
***KANTOR CEO ZENEU***
Percakapan dengan anggota partai sudah selesai. Mereka sudah undur diri dengan kesepakatan yang Tracy ajukan. Samuel adalah orang lama dalam organisasi gelap trah Zhan. Jadi perlu rencana matang yang kuat agar berjalan rapi.
“Keluarlah kak Yanzy, jangan ketiduran disana” celetuk Tracy.
“Hoam...walaupun aku tidur, separuh otakku masih bisa merekam percakapan kalian.”
“Kak Yanzy, pergilah ke Makau secepatnya bersihkan semua uang milik Samuel. Kita akan gunakan hasil kerja kerasmu untuk biaya kampanye! “
“Baiklah Tracy, kau yakin aku tidak perlu berlatih. Karena aku sudah lama tidak bermain judi. “
“Kak Yanzy, berlatihlah dalam imaginasimu sebagai Raja judi. Jika tidak bisa memakai cara licik maka tindaslah lawanmu” Tracy melemparkan senyum kecilnya.
“Lalu siapa yang akan memantau Samuel jika dipindahkan ke rumah sakit? “
Yanzy khawatir kalau Samuel melarikan diri. Dia adalah ketua kelompok mafia harimau putih yanh disegani. Anak buahnya sangat banyak.
“Aku, aku yang akan menjamin Samuel tidak akan lolos masuk ke rumah sakit pusat” mengeluarkan selongsong peluru kimia.
“Apa itu” memegang selongsong peluru kimia buatan.
“Kak Eric memberinya padaku, kekuatannya sebanding dengan granat” mengagumi hasil karya Eric yang mutakhir.
“Jadi kau akan menembakkan ini pada anak buah Samuel? “
“Tidak untuk sekarang, aku mau pergi ada urusan penting” mengusir secara halus.
“Baiklah, aku segara ke Makau” Yanzy keluar kantor CEO.
Tracy pergi menggunakan helikopter untuk mempersingkat waktu perjalanana. Lokasi ibunya sangat jauh & rahasia. Ia sudah biasa mengemudikan kendaraan yang tak biasa ini sendiri. Hanya Eric & Tracy yang tahu lokasi ibunya disembunyikan. Dia tahu betapa berharganya arti ibunya. Jika Mark Zhan tahu ibunya masih hidup pasti akan mengejarnya. Apalagi Mei Chuan yang sekarang menjadi istri Mark Zhan.
***RUMAH SAKIT***
Seorang perawat menyapa Eric yang baru tidak dirumah sakit.
“Selamat pagi dok, nanti sore ada pasien dari tahanan polisi pusat. Kami sedang mengajukan beberapa calon dokter untuknya” menyerahkan laporan.
__ADS_1
“Serahkan saja pada Dokter baru, aku terlalu sibuk untuk seorang kriminal” Eric mengacuhkan perawat tadi.
Memasuki ruangan kerjanya yang masih rapi, jas dokter tergantung rapi dibelakang kursi. Tubuhnya sangat lelah dan mengantuk sekali. Lilian datang lalu membuka pintu ruang kerja Eric secara mengejutkan.
“Kak Eric” mendekatkan tubuhnya dibelakang punggung Eric.
Jarak keduanya sangat dekat bahkan hanya berjarak 10 cm. Lilian menatap tajam wajah Eric dalam-dalam. Dia memperhatikan setiap jengkal bagian tubuh Eric. Melihat perlakuan adik tiri perempuannya membuat risih saja.
“Semalam kenapa tidak pulang? “
“Aku bekerja setelah itu bertemu teman lama” Eric duduk dikursi kerjanya, lalu membuka leptop.
“Kak, jangan mengacuhkanku begini. Aku khawatir semalam kau berada dimana? “
“Apa aku tidak salah mendengar kalimatmu?” Eric masih dingin wajahnya.
“Walaupun kau bukan kakak kandungku tapi kau tetap istimewa juga dihatiku” Lilian duduk dikursi.
Posisi mereka berhadapan seperti pasien & dokter dengan melakukan konsultasi. Eric serius mengecek pekerjaannya sebagai dokter. Karena tidak mungkin dia mengerjakan pekerjaannya yang dia rahasiakan. Terlebih didepan saudari tirinya dia tetap waspada. Lilian sepintas seperti anak manja orang kaya. Tapi kecerdasannya masih bisa diperhitungkan. Sebernarnya Lilian memiliki tujuan apa pagi ini sudah berada dirumah sakit.
“Aku mau mengecek kondisi pasienku, lebih baik kau pulang” memakai jas dokter.
“Tidak usah, keluarlah dari ruanganku. Karena aku mau menguncinya” dengan dingin Eric memutarkan bola matanya.
“Aku akan menunggumu selsai bekerja, ada yang mau aku tunjukkan” Lilian keluar lebih dahulu.
Merepotkan sekali berurusan dengan wanita yang menempel. Eric sangat tidak nyaman dengan wanita. Demi tinggal di kediaman Zhan, maka ditahan sajalah sikap parasit itu.
“Dokter Eric diikuti seorang perempuan cantik siapa ya?”
Para perawat berbisik dengan rekan kerjanya sambil menatap sinis Lilian. Mereka tidak suka jika dokter incaran mereka didekati wanita lain. Walaupun rekan kerja dirumah sakit. Perawatpun juga wanita biasa yang mempunyai perasaan layaknya manusia biasa.
“Kau tahu dia tadi masuk tanpa mengetuk pintu” perawat 1 kesal.
“Benarkah?” perawat 2.
“Lihatlah yang dikenakan semuanya mahal, tasnya saja 10 tahun gajiku kerja disini” perawat 1
__ADS_1
“Sudah pasti dia adalah Putri konglomerat” menebak asal perawat 2
Lilian melihat dan mendengar kedua perawat itu yang sedang menggunjingnya. Rasanya ingin marah lalu membalas tuduhan mereka. Dia ingin memamerkan bahwa dokter Eric adalah kakak lelakinya.
Mereka sangat tajam mulutnya, menganggapku sebagai penggoda. Perlakuan dan omongan buruk kalian akan aku balas lebih berat.
Lilian memutuskan menunggu Eric dari dalam mobilnya. Baru satu jam saja menunggu dia bosan. Lalu ia ia pergi ke sebuah restoran dikawasan kantor pusat Zhan Grup. Lilian meminta saudara laki-lakinya untuk menemaninya minum kopi. Dia menceritakan semuanya kepada saudara kandung lelakinya.
“Kak, apakah kau mempunyai kenalan preman bayaran?”
“Kenapa? Apa ada yang berani mengganggu dirimu?” Demian penasaran.
“Ada beberapa staff perawat dirumah sakit kak Eric bekerja yang menggunjingku” memainkan rambutnya.
“Untuk apa kau kerumah sakit, apa kesehatanmu terganggu?” menyeruput kopi hitam.
“Kesehatan mentalku terganggu, aku ingin dua orang wanita itu merasa dilecehkan sepertiku! “
“Aku tidak berteman dengan orang yang kau maksud. Lebih baik kau cerita saja dengan ibu, mungkin dia akan menasehati perawat itu” imbuh Demian Zhan.
“Ahemmmbb... Sudah aku tebak kakak tidak bisa diandalkan, mobil baru darimu aku kembalikan” melemparkan kunci didepan Demian.
“Kenapa?”
“Niatku ingin pamer lalu mengajak jalan kak Eric. Karena kejadian tadi pagi rasanya mobil itu pembawa sial” memutarkan bola matanya kearah lain.
“Seharusnya kau selesaikan kuliahmu, lalu ajukan magang dirumah sakit. Aku akan membujuk ayah agar menerima rekomendasimu” mengusap kepala tangan Lilian.
“Entahlah, saat ini suasana hatiku sangat buruk” menghembuskan nafasnya dengan panjang.
“Setidaknya kau bisa membalasa perawat yang bergosip tentangmu” memberi saran.
“Kenapa aku tidak meminta ayah untuk memecat mereka saja. Itu lebih mudah & cepat” sebuah ide muncul tiba-tiba.
“Jika kau ingin mengusir lalat buatlah dua alasan. Bertahan dirumah sakit bekerja bagai budak atau keluar tanpa bayaran” Demian menyilangkan kedua tangannya.
“Aku akan pikirkan saran darimu, saat ini aku sedang kesal. Sepertinya aku mau kesalon & membeli beberapa baju baru. Emosi ini mengusik jiwa sosialitaku” menenteng tas jinjingnya lalu meninggalkan cafe tersebut.
__ADS_1
Lilian memang naif & polos, walaupun dari kalangan orang kaya. Tak membuatnya memiliki banyak teman. Hanya kalangan anak pejabat & konglomerat saja. Dia tidak mau menerima artis papan atas. Untuk masuk gengs sosialitanya. Karena dia tahu ayahnya suka berkencan dengan artis. Dia berpikir kalau artis memiliki kekayaan instan. Selain ketenaran & popularitas tidak ada jaminan lagi yang menjanjikan. Kali ini ia akan membalas dendam kepada perawat yang menggunjingnya. Seperti saran Demian, terlebih dahulu dia harus mengatur siasat.