
***
Seperti yang sudah direncanakan Nampim mengajak Diandra kepasar tradisional untuk belanja berbagai kebutuhan. Eit jangan salah disana lebih modern karena ada jarang memakai uang tunai. Labih praktis pakai kartu, selain praktis juga banyak promo. Jajaran lapak & toko-toko rapi & bersih membuat betah cuci mata. Setelah puas berkeliling Nampin mengajak Diandra masak bersama masakan korea lidah Asia tenggara. Datanglah Rita & Devi yang baru kembali dari liburan masing-masing.
"Halo aku Rita, siapa namamu? "
"Aku Diandra. "
"Aku Devi senang berkenalan denganmu, aku lelah mau masuk kekamar silahkan lanjutkan acaranya." Devi nampak kesal lalu masuk kamar.
"Pasti ada masalah dengan pacar koreanya, sudah aku nasehati berkali-kali diabaikan." Kesal Rita.
"Memangnya kenapa Devi dengan pacarnya? " Tanya Nampin penasaran.
__ADS_1
"Dia bebas dalam menjalin hubungan dengan beberapa pria. Terakhir dia berkelahi dengan perempuan di Fakultas saat akhir pekan." Ungkap Rita.
"Bahkan dia menggunakan gajinya hanya untuk permak badannya untuk menarik lawan jenis sampai beda jauh saat baru datang dari Indonesia." Timpal Nampin.
"Padahal disini ada senior Song yang tampan kenapa dia repot-repot mencari lelaki diluaran sana yang brengsek! " Rita mulai kesal.
"Sudah, ayo kita makan kau pasti lapar bukan baru kembali dari Kampus. Kapan kau akan selesai jangan mundur lagi. Ingat kontrak kerjamu akan segera berakhir gunakan waktumu dengan baik." Nampin menasehati Rita.
"Baiklah kak Nampin aku akan bulan depan kalau tesku lancar. Aku perhatikan anak baru ini cantik juga ya, dari kota mana asalmu? " Tanya Rita pada Diandra.
"Tentu saja, ada beberapa Fakultas pilihlah beberapa karena ada subsidi bagi orang asing. Gunakan kesempatan ini selama di Korea agar kelak bisa bekerja di Wijaya Grup. Kau tahukan Wijaya Grup itu banyak bekerjasama dengan perusahaan Asing terutama Korea Selatan." Sambut Rita semangat.
"Mari makan jangan bahas lain dulu perut kalian sudah berisik!" Timpal Nampin.
__ADS_1
***
Kali ini Diandra dianter Rita & Nampim ke Universitas Seoul. Diandra tidak main-main kali ini mengambil jurusan bahasa korea, manajemen bisnis & pemasaran. Karena Diandra ingin membalas ketertinggalan pendidikan yang tidak pernah ia dapatkan selama di Indonesia. Lagipula Hansen memang mendukung baik moril maupun materil. Sudah jelas jalan Diandra tidak kesulitan karena ada Hansen yang mengajarinya saat kesulitan. Beruntunglah punya pasangan yang saling mendukung tidak hanya monoton membicarakan asmara saja.
"Diandra masih ada waktu 1 bulan gunakan belajar dasar-dasarnya dulu. Juga persiapkan fisikmu atur jadwalmu istirahatmu. Ingat kau juga harus bekerja juga kan." Nampin menasehati Diandra.
"Aku lihat Diandra tidak akan menemui banyak kesulitan kecuali susah tidur saja. Dia begitu lancar dalam sesi wawancara tadi. Bahkan aku yang sudah 2tahun masih saja bodoh hahaha." Rita membanyol.
"Terimaksih Kan Nampim & Rita, aku akan bersungguh-sungguh seperti nasehat kalian. Aku juga harus selesai lebih cepat & ingin mengambil kursus ketrampilan." Sahut Diandra.
"Kau ini benar-benar gila Diandra, saat gadis-gadis bermimpi berkencan & menikah kau sibuk dengan pendidikan" Ucap Rita.
"Aku hanya ingin membuat diriku beruntung Rita. " Sahut Diandra.
__ADS_1
Ketiganya berhenti disebuah kafe dekat Universitas seoul. Diandra masuk program mahasiswa terbuka untuk umum. Jadi jadwalnya disesuaikan juga dengan hari libur tempatnya bekerja. Mereka sangat mendukung keputusan Diandra karena semangatnya yang tinggi.