantor.


"Dari mana saja kau jam 3 sore baru kembali. Apa aku menggajimu untuk jalan-jalan? Segera pesankan kamar hotel untukku!"


"Baik Tuan Muda."


"Ambilkan baju & beberapa keperluanku, dan ingat jangan beritahukan keberadaanku!! "


"Apakah tidak ada yang tau dimana Diandra? " Tanya Hansen kepada salah satu pelayan.


"Terakhir kali tuan membawa pulang Nona Dae Yoo. Paginya Diandra sudah tidak ada. "

__ADS_1


"Sial, kenapa aku bisa selengah ini! Suruh sopir menjemput Irene! "


"Baik Tuan muda. "


Irene yang sudah siap dengan segala konsekuensinya memasuki ruang kerja Bosnya. Hansen dengan tatapan tajam seolah kecewa dengan kinerja sekertarisnya.


"Diandra pergi, temukan atau kau terima resiko buruk! "


"Sebenarnya ini yang hendak saya sampaikan, kondisi tuan saat itu sangat tidak terkontrol & beban pekerjaan sangat banyak. Saya menemukan amplop berisi surat & ponsel yang berupa rekaman suara. Silahkan Tuan muda periksa. " Sambil menyodorkan barang milik Diandra.


Irene keluar dari ruang kerja dan menunggu diruang tamu sambil mengerjakan dokumen. Hansen membuka amplop & membaca perlahan setiap goresan pena. Dia menutup mulutnya dengan mata yang berkaca-kaca. Seolah tahu kesakitan yang Diandra alami melihatnya bersama Dae Yoo dalam keadaan mabuk. Dinyalakan ponsel milik Diandra dan didengarkanlah sebuah percakapan antar Diandra & Dae Yoo. Didalam percakapan itu tidak ada yang direkayasa. Hansen semakin frustasi dengan kelanjutan hubungannya dengan Diandra. Bahkan untuk waktu yang lama ia terlalu fokus untuk menghindari Dae Yoo & tekanan dari ibunya. Sehingga dia lupa Diandra pergi tanpa disadari.

__ADS_1


__ADS_2