LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
25. PERSIAPAN RENCANA


__ADS_3

***


Jelang sore Diadra mulai bangun dari tidurnya. Dia mendapati hansen sudah pindah duduk disebelahnya sambil berbincang-bincang dengam Irene.


"Apa kau masih marah? " Tanya Hansen.


Diandra hanya diam tidak menjawab, Irene menjelaskan pelan-pelan tentang kehidupan Bos-nya. Memang benar Hansen dikelilingi banyak wanita itu bukan berarti memiliki tempat khusus. Bila memang kebanyakan pernikahannya kelak dijodohkan maka Hansen akan menolak. Karena dia bukan alat penukar apapun. Mendengar penjelasan Irene naluri Diandra mulai melunak & memahami bahwa selama ini Hansen bersikap baik. Bahkan ketika sudah tidur seranjang bersama Hansen tidak pernah berbuat senonoh. Hanya memeluk & mencium Diandra. Irene juga menambahkan kalo Hansen ingin menjaga Diandra bukan untuk merusaknya. Diandra juga terharu ketika makam ayah & ibunya dipindah menjadi satu lokasi.


"Tuan muda, maafkan aku sudah marah. Terimakasih atas kebaikanmu kepada orangtuaku yang sudah tiada."


*Peluk aku!.* Hansen merentangkan kedua tangannya.


Irene mengisyaratkan agar Diandra lekas menyambut pelukan itu. Diandra yang malu-malu akhirnya mencium pipi kekasihnya.


*Irene sepertinya kau bisa menjadi diplomatik dalam hubunganaku. Lihatlah dia menjadi penurut & manja setelah kau bicara.* Wajah Hansen mulai sumpringah

__ADS_1


"Tadi apa yang ingin Tuan muda sampaikan? "


*Aku akan ke Korea selama Sepuluh hari bersama Ibuku, beliau akan pindah kewarganegaraan. Sekalian menjenguk Javier disana, bagaimana kau mau ikut hehehe? *


"Ah... ti... tidak usah tuan muda, aku masih harus banyak belajar.Bolehkah aku berada dirumah Safira & berziarah makam orangtuaku selama tuan muda di Korea? "


*Lakukan apa yang kau mau sayang, ingat jika ada sesuatu hubungi Irene. Sayang, mungkin waktuku sangat terbatas & kurang. Kelak kau akan jenuh & kesepian karena kehadiranku tidak selalu ada. Cobaan dalam suatu hubungan selalu ada, tapi tentang hatiku kali ini aku serius.* Hansen sambil menatap tajam Diandra.


Irene yang paham situasi ini pergi tanpa pamit. Dalam ruangan bosnya pasti dipenuhi adengan ciuman yang tidak baik untuk seorang janda beranak satu itu.


***


***


Dari kamar Diandra mulai merapikan isi koper untuk perjalanan selama 10 hari. Hansen mendekat memasukkan berkas penting yang dibutuhkan. Hansen memeluk kekasihnya erat dan mencium tengkuk gadis itu.

__ADS_1


"Sayang, jangan pikirkan tentang pernikahan dulu. Biarkan aku lebih mengenalmu dengan baik & belajar bagaimana menjadi suami sekaligus untuk anak kita kelak. "


Mendengar perkataan Hansen yang seperti itu Diandra kaget. Antara percaya & tidak percaya. Bahkan Diandra tidak berani memikirkan hal lebih dari hubungan ini.


"Sayang, ketika aku jatuh cinta maka aku menjadi posesif & agresif. Kau tahu betapa beratnya tidur menahan gejolak birahiku? "


"Tuan muda jaga bicaramu, aky malu. "


"Aku masih normal sayang, tidakkah kau menginginkanku? Baiklah aku yang menginginkanmu, setiap malam aku dalam zona bahaya tau! "


Malam ini Hansen berangkat kerumah utama. Rencanya besok pagi berangkat bersama dengan Nyonya Wijayakusuma menuju bandara agar efisien waktu. Diandra harus membiasakan diri kalo sering ditinggal pergi oleh kekasihnya.


***


Diandra sudah tiba dirumah Safira yang ramai tidak seperti biasanya. Barang dagangan dirapikan dirak-rak. Ternyata besok sahabatnya akan dilamar seorang pria dari luar kota. Safira senang karena sahabatnya bisa menjadi saksi kisah cintanya.

__ADS_1


__ADS_2