
***
Semalaman Hansen mengunci diri diruang kerja. Ketika sarapan dia menyuruh untuk membuang baju yang pernah dipakai Dae Yoo. Semuanya yang ada bekas Dae Yoo dibuang atau kalo perlu dibakar. Sebagai seorang pria Hansen masih lemah karena bisa diperdayai seorang wanita licik.
"Mulai hari ini selain Sekertaris Irene dilarang berkunjung! "
"Apakah ini termasuk keluarga maksut saya orangtua tuan muda? "
"Apa kau tuli sehingga harus aku ulangi. "
"Baik Tuan muda. "
"Segera kemasi barang-barangku,mulai hari ini tukang renovasi datang. Ingat jangan sampai barang milik Diandra hilang atau kau kehilangan pekerjaan."
__ADS_1
"Ada lagi Tuan muda? "
"Selebihnya Irene yang akan mengurus. Jika Diandra kembali masukkan kekamarnya lalu kunci. Segera kabari aku jika perlu!"
Hansen mulai tinggal di Kondominium baru, awalnya kondominium itu disiapkan untuk Diandra. Setiap malam Hansen mabuk-mabukan bahkan jarang mengikuti rapat. Untunglah ada Pak Wijayakusuma sebagai pimpinan. Tugas Irene semakin berat karena harus mengurus bosnya yang patah hati, mencari keberadaan Diandra, urusan kantor & renovasi kamar Hansen.
***
Diandra menjual hadiah jam tangan mahal dari Hansen untuk biaya tes & ujian nasional bahasa Korea selama di Semarang. Setelah dinyatakan lulus tahap seleksi tinggal menunggu waktu giliran masuk asrama & terbang ke Korea. Akhirnya Irene mendapat info kalo ojol yang menjemput ialah Raihan. Rutenya menuju rumah Safira. Melihat kondisi Hansen yang mulai tumbuh kumis & jampang. Rambut yang panjang lusuh tak terawat sangat tidak mungkin membawanya menjemput Diandra. Sore itu Irene membawa beberapa pengawal kerumah Safira.
"Tapi Diandra sudah tidak tinggal disini. "
"Saya kurang puas dengan jawaban anda maka jangan salahkan kami jika menggeledah rumah anda secara paksa."
__ADS_1
Beberapa pria berbadan tegap itupun menggeledah setiap cm rumah petak itu, karena tidak menemukan Diandra. Maka Irene menyuruh memporak-porandakan seisi rumah Safira sebagai peringatan. Safira yang ngeri dengan kejadian tersebut lantas menceritakan pengalaman buruk itu. Raihan yang tidak terima ketenangan rumah tangganya dirusak akhirnya memutuskan pindah. Safira menjual rumah tersebut & tinggal dirumah kontrakan. Kali ini Raihan membawa istrinya tinggal menjauh ke Kota Semarang asalnya.
"Dek, mas hanya mampu memberikan rumah kontrak kita. Berjaga-jaga kalo orang-orang jahat itu menemukan kita supaya gampang pindahnya". Ucap Raihan kepada Safira.
"Gak masalah mas, yang terpenting segera hubungi Diandra beritahu keberadaan kita sekarang. Lebih baik dia ikut tinggal bersama kita."
"Besok mas datang & menjemputnya diKostnya."
***
Irene melihat kondisi Bosnya semakin hari semakin parah dengan berat hati melaporkan kalo Diandra sudah tidak di Surabaya lagi. begitu pula Safira sudah pergi entah kemana.
"Tuan muda, lekaslah bangkit dari masalah ini. Aku dulu pernah terpuruk saat tau suamiki berselingkuh dengan wanita lain saat aku hamil. Tuan muda ini hanya salah paham, aku akan berusah mencari Nona Diandra untukmu. Aku berjanji atas nama anakku Laila. "
__ADS_1
Hansen tiba-tiba memeluk Irene dengan linangan airmatanya. Memang patah hati hak segala umat manusia termasuk lelaki. Sambil mengusap pundak bosnya Irene menguatkan hatinya majikannya. Hansen tau saat ini hanya Irene yang tau kepedihan hatinya. Saat ibunya tak memahami anak & Dae Yoo yang mengancam akan membunuh siapapun wanita termasuk Diandra yang mendekati dirinya.