
Agensi pagi ini sangat sibuk melayani permintaan foto pasangan Javier & Diandra. Banyak iklan yang datang baik skala Nasional maupun Asia Pasifik. Sebuah tawaran yang menggiurkan dengan upah yang banyak pula. Asisten Park menjemput Diandra sepulang kegiatan jam merias & memasak yang diadakan pusat ketrampilan Korea.
"Nona hari ini pekerjaan sangat banyak, jadi kita harus sedikit mengejar waktu." Asisten Park melajukan mobilnya menuju lokasi.
"Seperti mimpi saja, aku tidak pernah membayangkan ini semua. Bangunkan aku ketika tiba dilokasi. Tubuhku sangat lelah setelah seminggu bekerja & akhir pekan les tambahan." Diandra memejamkan matanya.
Disebuah studio berukuran besar sudah diatur tema untuk iklan & pemotretan. Javier sudah tampan dalam balutan busana yang disponsorinya. Sedang sibuk berdiskusi dengan beberapa kru, hanya sesekali melemparkan senyum manisnya.
"Huft... aku gugup sekali, tak kukira untuk iklan & pemotretan sangat melelahkan." Diandra mengecek penampilannya.
"Hari ini kita akan lelah, aku harap bisa berjalan lancar. Kelak kau bisa menjadi model terkenal, jalan menjadi artis akan mudah bila kau bersungguh-sungguh." Javier mendekati Diandra dari belakang.
"Kau mengagetkanku." Diandra memegangi dadanya.
"Andai aku tidak terikat kontrak dilarang menikah selama beberapa tahun. Hari ini pasti jadi foto pernikahan. Ah... kau terlalu memikat hingga aku terpikat." Javier menggandeng Diandra keluar ruangan rias.
***
Hansen benar-benar menikmati kebersamaannya dengan Almira. Selain sebagai selebritis tanah air yang sedang naik daun. Almira memiliki sikap penurut seperti Diandra. Ketika berada dijakarta mereka kerap menghabiskan waktu bersama. Jadi rumor mereka berkencan berhembus kencang diseluruh negeri ini.
__ADS_1
"Tuan muda kali makan malam romantis, apa perlu saya menyiapkan bunga atau cincin bila perlu?" Marco berjalan mengikuti majikannya.
"Siapkan saja kalung berlian, lalu ucapan selamat ulang tahun." Jawab Hansen sambil berjalan menuju rapat.
"Baiklah kalau begitu hari ini saya bisa pulang lebih awal." Marco sambil memainkan ponselnya.
"Kau mau kemana?" Hansen berhenti langkahnya.
"Aku kalah taruhan dengan Irene, dia memintaku mentraktir konser BTS & menemaninya bersama putrinya." Marco lesu menjawabnya.
"Tumben kau kalah taruhan dengan rivalmu. Cih memang taruhan kalian apa?"
Sepanjang rapat berlangsung Hansen memainkan ponsel hanya beberapa kali memperhatikan rapat. Dia mulai terlihat gusar melihat foto mantan kekasihnya bertebaran di sosial media. Bahkan beberapa bulan setelah berpisah Javier berhasil menaikkan Diandra sebagai model top.
"Katakan pada Javier ulang tahun ayah seret pulang." Hansen membisikkan ketelinga Marco.
"Baik Tuan Muda." Marco mengirim pesan lewat ponselnya.
Setelah rapat selesai Marco kembali melihat ponselnya. Dia sangat terkejut mendapat pesan gambar dari Irene. Foto Javier & Diandra juga menjadi iklan produk kecantikan memakai baju pengantin.
__ADS_1
"Wah.... Benar-benar seperti pasangan pengantin sungguhan. Sangat serasi & sempurna Ups... " Marco menutup mulutnya rapat-rapat.
Hansen yang berjalan didepannya berhenti dan merebut ponsel Marco. Dibacalah pesan dari Irene yang berupa video & foto.
Tarrrr.... Hansen membanting ponsel milik Marco, hancur berkeping-keping dilantai.
"Jangan bermain ponsel ketika bekerja atau ponselmu dihancurkan! " *Sorot tajam mata membunuh Hansen kepada Marco.
"(Ya Tuhan,setelah ponsel Irene kenapa ponselku jadi korban selanjutnya. Ini sih ganti ponsel jalur gosipin mantan majikan huft*).Baik Tuam Muda saya tidak akan bergosip lagi." Marco memunguti ponselnya dilantai.
Seperti karma yang beruntun, kali ini setelah pulang dari tugasnya. Marco membeli ponsel pasangan karena sedang tren dikalangan eksekutif muda.
"(Bukannya aku jomblo ya kenapa beli ponsel pasangan. Bisa-bisanya ikutan tren ponsel pasangan yang dipake Tuan Javier & Nona Diandra ya. Sudahlah untuk berjaga-jaga saja kalo dibanting lagi). Gumam Marco dalam hati selepas dari toko ponsel di Mall. Dia menuju toko perhiasan dilihatnya wajah Diandra mengenakan perhiasan juga.
"Ah sepertinya ini model yang cocok untuk Nona Almira. Lagipulan Tuan muda sudah membuatku jengkel. Sesekali aku kerjaan tidak apa-apa kan pffftt. " Marco berbicara sendiri seperti merencakan serangan balasan atas ponselnya.
"Tuan ini adalah koleksi terbaru & sangat banyak peminatnya. Kami hanya menjual beberapa hari kedepan. Karena stok didatangkan langsung dari Korea." Ucap salah satu pelayan toko perhiasan.
"Tolong bungkuskan 1kalung yang dipakai model itu. Lalu tulis ucapan selamat ulang tahun." Sahut Marco sambil mengeluarkan kartu Debit pembayaran.
__ADS_1