LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
78. HABIS DIBULLY KELUARGA SENDIRI


__ADS_3

"Kau ini terlalu keras kepadanya, dulu kau memberikan segalanya apa yang diminta wanita-wanitamu."😑 Sedikir geram.


"Bu, aku harus memastikan dia mencintaiku lebih dulu bukan dari kekayaan yang aku miliki."


"Tapi kau harus tahu kerja di Korea itu tidak mudah, apalagi biaya hidup disana."


"Tenanglah, aku meninggalkan kartu untuk memenuhi kebutuhannya. Gajinya masih utuh,kelak akan kuarahkan untuk belajar usaha."


"Jadi kau tidak ingin dia menjadi ibu rumah tangga?"


"Tidak, amat sangat disayangkan kalau bakat & kemampuannya tidak diasah. Lagipula aku masih mampu mengajinya. Jika dia menjadi ibu rumah tangga & pekerja pasti sangat melelahkan."


"Tapi tugas utama seorang istri yaitu mengurus keluarga."


"Aku hanya akan memberikan dia masa hiatusnya setelah anak kami berusia 2tahun. Jiwa seorang pekerja akan hampa bila dia dikurung dalam istana. Percayalah bu, aku sangat mengenalnya melebihi dirinya sendiri."🤠


"Baiklah, jangan membebani perempuan melebihi kodratnya. Ibu akan menyiapkan makan siang kesukaanmu."


Kamar tidurnya masih terawat rapi walaupun sudah memiliki rumah sendiri. Foto-fotonya masih berjajar diatas rak bukunya. Piala yang dia kumpulkan dari segala bidan sains & olahraga. Kelak akan ditunjukkan kepada anaknya agar bangga memiliki ayah seperti dirinya.


°°°

__ADS_1


Kantor Wijaya Grup


"Kau sudah lihat belum mantan pacarnya tuan Hansen?" Irene melihat up date status sosial media Diandra.


"Paling standar begitu saja, mana aku lihat." Merebut ponsel milik Irene.


Marco menambahkan komentar 💗💗💗💗💗 padal akun milik Diandra.


"Hai..... kenapa usil sekali sih, kau pikir aku tidak normal. Memberikan emotikon hati sebanyak itu plak." Menampar lengan Marco kesal.


"Awh nenek sihir.... lama tidak dicium lelaki ya keras sekali. Kalau kau cemburu bilang saja langsung padaku." Meringis perih mengusap-usap lengannya.


"Siapa... siapa coba yang cari gara-gara. Pakai akunmu sendiri jangan membajak punyaku."👺


Foto Diandra yang memakai kebaya saat wisuda memang lebih cantik. Marco yang dasarnya memang playboy kakap memiliki perasaan khusus. Pantas saja susah move-on lawan mainnya berarti kok. Marco bergumam dalam hati. Andai saat ini dia tidak hidup bersama dengan Laura yang overprotektif. Marco pasti bisa sedikit leluasa bermain ponsel mengagumi Diandra.


°°°


Kadiaman Wijayakusuma


Dimeja makan ada beberapa masakan yang pernah dihidangkan Diandra. Kenangan manis saat mendapat kado sekaligus hari jadian mereka.

__ADS_1


"Kenapa tidak kau makan masakan ibumu?"


"Apakah masakan ibu tidak menarik? Padahal aku sudah dibantu oleh koki dirumah & Pak Hanafi."😞


"Bukan bu, aku teringat sesuatu itu saja. Mari kita makan."


"Ah... teringat sesuatu ya, sejak kapan kau peduli dengan makanan. Kau kan sama seperti ayahmu hanya bekerja dan bekerja."😉


"Istriku walaupun aku bekerja tetapi masih memperhatikan keluarga kecilku. Kau selalu mengabaikan perhatian kecilku. Hansen kelak katika kau menikah ajarkan istrimu untuk mengenal pekerjaanmu."


"Baik ayah."


"Hansen putraku, kau kan sudah menjadi wakil CEO juga usiamu sangat matang. Apakah kau tidak ingin menikah. Dulu ayahmu saat seusiamu sudah memiliki anak 2. Ayolah nak ibu ingin memiliki cucu."


"Bu, walaupun usiaku matang tapi aku masih seperti usia 25tahunan bukan hahahaha."😅


"Itu karena kau keturunanku yang awet muda inikah hahaha." 🤣


"Lalu karena aku disini yang perutnya buncit & beruban yang cepat tua ya?"😙


"Hahaha ayah terlalu sensitif bu."😅🤣

__ADS_1


"Sayang, jika kau buncit & beruban itu karena kau terlalu lama jadi CEO hahaha."


__ADS_2