LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Di lamar


__ADS_3

Masih teringat saat adegan suaminya berciuman dengan mantan kekasihnya.


“Semuanya bukan berawal dari daddy, Dina yang tiba-tiba duduk di atas paha...lalu------,”


“Stop jangan dilanjutin!” sela Lina, berusaha ingin melupakannya, walau masih terekam di otaknya.


“Sebaiknya daddy mandi kembang tujuh rupa biar bersih, kalau bisa di kasih sabun yang banyak biar tambah bersih, sekalian tuh bibirnya juga!”


Sesaat Andre tergidik mendengar permintaan istrinya “ya nanti daddy suruh Faisal beli kembang tujuh rupa, malam ini daddy mandi yang bersih!” ucap Andre.


“Tapi mandinya bareng mami. Mami juga harus mandi kembang tujuh rupa, buat menghilangkan bekas pelukan Wahyu!” pinta Andre dengan sedikit menggoda.


“Astaga....!” dirinya tepok jidat.


“Tapi sekarang daddy boleh ya cium mami!” terlihat kedua mata Andre seperti anak kecil yang sedang memohon.


“Enggak........enggak boleh!”


“Boleh..!” paksa Andre.


 Cup.......di kecupnya pipi Lina.


“Kebiasaan.......ish!” sambil memegang pipinya.


“Kan di cium suami sendiri!” senyum hangat dari wajahnya.


Andre mengeluarkan kotak merah dari saku celananya, lalu menarik tangan kanan Lina.


“Mami Lina jadilah istriku sampai akhir hayat hidupku dan menjadi mami dari anak anak kita nanti.......daddy gak mau ditolak dan tidak menerima penolakan....karena saya Andre Erlangga Nugraha sangat mencintaimu Lina Anggraini!” ucap Andre sambil memasang cincin nikah ke jari manisnya.


“Astaga kok maksa sih!” celetuk Lina.


Lalu dirinya kembali menatap Andre yang tengah berlutut di hadapannya, memasangkan cincin ke jari manisnya. Sepertinya Andre telah membeli cincin baru, karena cincin yang pernah tersemat di jarinya belum di pakai kembali, masih tersimpan rapi di apartement.


“Loh kok kasih cincin lagi, buat apa Dad?” tanya Lina.


“Daddy lagi ngelamar mami.......sayangku!” gemas rasanya kok istrinya gak peka. Kalau masalah kerjaan aja cepat pekanya.


“Oooh lagi ngelamar !! Bukannya udah di nikahi.......kok pakai ngelamar lagi!” polos pertanyaannya.


“Astaga sayangku......kayaknya otak mami isinya laporan keuangan semua, sampai gak paham suaminya mau sedikit romantis!”


“Nah itu tahu, kalau mau melamar cewek  itu suasananya di tempat romantis, lah ini di ruang kerja daddy. Jadi mami kan gak paham. Ini mah cuma pasang cincin doang!” bibir Lina mengerucut.


“Ya Allah.....daddy gak tahan punya istri kok gemesin begini!”


Cup......cup......cup.....cup...seluruh wajah Lina di hujam kecupan dari Andre.


“Iissss........!” desis Lina.

__ADS_1


“Udah di bilangin tuh bibir di cuci pakai sabun dulu!” keluh Lina.


“Iya nanti daddy cuci pakai sabun yang banyak!” hati Andre begitu bahagia melihat istrinya mulai menerimanya walau belum sepenuhnya.


Lina sebenarnya juga mulai membuka hati buat suaminya, apalagi saat kejadian di kantor tadi siang....dia sering kedapatan Andre terlihat cemburu, hanya ia pura-pura tidak tahu. Di tambah perkataan Mitha yang bilang Andre terlihat cemburu dengannya. Sedikit membuat dia yakin untuk mencoba menerima Andre sebagai suaminya.


“Terima kasih sayang......mau membuka hatimu untukku. I love you mami!” kembali Andre memeluk Lina.


Semoga keputusanku benar, mencoba menerimamu Daddy Noah.


🌹🌹


TOK.......TOK.......TOK


“Eehmm.....permisi Pak Bos, Bu Bos.....mau info aja sudah di tunggu kehadirannya untuk acara makan malam bersama di resto!” ucap Faisal sambil memandang Bosnya memeluk istrinya.


“Eemmm...ya..... Faisal tolong kamu suruh siapa kek, beliin kembang tujuh rupa malam ini juga!” titah Andre.


“HAH.......buat apaan Pak Bos beli kembang tujuh rupa?” merasa aneh Faisal dengan permintaan Andre.


“Buat saya mandi, udah cepatan cariin......biar istri saya mau tidur sama saya malam ini!”


“Daddy......mulutnya ya gak bisa di rem ya!” di cubitnya bibir Andre.


“Sakit sayang.......jangan di cubit pakai tangan, di cubit pakai bibir mami aja!” rajuk Andre.


“Yuk Mitha ........kita ke restoran!” ajak Lina yang melihat Mitha hanya terpaku di samping Faisal.


“Cie...cie......udah baikkan nih sama Pak Bos!” bisik Mitha, salah satu tangannya sudah di pegang Lina.


“Hussh.......diam ah!” jawab Lina malu-malu, wajahnya mulai memerah.


“Syukurlah kalau begitu.” Mitha ikut senang melihat hubungan temannya sudah mulai ada kemajuan dengan suaminya.


Sepanjang langkah menuju restoran, Andre tersenyum merekah.....hatinya penuh kebahagiaan setelah tadi bisa berbincang dengan istrinya di ruang kerjanya. Seketika wajah datar dan dingin seperti kanebo menghilang. Tidak seperti tadi siang, menyimpan amarah ke istrinya.


Usaha Andre mengajak istrinya berbincang kali ini, membuahkan hasil. Paling tidak Andre bisa kembali merajut rumah tangga sesungguhnya dengan Lina.


Lina dan Mitha sudah memasuki restoran hotel dan bergabung duduk di meja yang sudah ada beberapa teman sejawatnya.


Sedangkan Andre duduk di meja yang sudah di siapkan khusus dengan beberapa direktur perusahaannya.


Sesekali Andre menatap dan memperhatikan istrinya dari kejauhan yang sedang sibuk berbincang dengan teman-temannya.


Sungguh sayang dia tidak bisa semeja untuk makan malam karena sudah di atur oleh panitia raker. Beda ceritanya kalau mereka tahu Lina istri CEO mereka.


Acara makan malam di mulai, beberapa pelayan menghidangkan makanan mulai dari makanan pembuka sampai menu penutup. Suasana pun di dukung dengan lantunan lagu yang di nyanyikan beberapa penyanyi di stage.


Lina tidak menyadari beberapa pria selalu memperhatikan dari kejauhan dengan senyum penuh arti dan mendamba.

__ADS_1


Mitha yang tak sengaja menangkap tatapan beberapa kepala cabang sedang memperhatikan Lina yang berada disampingnya, hanya bisa  tersenyum tipis.


Seperti acara sebelumnya di tahun kemarin, biasanya setelah makan malam, para peserta akan menyumbangkan suaranya untuk menyanyikan lagu untuk memeriahkan acara makan malam mereka.


Sekarang Wahyu terlihat sedang berjalan menuju stage dan sedang berbincang dengan orang yang memegang alat musik.


Suara musik mulai terdengar, kali ini Wahyu yang bernyanyi. Semua mata tertuju pada Wahyu, apalagi suaranya lumayan merdu di dengarnya. Lina juga ikut memandang ke arah stage.


Dengarkanlah, wanita pujaanku


Malam ini akan kusampaikan


Hasrat suci kepadamu, dewiku


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Wahyu melangkah dari stage dengan mantapnya menuju meja makan tempat Lina berada.


Dengarkanlah, wanita impianku


Malam ini akan kusampaikan


Janji suci, satu untuk selamanya


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


Masih kondisi menyanyi Wahyu berlutut di depan Lina yang masih duduk.


Wajah Lina tampak terkejut melihat Wahyu berlutut di hadapannya.


“Lina, sekarang status saya sudah sendiri. Dan malam ini dengan di saksikan semua orang yang berada di restoran ini saya meminta kamu........Lina Anggraini bersediakah menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak anakku. Saya mencintaimu Lina Anggraini, will you merry me!” ucap Wahyu sambil menunjukkan sebuah cincin yang masih berada dalam kotak berwarna merah.


Dengan rasa terkejutnya Lina bangkit dari duduknya, salah satu tangannya menutup mulutnya menahan rasa terkejutnya.

__ADS_1


__ADS_2