LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
WANITA DAN ERIC ZHAN


__ADS_3

 LANJUTAN,


“ Lilian, keponakanku. Ada apa dengan kakimu sayang?”


“Hehehe aku hanya melakukan kecerobohan saja bibi Ling, kak Eric yang mengobatiku, “ senyum sumringah Lilian menandakan dia senang diperhatikan Eric.


“Ternyata kau punya bakat menguping pembicaraan ya, bukankah hari ini kau akan ke Kampus. Pergilah dan segera urus surat tugasmu.” Gertak Mei Chuan.


“Iya-iya bu, sukanya menyuruh putrimu saja.” Bibirnya cemberut.


Lilian pergi bersama Jason, tumben sekali Lilian tidak membangkang. Hal ini justru membuat Mei Ling bahwa Lilian tertarik dengan Jason.


“ Kak Chuan, apa kau perhatikan kalau Lilian itu sangat serasi dengan Jason?” Mei Ling melihat Jason mendorong Lilian yang duduk diatas kursi roda.


“Mana mungkin, aku tidak akan sembarangan memberikan restu kepada anakku. Apalagi Jason hanya pengawal baru!” Ketus Mei Chuan


“Oooo,” Mei Ling mengerucutkan bibirnya.


*** RUMAH SAKIT ***


Calon kandidat sudah tiba di rumah sakit, guna melakukan tes kesehatan fisik dan mental. Sebagai dokter baru Megumi hanya berperan membantu saja. Sedangkan Eric sudah mengutus anak buahnya yang berprofesi sebagai dokter. Hari ini akan diumumkan secara resmi dan terbuka siapa saja kandidat yang masuk.


“Dengan ini kami selaku tim dokter dari perwakilan Pemerintah. Mengumumkan bahwa tuan Mark Zhan dari Partai Serikat. Dinyatakan sehat dan layak mengikuti bursa calon Pemilui tahun ini.”


Demikianlah kalimat yang ditunggu-tunggu para pendukung Mark Zhan yang sudah hadir. Memenuhi lobi rumah sakit. Mark memperoleh ucapan selamat dari berbagai pihak. Para pendukungnya merasa optimis jika Mark akan lolos.


Dari kejauhan Eric meliha ayahnya, tampak wajahnya tidak puas.


“Sepertinya kau tidak suka bila paman, terjun ke dunia politik.” Megumi yang berdiri di samping Eric buka suara.


“Tidak, kau salah analisa saja Megumi. Mana mungkin seorang anak tidak bangga pada ayahnya. Aku. Hanya akan mengkhawatirkan kesehatannya saja.” Jelas Eric.


“Oh, begitu ya jadi yang salah hehehe,” goda Megumi tersenyum manja.


“Apa kau sudah memunyai teman disini?” Tanya Eric.

__ADS_1


“Emmbb, sepetinya belum. Aku hanya sedikit bercerita, bila sudah tinggal satu atap dengan tunanganku.” Eric terkejut dengan pengakuan Megumi.


“Kenapa kau ceroboh sekali heeemmm, bagaimana kalau mereka tahu kalau aku sudah bertunangan. Dan ternyata tunanganku bekerja di rumah sakit ini! “


“Eric, kenapa kau sikapmu tidak pernah baik. Kita ini sudah 7 tahun bertunangan. Apa pantas kau berikan seperti pria yang belum terikat.” Memperlihatkan cincin dijari manisnya.


“Megumi, tidak semua laki-laki itu nyaman hubungan asmaranya di publikasi.”


“Kenapa, apa kau takut pamormu di acara televisi turun?” Megumi mengayunkan tangan Eric.


“Sudahlah kau tidak akan mengerti, aku akan kembali bekerja.” Memakai stetoskopnya di leher.


Sudah 7 tahun Megumi bersabar dengan perilaku dingin tunangannya. Jika tidak karena cintanya yang besar, sudah dari dulu Megumi melepaskan Eric.


“Sebal sekali,” menendang kaleng kosong bekas soda.


Klang plug, kaleng itu tepat mengenai kepala orang yang berjalan.


“Aw, aduh kenapa kepalaku di lempar kaleng minuman.” Irene mengusap kepalanya yang benjol.


“Ah, maaf nona aku tadi sedang emosi lalu menendang kaleng bekas ini.” Eric ikut meletakkan tanganya tepat diatas punggung tangan Irene.


Irene masih berhalusinasi, jika lelaki yang memegang tangannya adalah malaikat.


“Kenapa kau melihatku begini, apa kau takut melihatku,” tatapan Mata Irene ke Wajah Eric berhenti.


“Apa kita sudah pernah bertemu sebelumnya?”


“Entahlah, tapi sepertinya kita pernah beberapa kali bertemu. Aku coba ingat-ingat lagi ya.” Berpikir keras ternyat Eric ingat.


“Ah, TOILET hahaha.” Tebakan mereka benar.


“Apa yang kau lakukan disini? “ menunjuk berkas pengajuan lamaran.


“Awalnya aku malas jika harus bekerja di rumah sakit. Temanku memaksaku, karena ada bagian yang kosong. Jadi aku membuat surat lamaran pekerjaan.” Irene melipat form pengajuannya.

__ADS_1


“Coba aku lihat, memang benar rumah sakit ini sedang memerlukan karyawan baru.” Membuka isi forma.


“Tapi aku tidak suka bekerja di kekang dan dalam tekanan. Sebentar lagi aku wisuda, jadi akan kembali ke Indonesia.”


Eric, ingat beberapa waktu Megumi ingin mencari asisten rumah tangga.


“Kau temui aku besok pagi jam 7.” Menulis sebuah alamat di secarik kertas.


“Apa ini?” Melihat tulisan sebuah kawasan hunian elit.


“Sudah datang saja besok, ada pekerjaan yang cocok untukmu. Aku harus memeriksa pasienku lagi, kapan-kapan kita lanjutkan lagi perbincangan kita dadah.”


Ternyata Eric, adalah pria yang ia temui di Toilet 2 kali. Karena sudah tiba di rumah sakit, sekalian jugalah. Mengajak bertemu Zivara, siapa tahu dia kangen dengan Irene.


“Aku pikir kau tidak akan datang, kau kan tidak suka bau rumah sakit.” Celoteh Zivara.


“Aku tidak jadi menyerahkan form lamaran. Baru saja aku bertemu dengan dokter Eric. Ternyata dia bekerja disini. Kenapa kau tak pernah ceritakan hal itu?”


Zivara lantas menutup mulut Irene agar berhenti bicara. Lalu menyeret temennya di sudut yang aman.


“Hai, kenapa kau menyeretku kesini. Memangnya ada masalah apa jika aku bercerita tentang dokter Eric.” Penasaran dengan sikap Zivara yang berlebihan.


“Sssstttt, jangan keras-keras dengan menyebut nama dokter Eric sembarangan disini. Dia adalah idola di rumah sakit ini, banyak pegawai wanita yang mengidolakannya.”


“Jadik mereka sudah tergila-gila ya tepatnya?” Zivara hanya mengangguk.


“Iya, karena aku dulunya masuk komunitas penggemar dokter Eric. Jadi bisa dikatakan, siapapun wanita yang mencoba mendekati dokter Eric. Harus lulus seleksi mereka.”


“Aturan gila macam apa itu, dokter Eric kan manusia bebas. Bukan artis dibawah bayang-bayang siapapun.” Bantah Irene lagi.


“Kau ini benar-benar bodoh ya, kau harus tahu ya. Bahwa, ayah dokter Eric adalah calon kandidat pada Pemilu tahun ini. Apa kau lihat orang-orang yang bergerombol di sana.” Menunjuk lobi utama rumah sakit.


“Iya, memang kenapa?” Melengos kearah yang di tunjukan oleh Zivara.


Ternyata pihak rumah sakit sedang mengadakan pengumuman siapa saja yang lolos kualifikasi.

__ADS_1


“Oh jadi itu alasannya ya, karena kau sudah pindah tempat. Aku ingin bertamu ke tempatmu boleh?”


Zivara sungkan ingin menjawabnya, karena dia tinggal bersama Jason. Jadi dia harus meminta ijin terlebih dahulu untuk memasukkan tamu. Karena Zivara berat memberikan jawaban, maka Irene memberitahukan kalau dia sudah dapat tawaran pekerjaan lain. Tapi Irene tidak memberitahukan dimana jelasnya. Biar jadi rahasia saja, dia cukup ngeri mendengar penjelasan Zivara. Tentang fans fanatik dokter Eric. Itu sudah jelas baginya saat acara seminar dulu. Dia pamit pulang ke Asrama, karena besok sudah ada janji dengan dokter Eric.


__ADS_2