
***
Tampak wajah Ryan memasuki ruangan dengan didampingi ayah Laura. Melihat kondisi Javier yang belum pulih tersebut Ryan membayangkan pasti Tuan Muda tersebut sudah menjalani masa kritis yang berat.
"Tuan perkenalkan nama saya Ryan suami dari Laura orang yang tertabrak mobil anda. Sebelah saya adalah ayah mertua saya bernama Pak Basuki." Ryan memberi salam hormat saat pengenalan.
"Senang berkenalan dengan anda, silahkan duduk. Mari kita berbincang-bincang terlebih dahulu." Laura membangunkan tubuh Javier yang masih diatas ranjang.
"Ada hal penting apa sehingga kami harus diterbangkan jauh sampai ke Singapura?" Lanjut Pak Basuki.
"Sebelumnya maaf tapi aku mohon percayalah kepadaku untuk kali ini saja. Sebenarnya tubuh ini milik Tuan Muda Javier, dia sekangan berdiri didepan jendela memperhatikan kita. Aku terperangkap ditubub Tuan Muda itu karena Tuhan memberikan aku kesempatan terakhir sebelum aku benar-benar lepas dadi dunia ini." Laura menghentikan bicaranya.
__ADS_1
"Maksud Tuan Muda apa saya tidak mengerti. Apakah ada hubungannya dengan Laura istri saya? Ryan memasang mimik muka kebingungan.
"Benar ini ada hubungannya dengan Laura & bayi kalian. Ryan suamiku sebenarnya aku Laura yang meminjam raga Tuan Muda ini. Jadi dengarkanlah perkataanku lalu kau ambil keputusan. Setahun lalu aku menjalin hubungan dengan seorang pria lalu kami melakukan hubungan suami istri. Karena dia sibuk dengan pekerjaannya maka aku berselingkuh denganmu. Oleh karena itu dalam hitungan bulan aku mau kau persunting. Sebenarnya aku menikah denganmu sudah hamil 2 bulan. Tapi karena pacarku berjanji menikahiku setelah memperoleh cuti dari tempatnya bekerja. Karena aku takut ayahku malu maka suatu malam aku memasukkan obat perangsang dalam minumanmu lalu seolah kau memperkosaku. Dan sampaikan maafku pada Namira bekas pacarmu. Karena aku sudah merusak hubungan kalian. Kau boleh melakukan tes DNA untuk membuktikan omonganku ini." Laura menghembuskan nafas panjang hingga terdengar desahannya.
"Tapi kenapa kau tak jujur saja padaku sejak awal, hingga aku mulai jatuh Cinta padamu lalu mencampakkan Namira?" Ryan berdiri beranjak dari sofa.
"Karena aku egois hanya mencari amanku saja. Saat itu yang aku pikirkan adalah bagaimana caranya memperoleh suami & anak dal kandunganku memiliki ayah. Jujur dari hati kecilku masih sangat mencintai Marco ayah kandung bayi kita. Tapi dia terlalu sibuk seolah aku tak penting baginya. Dia akhirnya mencampakkanku setelah memergoki kita selingkuh. Ryan suamiku terimakasih banyak kau sudah banyak berkorban. Dan ayah maafkanlah putrimu ini yang sudah berdosa. Hiks... hikss... " Airmata Javier menetes membasahi pipinya. Tangisan itu milik Laura sebagai penyesalan.
"Jika kau tak percaya bukalah ponselku, paswordnya 1102 temukan keberannya sendiri. Aw" Laura merasakan sakit dipipi Javier .
"Ayah ayo kita pergi dari ruangan ini, dia hanya ingin menghina kita karena sudah memperoleh kompensasi besar." Ryan mengajak ayah mertuanya keluar ruangan dengan kesal.
__ADS_1
"Dasar keterlaluan tidak tahu diri. Kau membuat wajahku yang belum sembuh itu menerima pukulan keras! "Javier murka mengepal kedua tangannya.
"Aku mana tahu kalau Ryan akan menjulurkan bogem mentahnya." Laura menjawab sambil memegangi pipi milik Javier.
"Cih benar saja semasa hidupmu kau sudah merusak hubungan orang. Kau pikir dirimu paling cantik, kau lihat Diandra itu seperti apa. Dia tidak pernah menggoda lelaki, tapi dia bisa membuat lelaki tergila-gila padanya. Walaupun dia memiliki segala yang wanita dambakan." Javier berputar mengelilingi ranjang pasien.
"Itu... karena orang beda-beda jangan kau samakan aku dengan cintamu Diandra. Lagipula Diandra memilih kakakmu." Laura membantingkam diri diranjang itu.
"Hai berhati-hati dengan tubuhku, jika kau merusaknya kubunuh kau dikehidupan selanjutnya." Javier mengancam Laura yang menggunakan tubuhnya.
"Kau pikir aku senang berada ditubuh orang sakit yang cacat ini penuh perban & jahitan."Tiba-tiba tubuh milik Javier kejang-kejang beberapa saat.
__ADS_1
Nyonya Wijayakusuma berteriak melihat putra tersebut sehingga perawat berlarian menuju kamar tersebut.