
Suara hentakan sepatu terdengar semakin mendekat ke ruang meeting, beberapa karyawan yang sedang mengobrol, terhenti sejenak. Teralihkan dengan kedatangan seseorang.
Andre dengan wajah dinginnya, duduk di kursi pimpinan yang berada paling ujung meja rapat.
Netranya menelisik ke semua peserta rapat, mencari sosok istrinya, yang posisi duduknya jauh dari dirinya.
Menerima tatapan Andre, Lina langsung melengoskan wajahnya. Buat apa memandangnya!
Faisal mulai membuka rapat, yang selanjutnya Andre akan mengarahkan tujuan rapat tersebut.
Dengan suara beratnya namun bisa menarik perhatian para wanita, Andre mulai mengarahkan sistematis untuk persiapan raker, wanita mana yang tidak akan terpukau dengan Andre yang penuh kharisma. Apalagi saat memimpin rapat, aura Andre semakin terpancar.
Sesaat bulu kuduk Lina merinding mendengar arahan Andre, sering kali dia memalingkan wajahnya saat tanpa sengaja saling bersitatap. Sesekali juga dia memegang tengkuk leher jenjangnya untuk meredakan rasa merindingnya.
Selama pengarahan Andre memendam rasa kesalnya, selalu saja ia kedapatan istrinya memalingkan wajahnya, entah maksudnya apa.
Hampir 1 ½ jam rapat berjalan, setelah pengarahan dari Andre, di lanjutkan dengan laporan persiapan acara raker dari semua divisi. Untuk divisi Finance, Andre yang meminta Dandi yang melaporkannya bukan istrinya.
“Baik untuk semua peserta rapat, hasil rapat di putuskan rakercab di laksanakan selama 3 hari di Hotel A milik perusahaan Nugraha. Dan untuk panitia rakercab besok sudah mulai menyiapkan persiapan tersebut di Hotel , serta mengkoordinir kedatangan semua kepala cabang. Dan selanjutnya job des masing-masing panitia akan diberikan oleh manajer setiap divisi. Sekian rapat ini di tutup, jika ada kendala bisa segera dikoordinasikan!” ujar Faisal menutup rapat.
Semua peserta rapat bergegas merapikan catatan yang mereka bawa, Siska terlihat santai malah terkesan melambatkan, tidak terburu buru untuk turut keluar dari ruang rapat.
Beberapa karyawan sudah meninggalkan ruang rapat, Andre sengaja belum keluar menunggu istrinya yang sedang merapikan buku catatannya.
“Sengaja di lama-lamain biar bisa berduaan dengan Pak Bos ya!”ujar sinis Siska saat menghampiri Lina.
“Bukan urusan mbak Siska!”
Tadi Dina....sekarang Siska.......ya Allah kuatkan diriku.......bagaimana saya tidak tambah kesal dengan Pak Bos!!
“Aalah jangan sok alim, loe kan penganggu rumah tangga Pak Bos. Loe udah naik ranjang si Bos kan!” tuduh Siska dengan nada pelan, tapi terkesan kasar.
Siska membangkitkan emosi Lina. Padahal pria yang di bicarakan masih ada di ruangan yang sama.
Andre memicingkan matanya melihat Siska dan Lina sedang berbincang, tapi tak bisa di dengarnya.
“EHHHH ingat ya Lina! Kalau loe bisa naik ke ranjang si Bos, berarti gue juga bisa naik ke ranjang si Bos juga!”
Astaga kenapa hari ini harus menghadapi 2 wanita yang tergila-gila dengan Pak Bos!
__ADS_1
Sungguh Siska benar-benar menginjak harga diri Lina, dan tidak salah Siska juga. Apa yang terhembus dari lantai bawah sampai lantai atas, hanya melihat beberapa adegan. Dan mereka tidak tahu alur ceritanya, sungguh Lina tidak ingin berdebat dengan Siska. Lagi pula ia tidak berkewajiban menjelaskan ke Siska atau ke semua orang.
“Mami.......!” Andre memanggilnya dari kejauhan.
Dengan tidak senang hati Siska berhenti bicara.
BUG
Seketika Lina tersungkur saat melangkahkan kakinya.
“Ooopss.......sorry gak sengaja!” ujar Siska dengan senyum manis. Dengan sengaja dia menghalau langkah kaki Lina dengan salah satu kakinya, hingga hilang keseimbangan.
“Apa yang kamu lakukan Siska!” bentak Andre, dibantunya Lina untuk berdiri.
“Saya tidak sengaja, Lina tersandung sendiri!” Siska berani menatap wajah Andre yang begitu tampan.
“Saya lihat kamu sengaja, ingat di ruangan ini ada CCTV jika kamu berdalih tidak sengaja!”
Siska tidak terpikirkan kalau tindakan barusan pasti terekam CCTV, awalnya berani menatap Andre langsung tertunduk.
“Faisal, sampaikan ke bagian HRD bulan ini Siska tidak menerima gaji!” titah Andre.
“EEEH....... jangan Pak, nanti saya makan apa kalau tidak dapat gaji!”
“Ba-baik Pak......saya pilih tidak terima gaji bulan ini!” terpaksa ia memilih, ketimbang bikin surat resign......cari kerja itu susah.
Melihat bibir Lina berdarah akibat ciuman sama lantai “Mami tutup matanya !” titah Andre menghindari Lina pingsan gara-gara lihat darah.
Dengan cekatan Andre mengambil tissu dari meja, lalu melap darah yang keluar dari bibir dalam Lina, tapi masih belum berhenti darahnya.
“Faisal segera cari batu es!” titah Andre.
“Sekarang kita balik ke ruangan, mami tutup matanya!” Andre merangkul pinggang Lina yang masih memejamkan matanya, ikut arahan Andre.
“ISSSS.......gara gara Lina terjatuh, gue bulan ini gak dapat gaji. Awas Lina tunggu pembalasan gue!” geram Siska.
“Emang Lina siapanya si Bos, jangan jangan bener gosipnya kalau Lina ada main sama si Bos?” gumam Siska penasaran melihat perilaku CEO nya dengan Lina.
🌹🌹
__ADS_1
Rasanya Andre ingin mengendong Lina sampai ke ruangannya, namun ditahan rasa itu.....menjaga agar istrinya tidak tambah marah.
Penuh kesabaran dia menuntun Lina sampai ke ruangannya. Sesampainya dia dudukan Lina di sofa “jangan di buka matanya!”
“Mmmm.......,”
“Pak Bos ini es batunya!” Faisal memberikan mangkuk kecil yang sudah berisi es batu. Lantas Andre ke kamar pribadinya untuk mengambil handuk kecil. Es batunya di taruh di atas handuk tersebut dan melipatnya.
“Iiissss.......!” desis Lina menerima kompresan es di bibirnya.
“Makanya jangan lantai yang di cium, saya bersedia kok di cium mami!” mendengar ungkapan Andre, Lina membuka kedua matanya. Di tepisnya tangan Andre yang memegang handuk tersebut.
“Lebih baik cium lantai, dari pada mencium Pak Andre yang telah mencium seribu wanita!” dengus Lina sambil melanjutkan mengompres bibirnya, di rasanya bibir dia terasa bengkak.
Tersudut hati Andre, di kataiin telah mencium seribu wanita.
“Lebih baik saya kembali ke ruangan, terima kasih atas bantuannya Pak Andre!” Lina undur diri dari ruang suaminya.
“Bisakah kerja di sini saja, sekalian menemani saya !” Andre memeluknya dari belakang, entah bagaimana ia ingin membujuk Lina, yang terasa sikapnya dingin ke dirinya.
“Saya bukan Dina yang bisa dirayu, sebaiknya Pak Andre rayu saja Dina untuk bisa menemani kerja. Lagi pula bukannya Pak Andre masih mencintai Dina!” diurainya lengan Andre sekuat tenaga yang memeluk dirinya.
Andre masih mencintaiku......kata-kata Dina masih terekam di otaknya.
“Huffth......!” Lina menghela napas bisa keluar dari ruangan Andre. Sementara Andre membebaskan istrinya untuk kembali ke ruangannya. Ia tidak ingin mengikuti egonya untuk menahan di ruangannya.
Di sudut coffe shop yang berada di lobby Nugraha Grup, nampak Dina masih setia menunggu Andre, setelah tadi resepsionis memberitahukan dia tidak bisa bertemu dengan Andre karena belum ada jadwal temu, berdasarkan info dari sekretaris Andre.
Ya setialah menunggu sampai waktu jam pulang kerja berakhir, jadi dengan ke dua matanya dia memantau agar tidak luput dari kedatangan Andre.
Lina kembali bekerja di ruangannya sendiri, sesekali dia menelepon mama Rani menanyakan keadaan Noah, dan untungkan Noah sudah tidak demam lagi dan tidak rewel, hal ini membuat Lina tenang menyelesaikan pekerjaannya.
.
.
bersambung
Please jangan lupa rate ⭐⭐⭐⭐⭐ ya Kakak Readers, like, komen, vote hari senin. Terima kasih love you sekebon 🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Promo novel karya Author Aeni, mampir ya.....