
*** ADEGAN MEI CHUAN ****
Sekujur tubuh Mei Chuan ngilu dan sakit. Dia tak bisa menggerakkan tubuhnya secara leluasa. Beruntunglah kedua anaknya datang menjenguknyan.
“Ibu, mengapa ayah sangat kejam padamu?” Membantu mendudukan Mei Chuan yang terbaring mulanya.
“Minumlah obat pereda rasa sakit ini, aku akan membersihkan lukanya.” Demian membawa nampan berisi obat-obatan.
“Auh issshh, ayahmu sudah kehilangan akal sehatnya. Kelak kalian tidak boleh jahat dengan pasangan kalian.” Mei Chuan memegangi wajahnya yang memar.
“Aku tidak akan menikah,” ucap Demian yang memegangi wajah ibunya.
“Jangan karena ayahmu kejam kepadaku, lalu kau tidak ingin menikah. Ibu ingin kau menikah, tentu dengan wanita yang sebanding dengan Megumi.” Lilian menahan Demian yang berjalan keluar.
“Bu, jika takdirku harua jatuh Cinta dengan orang gadis miskin apakah kau menolak kuasa Tuhan?”
“Tidak ada kuasa Tuhan tanpa restu orang tua Demian. Baik kau ataupun Lilian, hanya boleh dan harus menikah dengan kalangan yang sepadan. Mengerti! “
“Sepertinya ibu lupa, kalau kami anakmu bukan alat pencetak uangmu. Jika selama ini ibu memperlakukan dengan baik. Mungkin kebetulan saja, kami terlahir dari rahim ibu.” Lilian memutar kursi rodanya.
Kedua anaknya meninggalkan Mei Chuan di kamar sendirian. Dia berpikir keras agar Eric segera diusir dari rumah. Tapi keadaan berbalik, ayah Megumi adalah penolong mulusnya pemilu. Mark sangat membutuhkan banyak dukungan, untuk memenangkan pemilu. Jika Mark berhasil naik ke Parlemen, tentu dia akan menjadi nyonya Dewan terhormat sekaligus istri konglomerat. Sudah puluhan tahun mendampingi Mark, tentu dia tidak mau dibuang. Apalagi Mark berani menyinggung tentang menikah lagi. Tentu ini akan menjadi ancaman serius. Dengan mudah dulu merayu Mark, berhasil menyingkirkan Vivian. Sekarang dia harus bersaing lebih kuat lagi. Eric tidak boleh mendapatkan sepeserpun harta. Semuanya harus jatuh ke tangan Mei Chuan.
*
*
__ADS_1
*
“Aku dengar dari nona Lilian, semalam tuan besar murka.” Jason meracik obat yang dibawa Demian tadi pagi.
“Oh kau ternyata, dimana Lilian? Bukankah kau seharusnya bersamanya setiap waktu, karena dia tanggung jawabmu sekarang.” Mei Chuan terenyuh Jason merawatnya.
“Nona Lilian sedang belajar berjalan normal tanpa kursi roda. Ada perawat dan dokter sedang membimbingnya.” Memberikan gelas berisi air putih dan beberapa butir obat.
Gluk, Mei Chuan meminum obat itu dengan cepat. Jika dia terus-menerua sakit. Mark akan semakin muak dengannya.
“Jason, jika hari ini kau tidak sibuk. Bisakah kau mengantarku ke klinik kecantikan?”
“Tentu saja bisa nyonya, saya akan memberitahu nona Lilian. Kalau hari ini saya akan pergi dengan nyonya.”
“Aku akan bersiap kalau begitu, tunggu aku 30 menit lagi. Kau pergilah, “ Jason mengerti dan keluar kamar Mei Chuan.
“Apa kau pegawai baru disini?” Ucap Mark menilai dari atas sampai bawah.
“Hormat saya tuan besar. Saya adalah pengawal baru disini, nama saya Jason.”
“Hemmbb seleramu bagus juga, tapi sayang kau hanya bekerja mengandalkan kekuatan fisik. Siapa yang merekrutmu?” Dari atas tangga Mei Chuan memperhatikan jika Mark tengah mencecar pertanyaan pada Jason.
“Jason, ayo kita berangkat sekarang. Apa kau sudah menyiapkan mobilnya?” Mei Chuan mengacuhkan Mark yang sedang berinteraksi dengan Jason.
“Kau mau kemana?” Mark meraih tangan Mei Chuan yang memegang tas jinjing.
__ADS_1
“Aku kemana dan dimana, apakah kau harus tahu. Bahkan setelah kau menyiksaku dengan brutal. Kau masih bisa menikmati pestamu bukan. Jadi apa aku salah jika memberikan ruang untuk diriku sendiri agar terlihat waras?” Mark tercengang, begitu lancar Mei Chuan bersilat Lidah.
“Sial, wanita tak tahu diuntung. Sudah tua masih saja bertingkah seperti anak muda. Lihat dirimu itu, bahkan tidak lebih baii dari bibi penjual sayur di pasar hahaha,” Mark naik keatas tangga dengan menertawakan balasan dari Mei Chuan.
“Benar-benar laki-laki tua tak tahu diuntung. Jika tidak menikah denganku dan mendapat dukungan keluargaku. Saat ini kau akan hidup melarat dengan Vivian.” Mei Chuan mengutuk suaminya.
Jason sudah mengklakson Mei Chuan yang tak kunjung keluar rumah. Setelah bunyi ke tiga barulah Mei Chuan keluar rumah. Mobil Mark yang masih terparkir itu menjadi sasaran kemarahan Mei Cuan. Dia menggoreskan body mobil dengan lipstik. Agar ada guratan pada cat mobil Mark. Yang harganya sangat fantastis. Mei Chuan hanya berani melukai benda milik Mark.
*
*
*
\=\= ADEGAN SAMUEL.
Dug, tubuh Samuel terjatuh di lantai, polisi yang berjaga dari luar masuk kedalam. Ditemukan Samuel sudah mengeluarkan busa dari mulutnya dan tubuhnya kejang-kejang. Segara perawat yang siaga di pos jaga berhamburan masuk. Ternyata Samuel mengalami serangan jantung mendadak. Dan terkena stroke separuh. Dia tidak bisa bicara hanya menggerakkan matanya. Yah, Eric hanya melumpuhkan separo tubuh Samuel. Dia manusia kejam, keadilan kadang tidak memberikan hukuman yang seimbang. Masih beruntung hanya tidak bisa bicara. Bibirnya yang pencos dan tangan kanannya sudah cacat. Dia akan hidup sengsara sampai menunggu ajalnya. Anak buah Samuel tidak dibuat semenderita parah. Hanya di hipnotis takut dengan keramaian, sehingga dia nyaman menyendiri dan diam. Bagaimanapun juga di dunia ini, kejahatan pasti menemukan jalannya kembali. Selanjutnya Samuel akan dipindahkan ke sel yang berada di panti jompo. Yang sesuai dengan gejala penyakitnya. Dan anak buah Samuel masuk sel penjara biasa.
__________________________________________________
HOLAV SOBAT READERS DAN AUTHOR?
MAKASIH YA UDAH BACA DAN NGEDUKUNG NOVEL PERTAMAKU. JUJUR AKU MALU SEKALI DENGAN TULISAN AKU YANH JAUH DARI KATA BAIK. AKU SENDIRI MALU, KETIKA MEMBACA ULANG DARI AWAL. DAN SATU HAL LAGI, BUAT YANG UDAH MASUKIN NOVEL INI DALAM DAFTAR FAVORIT KALIAN. AKU TERHARU, RASANYA INGIN AKU MEMBALAS KOMENAN KALIAN. KALIAN SEMUA CINTA PERTAMAKU, JADI TETAP JADI YANGTERBAIK YA.
SALAM
__ADS_1
AUTHOR-NIM,
VITAMIN A