LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
33. PERMINTAAN MAAF


__ADS_3

***


Setiba di Semarang Diandra menuju rumah Safira untuk mengutarakak maksud & tujuan Irene. Karene beberapa waktu lalu sudah bersikap tidak sopan & mengakibatkan kerugian. Diandra menjelaskan kepasa Safira & Raihan agar menerima baik niat Irene kali itu bersama pengawal-pengawal hansen.


"Nona Safira & Tuan Raihan saya selaku sekretaris Tuan Muda Hansen meminta maaf atas perbuatan buruk kami sebelumnya." Irene bersujud mengakui kesalahanya.


"Aku & istriku awalnya mengutuk perbuatan kalian, melihat teman kami Diandra kembali dalam keadaan baik & penyesalanmu yang tulus. Jadi bangkitlah nona." Jawab Raihan bijak.


"Sebelumnya Tuan muda Hansen pernah berbuat baik kepada kami. Hanya beberapa kerusakan yang terjadi. Lagipula kami masih bisa mengontrak & uang sisa penjualan rumah sebagian kami jadikan modal. Kami memaafkan Nona Irene." Senyum Safira mengembang.


"Terimakasih Nona Safira & Tuan Hansen, saya tidak akan gegabah lagi. Saya bertidak demikian juga menyesal. Tuan Muda Hansen akan berkunjung & meminta maaf secara langsung saat Nona Diandra selesai karantina asrama. Mohon terima niat baik Tuan kami."


"Tentu saja, kami bukanlah pendendam. Kami tahu bagaimana perasaan sepasang kekasih yang terpisah karena kesalah pahaman." Safira menambahakan.


"Jadi nona sudah tau semuanya?" Tanya keluh Irene.

__ADS_1


"Diandra sudah seperti keluarga,dia sudah menceritakan semua pada kami." Raihan menyakinkan.


Setelah Diandra selesai mengemasi barang bawaanya dikoper. Saat itulah suasana diruang tamu menjadi pecah penuh keakrabpan.Yang awalnya tegang menjadi hangat seperti keluarga.


Diandra berpamitan dengan Safira & Raihan, kali ini Irene yang mengantar sampai asrama.


"Nona, tolong selalu kirimkan kabar & laporan ke no ponsel pribadi saya, ini perintah langsung Tuan muda. Minggu ini Tuan muda akan sibuk jadi mohon mengerti kalau jarang membalas pesan. Jadi saya akan menjadi comblang kalian hehehe." Ledek Irene.


Seperti biasa Diandra hanya patuh sesekali mengecek ponsel sambil melihat daftar berkas bawaannya.


***


"Apa kau tidak rindu padaku? Kau seperti pegawai magang diperusahaanku sayang hahaha. " Ledek Hansen mengesalkan.


Diandra hanya cemberut kesal, bukan karena perkataan Hansen tapi karena banyak perempuan melihat takjub pacarnya.

__ADS_1


"Sayang, apa kau mengurus anak kita dengan baik? " Balas Diandra tak mau kalah, sambil membalas pelukan Hansen.


Seketika wanita yang menatap lebih lalu bubar barisan mendengar ucapan Diandra. Mereka lalu masuk ke mobil kediaman Safira.


"Kau, ingin keKorea apa menikah? Vulgas sekali bilang anak didepan umum. Bukannya kemaren merengek-rengek minta ke Korea sekarang ingin anak? Jadi kita buat anak saja ya hahaha. " Goda Hansen nakal.


Diandra hanya diam sambil memeluk erat tubuh kekasihnya tanpa bicara. Mobil sudah terhenti didepan rumah Safira. Diandra membuka matanya lalu keluar mobil, begitupun Hansen. Sopir & Irene mengikuti dari belakang. Diruang tamu Hansen mengutrakan niat kedatangnya untuk meminta maaf secara langsung.


"Maafkan sikap sekertaris & pengawalku yang sudah merusak rumah kalian. Waktu itu aku sedang frustasi mengurung diri dikamar. Karena Diandra pergi setiap hari bagaikan neraka bagiku. Terimakasih sudah menjaga & merawat Diandra-ku." Hansen mengawali pembicaraan.


"Iya tuan, kami sudah memaafkan. Sekertaris tuan muda sudah menceritakan semuanya. Marilah kita hidup damai sabagai manusia yang bijak" Raihan membalas Hansen.


"Terimakasih atas kebaikan hati kalian. Sebagai tanda penyesalanku & kembalinya Diandra kepadaku. Terimakasih sedikit kado pernikahan untuk kalian. Tolong jangan ditolak, karena hari ini aku akan membawa Diandra ke Surabaya bersamaku. Kuucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya. " Hansen menutup pembicaraan sambil menyodorkan beberapa barang.


Setelah dibuka Raihan terkejut bukan main terdapat beberapa kunci & surat-surat berharga. Ternyata Hansen memberikan hadiah 2 Unit SPM & 1 Unit bangunan rumah di cluster. Sontak mata kedua pasangan pengantin baru itu berkaca-kaca seolah mendapat lotre. Diandra yang sudah selesai mengemasi barang-barangnya lalu dimasukkan dibagasi mobil. Hansen membawa Diandra pergi diiringi lambaian tangan Safira & Raihan.

__ADS_1


__ADS_2