
***
Dikantin Nampin sedang lahap makan, bangku kosong segera Diandra duduki. Merasa kurang puas meledek Senior Song kini giliran Nampin yang diserang juga.
"Kak Nampin, *brukkk. " Diandra menggebrak meja membuat Nampin tersedak.
"Uhukkkk..... uhukkk*... Kau mengagetkanku saja Diandra."
"Aku sudah tahu kejadian waktu kalian sama-sama mabuk. Kak Nampin kau harus tanggungjawab atas senior Song akan menuntutmu." Diandra menyantap mie kedelai hitam (Jjangmyon).
"Kenapa harus aku,dia yang mendekat sendiri. Lagipula situasinya mendukung maka terjadilah kesalahan teknis.Huff malunya aku bertemu dengannya. Diandra kudengar kau sudah kembali ke asrama? Serius." Nampin mendekatkan kepalanya.
"Hal yang kak Nampin alami terjadi padaku juga. Aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami. Oh iya wisudaku kelak datanglah bersama Senior Song." Diandra mengalihkan topik.
***
Langit di Surabaya sangat cerah, Hansen berdiri menatap keluar jendela kaca dari kantornya. Irene masuk menyerahkan dokumen untuk diperiksa. Suasana hati Hansen masih buruk sejak kembali dari Korea. Banyak laporan yang ditunda membuat Irene ditekan oleh Marco asisten pribadi Tuan Wijayakusuma.
"Irene, bisakah aku mengabaikan pekerjaan ini untuk beberapa hari?" Suara Hansen lemah.
__ADS_1
"Maaf tuan muda tapi Marco mendesak kalo tidak segera diselesaikan akan menghambat produktifitas perusahaan." Irene sedikit memaksa.
"Katakan kepada Marco akan aku selesaikan. Irene, aku ingin tinggal di kondominium. Bawakan beberapa potong baju Diandra juga."
"Tuan muda apa yang sebenarnya terjadi? "Irene duduk dikursi mencoba mengorek informasi.
"Huft..Diandra memperoleh pesan gambar bahwa aku & Dae Yoo tidur bersama. Parahnya lagi dia memergoki aku mabuk berat & ada video dengan beberapa wanita. Dia mengatakan kalo ibuku bertemu diam-diam dengan Dae Yoo. Dia beranggapan kalo ibuku merestui hubungan kami." Hansen memukul kepalanya.
"Jika tuan muda merasa tidak melakukan kesalahan apakah sudah menyelidikinya? Maksut saya nona Dae Yoo memang dulu pernah melakukan hal yang sama tapi cara yang berbeda. Karena dulu Tuan Muda melepaskannya jadi dia tak jera."
"Aku hanya menyayangkan sikap Diandra yang memutuskanku. Padahal selama ini aku susah payah menjaga keutuhan hubungan kami. Tetap saja banyak yang ingin merusaknya. Termasuk ibuku ternyata dia menemui Dae Yoo dibelakangku." Hansen merebahkan tubuhnya di sofa panjang.
Marco yang berada diluar menunggu Irene segera menyakan informasi tersebut.
"Apakah dokumen sudah beres?" Tanya Marco.
"Baru beberapa, Tuan Hansen segera menyelesaikannya." Irene berjalan beriringan dengan Marco.
"Katakan padaku yang sebenarnya karena Tuan Wijayakusuma memerintahkanku secara khusus. Beliau mengatakan sikap putranya tempramen sejak di Korea."
__ADS_1
"Tuan Hansen memiliki seorang kekasih yang amat dikasihinya. Sekarang berada di Korea, tetapi hubungan mereka disabotase seorang gadis. Putri kerabat Nyonya Wijayakusuma. Juga seorang artis Korea masih satu Agensi dari Tuan Javier." Irene berhenti sejenak menghela nafas.
"Kenapa berhenti lanjutkan ceritamu, apa kau ingat kisah kegagalanmu berumah tangga?" Marco menoleh Irene.
"Tuan Hansen dulu pernah dijebak oleh Dae Yoo. Lalu kekasihnya diancam akan dibunuh memilih kabur. Mungkin foto itu kejadian waktu silam & mengenai rekaman video itu pasti rekayasa juga. Cih Rumitnya" Irene melirik Marco.
"Sebagai asisten & sekertaris pribadi Tuan Muda kau begitu lambat. Mulai sekarang kau hanya diijinkan mengerjakan urusan kantor. Tuan Wijayakusuma yang memerintahkan ini." Marco dengan sombong melambaikan dokumen.
(Dasar Marco sok hebat,setidaknya aku dulu pernah berhasil menyatukan mereka.) Tertawalah sekarang Tuan Marco, akan aku tunjukkan kompetensasiku mengurus majikanku! Irene berbalik arah berlawanan.
Marco menghadap Tuan Wijayakusuma menyerahkan laporan & menceritakan detail masalah Tuan Muda.
"Marco tolong selamatkan putraku, dia satu-satunya harapan Wijaya Grup. Apapun itu tolong bantu aku kembalikan putraku. Kau tahu bukan kalau aku sangat mencintai putraku." Tuan Wijayakusuma memutar kursinya melihat keluar jendela dengan tatapan kosong.
"Saya mengerti Tuan." Marco keluar ruangan.
Marco memerintahkan anak buahnya pergi ke Korea untuk mencari tahu siapa kekasihnya. Dan memburu dalang kejahatan Cinta anak bos besarnya. Bukan tanpa alasan Marco bersikap sadis. Dia sangat loyal terhadap keluarga Wijayakusuma. Marco dulu adalah anak yang melarikan diri dari perdagangan manusia. Saat itu Hansen berusia 10 tahun sedangkan Marco 5 tahun lebih muda. Hansen sangat baik memperlakukannya seperti adiknya sendiri. Tuan Wijayakusuma juga mengirimnya belajar ke Singapura untuk pendidikan S2.
"(Terkadang yang terlihat sempurna belum tentu bisa bahagia hidupnya bila cintanya terpatahkan)." Gumam Marco meremas ponselnya.
__ADS_1