LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
21. PROFESI BARU


__ADS_3

***


Setelah Tiga hari dirawat intensif kondisi Diandra sudah membaik. Hansen hanya pergi ke kantor lalu kembali merawat Diandra. Ketika Hansen merawat Diandra dia mengerti bahwa pesan & panggilannya tidak dijawab.


"Sayang makanlah sup ini selagi hangat. Aaaa... " Hansen menyuapi Diandra dengan penuh kasih sayang.


*Tuan, maaf aku merepotkanmu selama ini. Maafkan aku yang tidak berguna.*


"Sayang, lekaslah sembuh. Kau tidak ingin melihat oleh-oleh yang aku bawakan kerumah? "


*Iya, aku mau. *


"Manisnya kalau menurut begini, cup. " Hansen lega sambil menciun kening Diandra.

__ADS_1


*Tuan, bolehkah aku menyelesaikan urusanku yang tertunda selama sakit. Seperti biaya rumah sakit, pemakaman dll.* Pinta Diandra.


"Aku sudah menyuruh Irene menyelesaikan semuanya bersama Safira. Kau fokuslah sembuh, Karena disini aku tidak leluasa."


(Mati aku, kalo Tuan muda melunasi semua tagihan & hutangku bisa 10 tahun tidak gajian hiks) gumam Diandra dalam hati gelisah.


"Sayang, kenapa termenung?ada yang sakit? "


*Tidak tuan muda, berapa total hutangku yang harus aku bayar ini. Sedangkan aku selalu menjadi beban Tuan muda.*


*Tuan Hansen apa yang baru saja kau katakan? Jangan bercanda aku mohon. *


Hansen turun dari ranjang pasien lalu berjongkok. Sambil berkata kepada Diandra untuk menerima cintanya. Sontak Diandra tidak percaya dengan apa yang terjadi ini,dia yang diam-diam suka ternyata bosnya demikian.

__ADS_1


"Diandra sayang, aku mohon terimalah pernyataan cintaku. Semua ini aku lakukan untukmu. Maafkan aku yang tidak ada disampingmu saat terberat hidupmu."


*Tuan apa yang kau sukai dari gadis miskin yatim-piatu ini. Aku hanya memiliki beberapa potong baju usang. Bahkan rumah karduspun aku tak punya. Tuan Hansen tolong jangan bercanda, ini masih pagi. Bangkitlah jangan begitu, ini bukan dirimu. Tuan Hansen aku hanya bisa mengabdi sebagai pelayan dirumah Wijayakusuma. *


Hansen bangkit dan mulai gemas dengan ucapan Diandra. Lalu menciumi Diandra lebih ganas & dalam. Diandra terengah-engah nafasnya mendapat serangan dadakan itu. Lalu memukul dada bidang Hansen yang tampan.


"Diandra apa kau ingin bukti? akan aku buktikan mulai detik ini & seterusnya agar kau percaya padaku."


Hansen keluar dari kamar karena ada Irene menunggu untuk menyerahkan laporan & memberitahukan kalo Diandra sore ini boleh pulang. Irene juga sudah memindahkan makam ayah & ibu Diandra berdampingan. Rumah Safira sudah selesai direnovasi & layak huni. Serta mengganti uang & modal. untuk usaha olshop Safira. Irene mengatakan kalai Diandra tidak memiliki apapun. Mendengar hal itu Hansen bertambah sedih, karena ucapan Diandra tadi dianggap guyonan.


"Baiklah kau sudah bekerja dengan teliti, jagalah rahasia ini dengan nyawamu. Kau siapkan segala keperluan Diandra. Mulai sekarang dia akan tidur dikamarku. Kau mengertikan maksudku." Tegas Hansen.


*Baik Tuan Hansen, saya pamit bertugas kembali.*

__ADS_1


Hansen kembali kekamar Diandra dan kembali duduk disebelah kekasihnya. Seorang perawat masuk memperkenalkan diri yang akan bertugaa merawar Diandra selama masa penyembuhan. Agak berlebihan tapi bagi Hansen ini bentuk cinta berupa perhatian. Diandra sungkan & merasa sudah agak mendingan jika merawat dirinya sendiri. Tapi kalau melawan pasti membuat Hansen marah. Hansen menggandeng Diandra meninggalkan rumah sakit. Didalam mobil kepala Diandra direbahkan didada Hansen agar nyaman. Sopir hanya bisa melirik dari kaca spion.


__ADS_2