
“Daddy hanya mau mami Lina, yang bisa meluluhkan Noah. Belum tentu wanita lain bisa menaklukkan Noah!”
“Itu karena belum di coba, atau mbak Tini aja, Noah juga dekat dengan mbak Tini. Kan ada tuh kenyataannya di TV Suamiku menikahi baby sitter!” Lina menahan untuk tidak tertawa.
“Mami kebanyakan nonton tv nih!”
Andre menyusup ke ceruk bagian leher Lina “Daddy maunya kamu yang jadi istri daddy!” bisik Andre, setelahnya mengecup daun telinga Lina dan dimainkannya dengan lidahnya.
Bulu kuduk Lina tiba-tiba merinding saat Andre mulai menyusup ke daun telinganya dan mengecupnya.
Andre beralih mengecup dan menyesap leher Lina. Rasa sesuatu muncul di dada Lina, dia menahan rasa itu dengan memegang erat lengan Andre, di rasa nya ada yang ingin keluar dari mulutnya.
“Stop Daddy!” pekik Lina, cepat menyadarkan dirinya. Andre menghentikan ulahnya, padahal ia sedang menikmatinya.
“Baiklah saya menerima menjadi istri pura-pura Daddy tapi ada syaratnya!” pelan Lina mulai mengatur napasnya setelah merasakan sensasi akibat ulah Andre.
“Tidak boleh ada kontak fisik lebih dari memeluk, pegang tangan, dan cium pipi. Tidak ada hubungan intim antara kita berdua!”
“Dan jika suatu hari Daddy terbukti atau terlihat oleh saya bermesraan dengan wanita lain. Maka hubungan apa pun antara kita selesai! Dan saya kembali ke rumah sendiri dan bekerja secara profesional seperti biasa!!”
“Lalu mami ingin di bayar berapa?”
“Daddy tidak perlu membayarnya, cukup berikan saya kebebasan seperti biasa saya lakukan, tetap bekerja, tetap bisa berkumpul dengan teman dan kegiatan yang biasa saya lakukan. Itu saja!”
“Bagaimana Daddy setuju dengan persyaratan yang saya ajukan!”
“Daddy juga punya persyaratan selama mami jadi istri Daddy, tidak boleh punya hubungan special dengan pria lain!”
“OKE baiklah, hanya selama beberapa bulan saja!”
Andre terdiam, akibat idenya....... Lina mengajukan syarat. Andaikan pernikahan ini bisa ia ungkapkan tidak akan seberat ini.
“Tidak setuju ! Berarti ide daddy dibatalkan saja!” Lina bangun dari pangkuan Andre.
“Oke Daddy setuju, berarti mulai sekarang Mami istri Daddy!”
“Oooh belum, saya akan menyiapkan surat perjanjiannya dulu. Dan saya ingin Papa Nugraha, Mama Rani dan Mama Anggi jadi saksi perjanjian kita!”
GLEK
Andre menelan kasar salivanya, tidak menyangka Istrinya pikirannya sejauh itu.
“Baiklah.....!” ujar Andre lesu.
Bagus, kita lihat saja kalau hubungan ini akan cepat berakhir. Pasti akan ada wanita yang akan dekat dengan Bos, setelah ketahuan, gue akan bebas........batin Lina.
“Ya udah sekarang kita ke bawah, saya mau sarapan.......udah lapar!” Lina menarik lengan Andre.
Cup
Andre kembali mengecup bibir Lina “I love you........sayang.” ucap Andre.
__ADS_1
“Iiish pakai cium di bibir segala!” gerutu Lina, dia bergegas keluar kamar. Tapi sebelumnya ke kamar Noah, dan mengajaknya turun ke bawah.
.
.
“Widih Mama Rani sama Mama Anggi udah kece nih, jadi nih mau jalan pagi?” tanya Lina saat tiba di meja makan, saat melihat kedua mamanya pakai baju olah raga.
“Jadi dong, nih makanya kita sarapan dulu. Biar ada tenaganya!” ujar mama Rani.
“Lin, Noah mama ajak jalan pagi ya. Biar kamu nggak terganggu pas ada dokter?” tanya mama Anggi.
“Dede mau ikut oma.....?” tanya Lina pada Noah yang ada di pangkuannya.
“Tut.......tuut...tuu!” coleteh Noah sambil nunjuk hidung Lina.
“Ya udah mami izini ikut oma, tapi jangan rewel ya nak. Mami sama Daddy gak ikut.” Noah cuma menyengir doang.
“Duh gemesnya......tambah pintar,” diciumnya pipi tembam Noah.
“Daddy juga mau Mih di cium kayak Noah!”
“Iiiiishhh......” ditepuknya lengan Andre.
Lina segera mengambil makanan untuk Andre dan dirinya. Mereka menikmati sarapan paginya.
Selepas sarapan pagi, Mama Rani dan Mama Anggi beserta Noah dan baby sitternya jalan pagi. Tinggal Papa Nugraha dan Andre di ruang santai dengan pemandangan ke arah kolam renang.
Jalan masih sedikit sakit, Lina di temani salah satu pelayan membawa nampan dari dapur.
Pelayan menaruh nampan tersebut di meja, dan meletakkan isi nampan tersebut.
“Pah, Daddy ini ada pencuci mulut......saya bikinin kopi sama pisang bakar keju,” ujar Lina.
“Makasih Nak, Papa bisa cepat gemuk nih.”
Kecupan sudah mendarat di pipi Lina “makasih sayang.” Andre menikmati kopi dan pisang bakarnya buatan istrinya.
“Sungguh beruntung buat suami yang punya istri kayak Lina, urusan anak, urusan kantor, urusan dapur pintar.” Puji Papa Nugraha.
“Uhuk..... uhuk......uhuk!” sampai ke selek Andre dengar ucapan papanya.
“Pelan-pelan dad, minumnya......gak ada yang minta kok!” Lina mengelus punggung Andre agar nyaman.
“Papa bisa aja mujinya, tapi ada yang kurang Pah!”
“Apa Lin ?”
“Suaminya yang belum ada!” ucap Lina sambil nyengir.
“Mami, gak ingat apa!” Andre melotot ke Lina.
__ADS_1
“Ya Papa doain semoga jodoh kamu cepat di dekatkan!”
“Amin,” jawab Lina.
“Gak lihat apa suaminya ada di sebelahnya!” celetuk Andre pelan.
Papa Nugraha pengen ketawa lihat gelagat anak mantunya.
“Permisi Pak Bos, Dokter Ridwan sudah datang!” ujar Faisal.
“Pagi Dokter, silakan duduk atau mau langsung periksa istri saya dulu?”
Wah udah mulai kayaknya tugas gue jadi istri bohongannya.
“Langsung saya periksa saja Pak Andre,” jawab Dokter Ridwan. Dengan cekatan dia mengeluarkan barang barang medisnya.
“Jahitan dikepalanya sudah mulai mengering ya Bu, tapi tetap saya perban, masih ada keluhan gak Bu?” Dokter Ridwan menggantikan dengan perban baru.
“Kadang ada rasa ceklit, dan suka pusing tapi kalau di bawa istirahat hilang.”
“Dokter kira-kira kalau istri saya kembali bekerja, bisa pengaruh dengan sakit yang dikepalanya gak?"
“Saya rasa kerjanya jangan berpikir berat dulu, tapi di mulai kerja yang ringan-ringan dulu. Ibu tetap saya kasih obat nyeri dan obat pusing minumnya pas kambuh aja.”
“Berarti sudah bisa dibawa kerja ya Dok?”
“Boleh Pak, sekarang saya cek luka di kakinya ya bu.”
Lina langsung mengangkat kakinya ke pangkuan Andre. Dia menahan rasa sakit saat di kasih obat.
“Lukanya sudah mulai menutup, ini tetap di perban dulu dan jangan sampai kena basah ya Bu!”
“Baik Dokter, berarti saya mandi ayam lagi dong!”
Dokter Ridwan tersenyum simpul, melihat pasien cantiknya, namun sayang sudah punya suami.
“Gak pa-pa bu, sesekali mandi gaya ayam. Dari pada gak mandi sama sekali!” kata Dokter Ridwan.
“Mending gak mandi sekalian aja Dok, biar orang yang di sebelah saya gak nempel terus!”
“Mami!” gemas sekali lihat bibir Lina yang dari tadi nyerocos.
.
.
*bersambung...
Hai buat kakak readers semuanya, ada novel author yang terbaru. JIka berkenan, mampir ya......mohon dukungannya. Terima kasih banyak*
__ADS_1