LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
7. JENGUK AYAH


__ADS_3

***


Setelah tiba Hansen menuju kamarnya untuk membersihkan diri, guyuran air membasahi tubuhnya yang lelah. Diandra mengetuk pintu Hansen memberitahukan kalo makan malam sudah siap. Hansen keluar dengan membawa kantong belanja ditangannya.


*Ambilah dan pakai selalu. *


"Apa ini tuan? "


*Jangan sampai hilang, harganya mahal. Bagaimana sekolahmu? *


"Berkat bantuan Tuan Muda semuanya berjalan lancar, Lima bulan lagi ada ujian HRD KOREA bolehkah saya ikut? "


*Tentu saja, jika kau lulus akan q berikan Pasport kau bisa belajar disana. Aku serius. *


"Terimakasih Tuan muda, saya akan bersungguh-sungguh. Ada satu hal lagi Tuan, besok bisakah saya mengunjungi Ayah. Terakhir terimaksih atas kadonya. " Diandra mengakiri makan malamnya dan mulai membereskan perabotan makan.

__ADS_1


***


Pagi hari Diandra sudah berangkat agar tidak terjebak macet. Saat Hansen bangun dari tidurnya dia sudah mendapati sarapan tersaji diatas meja makan. Dia makan dengan malas karena dia ingin liburan ini menghabiskan waktu dengan Diandra. Seharian ini Hansen galau karena Diandra belum mengirim pesan akhirnya dia menuju ruang Gym untuk membentuk otot-ototnya. Hari sudah beranjak siang tapi Diandra belum juga memberikan kabarnya. Perasaan kawatir mulai datang mengoyak ketenangan hatinya. Sedangkan Diandra tengah bercengkrama dengan Ayah & Safira. Mereka begitu akrab & saling melepas rindu. Diandra merasa beruntung karena Safira sangat baik menjaga ayahnya. Safira menjalankan bisnis On line. Setelah makan siang Ayah Diandra mengutarakan keinginannya agar Diandra segera menikah. Apanya menikah? Pacar saja tidak sempat cari. Karena Diandra sudah sibuk bekerja & belajar. Persiapan ujian juga membutuhkan banyak dokumen-dokumen.


"Diandra, maafkan ayah yang membuatmu banyak menderita. Ketika kelak kau akan menikah jangan sembarangan menyerahkan diri & hidupmu."


*Baik ayah, akan aku ingat nasehatmu. Saat ini kesehatan ayah adalah prioritas utamaku. Ayah majikanku sangat baik hati, beliau mendaftarkan sekolah Bahasa Korea & beliau mendukungku. Kemaren beliau juga memberikan aku kado jam tangan ini, lihatlah. *


"Jaga dirimu baik-baik dan ingat kau hanya pelayan bersikaplah sopan jangan bertindak berlebihan. Mungkin umur ayah tidak lama lagi, semoga Tuhan segera mempertemukan jodohmu putriku. "


***


Hansen sudah berdiri dihalaman rumahnya sambil meyiram bunga, bukan diluar kebiasaan. Ini merupakan alibi Hansen karena cemas kenapa Diandra tidak mengirim pesan.


*Apa yang sedang Tuan muda lakukan disini? Masuklah, sebentar lagi saya akan menyiapkan makan malam.*

__ADS_1


"Darimana sajakau? Kenapa tidak mengirin pesan, apa quotamu habis? Apa kau melupakan majikanmu ini? Masih baik ingat pulang!" Hansen mulai kesal .


*Maafkan saya Tuan Muda kelak saya akan mengirim pesan. Mari masuk udara senja mulai dingin *


"Aku tidak selera makan, dari siang aku kelaparan. Lekas ganti bajumu kita makan diluar. Menyiksa majikan sampai kelaparan bisa ku Denda" Ketus Hansen.


Hansen membunyikan klakson mobilnya berkali-kali supaya Diandra bergegas menyusul. Diandra keluar mengenakan kaos putih & celana jeans navy. Rambutnya digerai dengan poni tipis menutup keningnya. Kali ini Diandra berdandan cantik. Hansen terpukau karena dia bisa melihat tampilan lain pelayannya.


"Kau ini lama sekali, kau pikir aku tidak mau mati apa.Huffttt laparr sekali."


*Maafkan saya tuan muda, saya ingin memperbaiki penampilan supaya tuan muda tidak malu.* Tertunduk pasrah.


Hansen mulai melunak karena Diandra sengaja berdandan untuknya. Yah, untuk Tuan Muda Hansen yang Handsome. Mata Hansen yang melirik melihat Diandra cantik senyum-senyum sendiri, sampai ketika ia mendapati bahwa Diandra hanya memakai sendal jepit karet.


"Hahaha.... kau lucu sekali karena terburu-buru sampai memaki sendal jepit, sebagai permintaan maafku akan aku belikan sendal & sepatu yang layak. Tapi kita makan dulu ya, aku sudah kelaparn. " Tukas Hansen dengan senyum manisnya

__ADS_1


" (Ya.... ampunnn memalukan saja memakai sendal jepit, padahal niatnya mau bikin bangga jatuhnya malu sendiri)." Diandra menggerutu dalam hati.


__ADS_2