LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
32. BERBAIKAN


__ADS_3

***


Waktu sudah memasuki petang, Diandra masih terlelap dalam selimut hangatnya. Hari ini sangat banyak drama membuatnya banyak berpikir. Hubungan apa yang dijalani lalu bagaimana nasibnya seterusnya. Setelah itu dia bangkit menuju kamar mandi. Banyak yang berubah dari kamar tapi baju & pernak-pernik miliknya masih utuh. Diandra membawakan teh jahe Hansen yang memang sedang bekerja diruangannya.


Tok... tok... Diandra membuka pintu dan masuk.


"Tuan muda,silahkan minum tehnya. Hari ini pasti melelahkan. Bolehkah saya bertanya sesuatu?"


"Katakanlah." Sambil menikmati teh.


"Tuan muda ijinkan saya pergi untuk mengurus berkas dokumen,saya sudah lulus ujian & memperoleh pekerjaan."


"Kau mau meninggalkanku? Tidak akan dan jangan pernah bermimpi. Duduklah dipangkuanku!"


"Tuan muda, setelah selesai urusan dokumen saya akan kembali kesini. Saya berjanji atas nama kedua orang tua saya."

__ADS_1


"Aku bisa memberikanmu apapun, tapi kau mau pergi bekerja kemana? "


"Saya sudah diterima diperusahaan yang berada di Korea & tinggal menyerahkan salinan dokumen. Setelah itu masuk asrama di Semarang selama Satu minggu. Tuan ijinkanlah. "


"Berapa lama kontrak kerjanya? "


"Tiga sampai Lima tahun. "


"Apa yang akan kau lakukan saat akhir pekan. Pergi bersantai, belanja, jalan-jalan, mencari kesenengan dengan pria lain?! Diandra jangan membuatku muak. "


Diandra mendekati Hansen yang duduk dikursi kerjanya. Lalu memeluk tubuh kekasihnya. Menjelaskan pelan-pelan tentang prosedur kerjanya. Dia memastikan akan menggunakan akhir pekannya untuk istirahat & melanjutkan pendidikan. Masih banyak bakat yang ingin dia gali. Diandra ingin mempunyai bekal ketrampilan agar tidak bergantung sepenuhnya kepada Hansen.


"Tuan Hansen, terimakasih sudah mengijinkaku pergi. Aku janji akan patuh kepada perintahmu. Soal pria tidak ada lelaki lain yang perlu dikawatirkan. " Diandra memeluk & mencium bibir kekasihnya.


Malam ini Hansen cepat-cepat menyelesaikan pekerjaanya lalu makan malam ditemani Diandra. Didalam kamar Hansen hanya memaikan ponsel ditangannya dengam wajah serius. Entah dengan siapa dia berkomunikasi. Diandra merasa diacuhkan melakukan aksi usilnya dengan menggigit bahu kekasihnya.

__ADS_1


"Ah..... sakit... kau mau memakanku ya? Sebentar lagi ya sayang, aku sedang memberi perintah kepada Irene."


"Perintah? Apakah nona Irene tidak punya keluarga kenapa malam begini masih bekerja? "


"Irene seorang janda, memiliki seorang putri bernama Laila. Ceritanya panjang, saatnya aku memakanmu haaaammmm. "


Hansen menggelitik tubuh Diandra yang kegelian. Suara tawa dalam kamar itupun pecah lalu berubah menjadi suara desahan. Erangan demi erangan bersautan tak beraturan iramanya. Malam ini sepasang kekasih itu mengulangi adegan dewasa yang sangat berbahaya bagi kau jomblo & single disekitarnya.


"Diandra, kelak ketika kau tiba dikorea segera kirim lokasimu & keadaanmu. Jika kau mengalami kesulitan Irene akan membantumu selama di Indonesia. Setiap musim liburan usahakan ijin cuti ada pesawat pribadi milikku yang akan menjemputmu. Bila aku ada kunjungan keKorea kau harus segera menemuiku. Selama disana bekerja & belajarlah dengan sungguh. Ingat jangan berbohong, ceritakan semuanya apapun iru padaku. Aku tidak menyukai kecurangan dalam bentuk apapun. " Perintah Hansen tegas.


"Baik sayang, aku akan merindukan saat-saat seperti ini berada disampingmu. Cup." Diandra mencium pipi Hansen.


"Maafkan aku yang belum bisa membawamu kejenjang lebih atas lagi. Karena aku juga ingin belajar menjadi suami & ayah untuk anak-anak kita kelak. Aku mohon bersabarlah karena aku bener-benar mencintaimu."


"Aku mengerti sayang, selain itu kau juga panutan bagi karyawanmu. Kelak ketika aku sudah menikah dengan sukarela aku berhenti bekerja mengurus keluarga. Tapi biarkan aku mencari jatidiriku dulu."

__ADS_1


"Hemb... aku mengerti walaupun berat. Jangan kelihatan cantik sampai disana atau kubuat kau hamil & menyesal."


Pagi ini Irene mengantarkan Diandra kembali ke Kota Semarang untuk masuk asrma. Sedangkan Hansen masih sibuk mengurusi pekerjaan yang ia abaikan selama masa frustasinya.


__ADS_2