
"Saya terserah daddy aja mam, kalau bisa jangan terlalu mewah.....yang penting sebenarnya kelanjutan rumah tangganya, memiliki suami yang penuh cinta dan kehangatan dalam keluarga, serta setia dengan satu pasangan,” jawab Lina sambil menatap Andre penuh kehangatan.
“Daddy akan berusaha ..........sayang!” mendarat lagi kecupan di pipi Lina.
“Aduh......!” ringis Andre pinggangnya dicubit Lina.
“Malu daddy, di depan mama sama papa. ... ish!”
Papa Nugraha dan Mama Rani tertawa kecil melihatnya.
“Daddy pesankan sarapan pagi, biar kita sama sarapan bareng mama sama papa disini,” pinta Lina.
“Tidak di restoran aja Mih!” jawab Andre.
“Papa sama Mama mau sarapan di bawah atau di kamar, soalnya saya mau ngurus Noah......semalam tidak tidur bareng. Pasti paginya rewel,” jelas Lina.
“Papa sarapan di sini saja, karena ada yang mau papa bicara sama Andre.”
“Baiklah Andre pesankan makanannya dulu. Sayang jangan lama-lama di kamar Tini, bawa Noah ke sini aja langsung. Daddy gak bisa jauh dari mami!” titah Andre.
“Daddy, mami kan masih di lantai yang sama....hanya beda beberapa pintu aja,” gemes rasanya lihat wajah Andre seperti bocah kecil.
🌹🌹
“Ulu.....ulu anak mami, rewel ya.......maaf ya sayang semalam mami sakit!”
Dede Noah bibirnya mulai menyebik melihat kedatangan maminya.
“Iya Bu......semalam Noah agak rewel untung gak lama, tadinya saya mau panggil Ibu, tapi di larang sama Tuan, katanya ibu lagi sakit,” ucap Tini.
“Maaf ya mbak Tini, jadi repot sendiri semalam.”
“Gak pa-pa kok Bu, memang sudah tugas saya.”
“Ya udah sekarang Mbak Tini rapi rapi dulu, lalu sarapan di restoran yang di bawah. Noah saya bawa ke kamar.”
“Baik Bu.”
🌹🌹
“Sayang....kok lama amat!” Andre sudah muncul di depan kamar Tini.
“Ya Allah.....daddy pakai di samperin segala, belum ada setengah jam.....mami keluar kamar.”
__ADS_1
“Da....daa.....mi....mi!” celoteh Noah dalam gendongan Lina.
“Pagi.......anak daddy.” Andre mengambil alih Noah, dan menuntun Lina untuk kembali ke kamar.
Kamar Andre dan Lina menginap, terasa ramai dengan celotehan Noah, apalagi Opa dan Oma selalah menimpali celotehannya.
“Ayo pah, mam sambil sarapan.....sudah di siapkan,” ajak Lina.
“Makasih ya nak,” jawab Mama Rani.
“Daddy sarapan dulu.”
“Iya.....sayang.”
Lina lanjut menyuapi Noah, dan seperti kebiasaan sebelumnya, Andre akan menyuapi Lina makan. Pagi yang hangat buat Andre, kembali sarapan bersama keluarga, setelah beberapa hari hilang suasana seperti ini.
I love you.......mami. Daddy makin cinta.
🌹🌹
Jam 8.30 penampilan Lina sudah rapi, dia mengenakan dress kerja yang di pilih suami sendiri, warna maching dengan jas Andre.
Tanda kiss mark buatan Andre sudah tertutup rapi dengan foundation.
“Dad, perasaan mami dandannya gak tebal kok. Lagian mami cantikkan dari lahir, kalau mami gak cantik....daddy pasti gak bakal jatuh cinta sama mami... ya kan,” bibir Lina mulai menyebik kayak bibir Noah.
“Cantik nomor 2, sikao dan sifat mami lah yang buat daddy jatuh cinta.”
"Pagi pagi udah ngombal aja!"
“Dad, sebenarnya mami agak cemas buat hadir acara raker. Apalagi sejak kejadian semalam,” Lina menundukkan kepalanya.
“Sayang.......,” Andre memeluk tubuh Lina.
“Jangan cemas, kita hadapi sama-sama. Mami tidak perlu mengkhawatirkan segala sesuatu berlebihan. Mami juga sekarang tidak sendiri, ada daddy tempat berbagi. Ingat yang sekarang akan kita hadapi adalah karyawan daddy berarti karyawan mami juga. Mami sudah banyak pengalaman dalam bekerja menghadapi karakter orang, dan daddy yakin mami mampu menghadapinya.”
Baru kali ini Lina merasakan ada seseorang yang menyemangatinya selain sohibnya, yaitu orang yang menjadi pendampingnya sekarang.”Terima kasih Dad, bimbing mami jika suatu saat mami ada kesalahan.” Tatapan hangat buat suaminya tertangkap oleh netra Andre.
Lina sedikit menjinjitkan kakinya, lalu mengecup bibir Andre.
Andre yang melihat Lina untuk pertama kali berani mencium bibirnya, malah menahan kecupan tersebut dan di balasnya ciuman Lina dengan lembut tapi tidak menuntut, karena mereka berdua akan kembali bekerja.
“Iiih daddy, kebiasaan.......malah pakai di lanjut. Mami kan jadi harus rapiin lipstiknya,” keluh Lina.
__ADS_1
“Habis mami menggoda sih, ya udah sekarang mami rapiin lagi. Sebentar lagi acara di mulai,” Andre mengurai pelukannya. Lina pun kembali memperbaiki riasannya.
🌹🌹
“Mbak Tini, nanti ikut sebentar ke ruang meeting. Setelahnya bisa kembali ke kamar sama Noah,” ucap Lina sambil mengendong Noah.
“Baik Bu,”
“Ayo sayang, mama....papa kita ke ruang pertemuan!” ajak Andre.
Mereka jalan beriringan menuju ruang pertemuan. Dengan setianya Andre merangkul pinggang Lina yang sibuk mengendong Noah. Sedangkan Mitha dan Faisal berada tak jauh dari mereka......keluarga Nugraha.
Hari ini untuk pertama kalinya Lina melangkahkan kakinya dengan status yang berbeda, jika kemaren status Lina Sang Finance, sekarang statusnya bertambah Lina Istri CEO Nugraha Grup.
Tak bisa di pungkiri, hatinya mulai berdebar saat akan masuk ke ruang pertemuan, bertemu dengan karyawan dan teman sejawatnya.
“Dede sama mbak Tini ya, anak mami jangan rewel. Mami sama daddy kerja dulu ya,” ucap Lina sambil memberikan kecupan di pipi Noah, lalu memberikan Noah ke Tini. Andre juga mengecup pucuk kepala Noah sebelum Lina memberikan Noah ke Tini.
“Sayang.....sudah siap?” tanya Andre dengan mengenggam erat tangan Lina.
“Insha allah......”
Papa Nugraha dan Mama Rani masuk terlebih dahulu, baru di susul Andre dan Lina.
Dalam sekejap kedua mata Lina terbelalak, melihat ruang pertemuan berubah dekorasinya. Tidak sesuai dengan yang kemaren dia cek.
“Untuk menyambutmu...... istriku tercinta,” bisik Andre.
“Terima kasih......daddy Andre,” dikecupnya punggung tangan suaminya.
Dekorasi bunga mawar dengan berbagai warna berada di dalam ruang pertemuan. Apalagi meja untuk pembicara sudah di dekorasi secantik mungkin ala wedding party.
Para peserta raker sudah berada di dalam ruang pertemuan, termasuk Wahyu pesertanya. Terlihat dari jauh Wahyu tak berpaling pandangannya dari Lina yang saling bergandengan tangan dengan Andre.
Papa Nugraha dan Mama Rani sudah duduk di balik meja panggung yang berhadapan dengan para karyawannya, lalu ikuti oleh Andre dan Lina.
MC acara rapat kerja sudah mulai membuka acara. Dan untuk pembukaan awal acara MC mempersilahkan Pak Nugraha untuk meresmikan tanda acara raker di mulai.
Pak Nugraha selaku pendiri Perusahaan Nugraha Grup, memberikan sepatah dua kata dan motivasi buat para karyawannya yang mengikuti raker.
“Baik sebelum acara raker ini resmi dibuka, perkenankan saya menyampaikan hal yang penting di hadapan saudara yang hadir di ruangan ini. Dengan ini saya menyampaikan bahwa Lina Anggraini salah satu karyawan perusahaan Nugraha Grup adalah menantu saya, istri dari anak pertama saya Andre Erlangga Nugraha. Dan hari ini resmi menjabat posisi sebagai wakil CEO, serta salah satu pemilik perusahaan Nugraha,” ucap Papa Nugraha dengan nada tegasnya.
__ADS_1