LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Mulai Promil


__ADS_3

Tiga hari sudah berlalu, Lina menghabiskan waktu bedrestnya di mansion, di dalam kamar. Selama bedrest Andre melarang Lina untuk turun dari tempat tidur, setelah sempat saat kepulangan dari rumah sakit, Lina bekerja di ruang kerja pria itu. Pria itu tidak mau istrinya kelelahan dan terlalu capek.


Jika wanita itu mau ke kamar mandi, pasti akan di bopong oleh Andre dan di tungguin dalam kamar mandi. Ah itu membuat Lina malu, apalagi saat mau buang hajat, selalu meminta suaminya untuk keluar sebentar.


 Waktu bekerja pun, Andre membawa pekerjaan di dalam kamar, agar selalu bisa menjaga dan memenuhi kebutuhan istrinya. Suami siaga, selalu mencurahkan perhatiannya untuk istrinya.


Andre ingin istrinya betul-betul sehat kembali, jadi menuruti masukkan dari Dokter Tina.


Hari ini sudah jadwalnya Lina kembali kontrol ke dokter kandungan. Pagi ini, Andre begitu sibuk mengurus istrinya, mengurus sarapannya, vitamin, susu promil. Agar semuanya memenuhi gizi untuk istrinya.


Wanita itu hanya bisa senyum melihat tingkah suaminya, seperti sekarang. Andre lebih semangat untuk mengantar istrinya ke dokter, dan sengaja pria itu menjadwalkan pagi hari ke dokter kandungan.


“Ayo sayang, di tambah lagi makannya,” pinta Andre, kembali menyuapkan nasi ke mulut Lina.


“Daddy, perut mami sudah penuh ini, udah gak bisa nampung lagi. Belum lagi minum susu........udah ya Dad,” tolak Lina secara halus.


“Ya udah, tapi nanti kalau perutnya berasa lapar, mami makan lagi ya...”


“Iya Daddy,” jawab Lina.


Andre segera merampungkan sarapan paginya, setelah selesai menyuapi istrinya.


“Sayang, jangan lupa minum susunya, sama vitaminya, sudah daddy siapin,” Andre kembali mengingati istrinya di sela-sela menyelesaikan makannya.


“Iya, hubbyku yang ganteng.......duh hubbyku semakin hari semakin cerewet sih,” ujar Lina sambil menaruh dagunya ke bahu suaminya yang masih sibuk makan.


“Memang daddy jadi cerewet ya, mih?” tanya Andre, pria itu juga menyadari semakin hari dirinya begitu cerewet dengan istrinya dalam hal-hal tertentu.


Padahal dulu pria ini irit bicara. Kalau bicara seperlunya saja, sedangkan sekarang rasanya tidak puas kalau tidak bicara panjang lebar sama istrinya, seperti ada yang kurang. Sebenarnya yang paling cerewet istrinya, mungkin cerewet istrinya sudah pindah ke suaminya.


“Mmmm..... iya daddy makin cerewet. Tapi mami suka, ketimbang daddy diam, seperti tidak ada kehidupan,” celetuk Lina.


Andre menoleh ke samping ke arah wajah Lina yang menempel di atas bahunya ”sumber kehidupan daddy itu kamu sayang, hidup daddy semakin berwarna.”


Salah satu tangan Andre menarik tengkuk istrinya, dan mendekatkan wajahnya. Melabuhkan kecupan basah di bibir sexy istrinya, saling berpagutan, berbagi saliva.


“Dad, bibir daddy rasa nasi goreng,” ketika mereka melepas pagutannya, Lina terkekeh.


“Ya.....kan daddy lagi sarapan....jadi bibir  daddy rasa nasi goreng....” jawab Andre dengan senyum lebar.


“Lagian daddy lagi sarapan, sempat-sempatnya cium mami.”


“Bibir mami bikin daddy tergoda, kayaknya sayang kalau di anggurin.”

__ADS_1


“Daddy lebay, udah cepetan habisin sarapannya dulu. Mami mau ke kamar Noah dulu.”


“Iya sayang.....”


🌹🌹


“Mami sebelum ke dokter, kita mampir  ke kantor dulunya. Ada yang mau daddy tunjukkan ke mamai,” pinta Andre, saat mereka sudah di dalam mobil.


“Iya Dad, mami ngikut Daddy aja......,”


Mobil mewah Andre yang di tumpangi mereka berdua, melaju menuju perusahaan nugraha grup.


Sekitar satu jam lebih mobil Andre sudah berhenti di depan lobby kantor. Faisal dan Mitha yang sudah sampai duluan sampai di kantor, menyambut bos mereka.


Andre keluar duluan dari mobil, lalu di susul oleh Lina. Andre segera menautkan jari jemarinya, dengan jari jemari istrinya.


Masuk ke lobby, seperti biasa Lina pasti akan menyapa karyawan, dan teman teman kerjanya. Sedangkan Andre hanya menyapa ala kadarnya, tapi tidak terkesan dingin seperti dulu terhadap karyawannya.


Ting......


Pintu lift terbuka di lantai sepuluh, Andre masih belum melepaskan tautannya.


Andre mengajak istrinya ke ruangan sebelah ruangan CEO.


Lina hanya bisa mengangga melihat isi ruangan tersebut, yang hampir sama dengan ruangan CEO.


Andre menarik tangan Lina agar masuk ke dalam ruangan, “ini sekarang ruang kerja mami sebagai wakil CEO, sengaja daddy rancang di sebelah ruangan daddy, dan ada pintu penghubung, jadi memudahkan daddy kalau mau lihat mami,” ujar daddy.


“Makasih dad, tapi ini terlalu mewah. Tapi mami boleh request gak dad buat ruangan mami?” tanya Andre.


“Mami minta dibuatkan space untuk arena bermain Noah, walau mami bekerja, tetap Noah dalam pengawasan kita berdua. Jadi nanti sesekali Noah akan mami bawa ke kantor, bolehkah my hubby?” pinta Lina dengan memainkan puppy eyesnya.


Andre yang tidak terpikiran dengan Noah, langsung tersenyum hangat “makasih sayang, kamu telah mengingatkan  akan Noah, nanti Daddy akan rombak ruangan kita berdua, agar nyaman buat anak-anak kita berdua kalau di bawa ke kantor.”


“Oke, makasih my hubby.”


“Faisal, Mitha nanti langsung hubungi desainer interiornya lagi, segera kirim desain interior kantor yang ramah dan aman untuk anak-anak” titah Andre.


“Baik Pak Bos, akan segera di hubungi,” jawab Faisal.


“Faisal, hari ini saya akan mengantar istri kontrol ke rumah sakit . Tolong kamu menghandle beberapa klien dulu sama Mitha, jika ada kesulitan segera hubungi saya segera.”


“Baik Pak Bos, lagi pula jadwal Pak Bos belum terlalu padat, hanya dua klien yang harus di temui.”

__ADS_1


“Kalau begitu saya percayakan kepada kamu dan Mitha untuk menghandlenya.”


“Siap Pak Bos,” jawab serempak Faisal dan Mitha.


“Ayuk sayang, waktunya kita ke rumah sakit,” ajak Andre.


“Ya Daddy.”


“Mitha, selamat berduaan yaaa,” bisik Lina saat melalui Mitha, sambil mengedipkan salah satu matany.


“Mami.........!” bulu kuduk Mitha merinding setelah dapat bisikan dari Lina, sambil menatap pria yang berada di sampingnya.


Sedangkan pria yang di tatap Mitha, hanya bisa mengerutkan dahinya, melihat wajah Mitha yang masih mengangga.


🌹🌹


Rumah Sakit...


Andre dan Lina sudah berada di  rumah sakit, tanpa menunggu waktu lama, suster sudah memanggil nama Lina.


“Selamat Pagi Bu Lina, Pak Andre,” sapa Dokter Tina.


“Pagi juga Dokter Tina,” balas Andre dan Lina, mereka lantas duduk di hadapan Dokter Tina.


“Bagaimana Bu Lina, fleknya sudah tidak ada?” tanya Dokter Tina.


“Sudah tidak ada Dokter,” jawab Lina.


“Berarti sudah siap, buat program hamilnya?” tanya Dokter Tina dengan senyum tipis kepada pasangan suami istri.


“Siap Dokter,” jawab Lina dan Andre.


“Baiklah kalau begitu Bu Lina , naik ke brankar dulu ya. Saya cek tensi, lalu saya akan suntik penyuburnya,” ujar Dokter Tina.


Andre membantu Lina menaiki brankar, dan berdiri di samping brankar.


Dokter Tina mulai melakukan tugasnya.


Manusia hanya bisa berdoa dan berikthiar, dan memasrahkan hasilnya kepada Allah.


 


 

__ADS_1


__ADS_2