
***
Hansen tiba di Mansion Javier tanpa menyapa anggota keluarga yang sedang berkumpul. Nyonya Wijayakusuma yang melihat perangai buruk putranya pun lantas menyusul kekamar. Didalam kamar terdengar suara hentakan benda. Betapa kaget mendapati putranya tengah mengemasi baju dalam koper.
"Nak, apa yang terjadi kenapa kau kesal. Mengapa tiba-tiba mengemasi bajumu. Kau mau kemana?"Bicara mendekat.
"Bu, aku hanya bertanya sekali jawablah jujur. Apakah benar kau menemui Dae Yoo diam-diam dibelakangku?"
"Iya, lalu apa hubungannya dengan amarahmu ini. Ibu minta maaf kalau sudah menyinggungmu putraku."
"Apa ibu tidak tahu dulu Dae Yoo menjebakku, kali ini dia mengirim foto kami tengah tidur diranjang & video pesta bersama Agensi Javier. Aku kembali pulang dulu, sampaikan maafku pada ayah & Javier. " Hansen pergi dengan membawa kopernya.
Nyonya Wijayakusuma terpukul berat, karena dia berpikir Dae Yoo tidak akan berbuat senekat ini. Terakhir bertemu Nyonya Wijayakusuma menyerahkan donasi untuk Yayasan. Tidak ada pembahasan lain.
"Eomma, ada apa denga hyung kenpa dia begitu kesal & membawa koper?" Tanya Javier penasaran.
"Sepertinya kau harus memanggil Dae Yoo kesini menjelaskan masalah sebenarnya. Ibu kawatir keadaan kakakmu dia tidak pernah bersikap seperti ini. Ouwh... " Sambil memegangi kepalanya.
Tuan Wijayakusuma menelepon asisten pribadinya yang berada di Indonesia.
"Suruh Irene mengawasi Hansen, segera cari tahu apa penyebabnya!"
"Baik Tuan." Jawab Marco.
***
Javier ijin pergi syuting didaerah Myeongdong untuk keperluan iklan. Diwaktu yang bersamaan pula Diandra pergi mencari ponsel bersama kak Nampin & Senior Song.
"Lihat disana ada kerumunan orang pasti ada syuting. " Seru Nampin sambil menunjuk arah.
__ADS_1
"Aigo.... itu Jung Ing Sung aktor idolaku yang selesai Wamil. Ayo kesana" Senior Song berhamburan mendekati lokasi syuting.
Setelah istirahat syuting Javier duduk dikursi sambil melayani foto penggemar yang antri. Giliran Senior Song yang sudah ngebet antrian menggandeng dua rekan kerja perempuannya.
"Aktor Jung, bolehkah aku berfoto denganmu beberapa saja." Senior Song memasang wajah bayi imut.
"Tentu saja, mari kita berfoto yang Bagus."
"Terimakasih Aktor Jung, Nampin & Diandra giliran kalian." Senior Song memaksa memfoto.
"Kali ini kita berjodoh lagi, selesai syuting ajaklah teman-temanmu menemuiku di Cafe Mugonghwa." Javier membisikkan ditelinga Diandra.
Sambil tersenyum tipis Diandra berfoto bersama Javier. Senior Song yang mengupingpun menunggu syuting selesai. Benar Saja Cafe tersebut sudah dipesan khusus oleh Javier. Ponsel Diandra berbunyi sebuah pesan masuk bahwa Javier sudah menunggu disana.
"Akhirnya kalian tiba juga, silahkan duduk & pesan makanan apapun. Aku yang traktir." Sapa Javier sopan.
"A..... selain tampan aktor Jung juga sangat royal pada fans amatiran." Ucap Nampin terharu.
"Aku sebenarnya mengenal Diandra sudah lama. Dan kebetulan selesai Wamil aku bertemu dengannya di Korea. Jadi aku tidak perlu kembali ke Indonesia." Sambil memandangi Diandra penuh perhatian.
Mereka berempat bicara dengan santai. Tidak ada batasan sebagai aktor terkenal & orang biasa. Saling bertukar nomor ponsel agar Javier lebih mudah mengawasi pergerakan Diandra.
"Senior Song senang berjumpa denganmu, selanjutnya ijinkan aku pergi membawa Diandra. Aku pinjam topi & syalmu untuk menyamar." Melepaskan atribut yang masih menempel ditubub Senior Song.
Javier menggandeng Diandra paksa sambil berjalan dikawasan Myeongdong yang terkenal sebagai tempat belanja di Korea.
"Sejak dulu aku ingin kesini dengan gadis impianku. Rasanya seperti mimpi saja kau berada disini. Jangan memanggilku Tuan muda tapi Oppa!" Menoleh Diandra.
"Tapi lepaskan dulu tangan Tuan muda, ups Oppa hahahaha. " Diandra tersenyum akrab.
__ADS_1
"Diandra malam ini kencanlah denganku seperti pasangan muda biasa. Aku ingin menjadi manusia normal, tolong kabulkan permintaanku."
Diandra hanya tersenyum sambil berjalan didepan Javier.
"Hai.. tunggulah aku, jangan tinggalkan aku sendirian." Mengejar Diandra yang sudah menjauh.
"Aku sedang mencari toko ponsel yang sedang diskon apa Oppa tahu? " Tanya Diandra sambil mencari sekitaran.
"Oh ayo ikuti aku, pantas saja tidak bisa dihubungi ternyata kau tidak memakai ponsel ya. Sekalian juga aku ganti ponsel model terbaru. Jadi kita akan punya ponsel pasangan bagaiaman? "
"Uangku tidak cukup untuk seukuran aktor terkenal dirimu Oppa." Diandra meledek.
"Sudah diputuskan ini kencan ala orang biasa pertamaku. Sebagai hadiahnya kita beli ponsel pasangan. Aku yang bayar, jangan menolak." Javier mengacak-acak rambut Diandra.
Orang yang lewat memperhatikan polah manis Javier itu. Diandra malu lalu berlari kecil sambil menutupi wajahnya.
"Nah... Bagus sekali ponselnya, sempurna untuk pasangan kencanku. Ini nomor ponsel barumu sudah dimasukkan. Jangan lupa hubungi aku selalu." Javier menyerahkan ponsel keluaran terbaru.
"Terimakasih Oppa, ini terlalu mahal untukku."
"Diandra, sebenarnya ini tidak seberapa yang ingin aku berikan padamu. Andai dulu aku punya kesempatan mengenalmu pasti aku bisa memberikan hal lebih dari ini." Javier mengangkat ponselnya lalu memotret Diandra.
"Ah... apa itu tadi? Aku jelek bisa merusak kamera ponselmu" Diandra tersipu malu.
"Aku akan menyimpannya setiap saat bisa melihat wajahmu. Aku antar kau kembali ke Apartemennya, malam sudah larut tidak baik untuk kesehatan."
Javier pribadi yang hangat jadi mudah mencairkan suasana. Didalam mobil Asisten Javier hanya sesekali melirik lewat kaca spion. Javier & Diandra masih asik berbincang tentang aplikasi dalam ponsel mereka. Javier mengantar Diandra sampai didepan pintu lalu pamit pulang kembali ke Seoul
__ADS_1
TERIMAKASIH SAYA UCAPKAN UNTUK PEMBACA YANG SETIA & SUDAH LIKE. 사랑해요......