LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
52. MARI KITA PUTUS SAJA


__ADS_3

***


Tepat didepan pintu ruangan VVIP tersebut Diandra berdiri mematung. Antara ragu & takut melihat fakta yang sebenarnya. Tetapi perkataan Dae Yoo sangat mengacaukan kepercayaannya terhadap Hansen. Tiba-tiba pintu terbuka, Javier & asistennya membopong tubuh Hansen. Diandra terbelalak seolah tak percaya dari dalam terdapat banyak wanita cantik & berpakian sexy. Javier lebih kaget lagi ternyata alasannya ingin cepat kembali ke Indonesia ada didepan matanya.


"Kau, apakah benar kau Diandra yang bekerja dirumah Hyungku dulu? " Javier terkejut.


"Apakabar Tuan muda lama tidak berjumpa, saya permisi dulu." Diandra memalingkan badannya.


Javier memanggil Nam Pil Gu agar menggantikannya membopong Hansen sampai mobil. Javier kemudian berlari & mengejar Diandra.


"Hai... tunggu, ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Tapi berikan ponselmu lebih dulu! " Javier sambil menepuk pundak Diandra.


Javier langsung menyambar ponsel Diandra lalu memasukkan nomonya.

__ADS_1


"Aku sudah menyimpan nomormu, jadi jangan abaikan panggilannya. Aku segera menghubungimu setelah urusanku selesai." Javier berlalu sambil melambaikan tangannya.


Diandra kembali berkumpul bersama teman-temannya. Sepanjang acara dia bersikap biasa saja. Karena masalah pribadinya akan dibicarakan dengan Hansen ketika bertemu.


***


Pagi harinya Diandra dibangunkan oleh dering ponselnya. Ternyata Javier sudah menghubunginya 56x panggilan. Karena Diandra sedang kalut maka diabaikannya saja. Rutinitas kerja berjalan normal, bahkan Hansen belum memberinya kabar lagi. Tiba-tiba ponsel Diandra berdering ternyata pesan gambar & video skandal Hansel. Diandra mengurung diri dalam toilet, dia menangis tanpa suara.


(Kalau aku tau apa yang kau kerjakan dibelakangku seperti ini, makan kau tidak pantas lagi aku patuhi.) Diandra mengusap air matanya lalu mengirimi pesan ke Hansen kapan mereka bisa bertemu. Ponsel Diandra berdering kembali kali ini dari Javier.


"Aku Javier, bisakah kita bertemu. Kau tinggal dimana aku akan menjemputmu. Tenang saja aku tidak akan berniat buruk. Ada kado yang ingin aku berikan sebelum berangkat Wamil." Desak Javier


"Maaf tuan, untuk saat ini aku belum tahu kapan. Saat ini aku sibuk, kalau aku ke Seoul saja kita bertemu." Lantas Diandra menutup penggilannya.

__ADS_1


Hansen sudah menunggu di apartemen Diandra, hingga tertidur disofa. Diandra yang mendapati Hansenpun acuh melewatinya. Setelah menyiapkan makan malam dan hendak menyantapnya barulah Hansen terbangun.


'Kau kenapa tidak membangunkanku, humm aroma masakan ini sepertinya lezat." Hansen memakan dengan lahap.


"Tuan muda, mari kita akhiri hubungan ini. Aku tidak ingin kesehatan mentalku rusak." Diandra menyodorkan ponselnya sambil menunjukkan bukti perselingkuhan.


Clang... suara sumpit & sendok dibanting dipiring Diandra.


"Darimana kau dapatkan ini!! Jadi ini alasanmu tiba-tiba mencampakkanku?? Hansen mulai geram berdiri dari kursinya.


"Aku tidak bisa kompromi lagi, bukti sudah ada. Tadi malam aku berada di diskotek melihatmu mabuk berat. Didalamnya ada banyak wanita yang sama. Juga Nona Dae yoo sudah mengakui semuanya kalau kau sudah tidur dengannya. Bahkan aku lihat Nyonya Wijayakusuma sangat erat memeluk Nona Han Dae Yoo. Jadi sebaiknya kita kembali keposisi masing-masing saja." Diandra memasuki kamarnya lalu mengunci pintu. Menangis dibawah selimut.


Dari meja makan terdengar suara perabotan yang dirusak Hansen. Diandra ketiduran karena lelah menangis. Pagi harinya ruangan itu hancur berantakan & ponselnya pecah terbanting.

__ADS_1


(Dasar laki-laki sudah bersalah belum puas merusak perabotan. Terpaksa harus ganti ponsel baru, rusaknya parah begini hih). Diandra memunguti bekas pecahan keramik & kaca yang berserakan dilantai.


__ADS_2