LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Dasar si junior


__ADS_3

“Husssss........ketawanya jangan kencang-kencang. Gak lihat anaknya lagi pulas tidur!” jari telunjuk Lina sudah mendarat ke bibir Andre.


Andre menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


“Sudah pesan makanannya?” tanya Andre ke Faisal.


“Sudah Bos, sebentar lagi sampai.”


Makanan tiba, Faisal dan Andre menyantap makanannya. Lina juga ikut menemani mereka makan malam.


“Dad, mau dong sate ayamnya!” ujar Lina yang tiba-tiba manja ke Andre.


“Aaa.......!”ucap Andre menyodorkan sate ayam dengan senang hati. Belum pernah Lina semanja ini.


“Dad ......pakai lontongnya!”


Andre menyodorkan makanannya ke mulut Lina.


“Jadi sebenarnya yang lapar mami atau daddy ya?” celetuk Andre sembari menyuapi Lina makan dan dirinya sendiri.


Lina tersenyum lebar “ikutan lapar dad......hi...hi.....hi!”


Gemas Andre melihat kelakuan istrinya sendiri.


Cup


Andre mengecup pipi Lina tiba-tiba.


“Iissss......kebiasaan main cium pipi, emang saya istrinya apa, yang bisa sesuka hati dicium!” diusapnya pipi bekas dicium Andre.


Kamu memang istri saya.......batin Andre.


“Bos, saya udah selesai makannya. Langsung  pamit aja deh!” ucap Faisal.


“Oke, thanks Faisal!”


“Hati-hati di jalan ya Pak Faisal......da-da,” Lina melambaikan tangannya.


“Gak usah pakai da-da-da segala!” celetuk Andre kesal.


“Isss.....da-da aja gak boleh!”


Andre segera menyelesaikan makannya, sedangkan Lina sudah kenyang. Entah kena angin apa, dagu Lina bersandar di salah satu bahu Andre yang masih sibuk makan.


Terlihat Andre tidak terganggu, justru tangan kirinya merangkul pinggang Lina dari belakang.


Tangan Andre mulai mengelus salah satu pipi Lina, terlihat Lina sudah ketiduran dalam keadaan duduk. Andre enggan memindahkan Lina ke ranjang, masih nyaman dengan posisi duduknya, di betulkannya posisi Lina ke pelukannya.


Nyaman......


Dirapikannya rambut yang berada dekat wajah istrinya, ada rasanya ingin menerkam istri saat ini juga, tapi dia harus menahannya.


Diciumnya  penuh kelembutan bibir Lina, agar tidak terbangun dari tidurnya.


“Lina........istriku...!” bisik Andre, semakin erat pelukannya.


.


.


Pagi menjelang...


 

__ADS_1


Pelukan Andre sepertinya mulai nyaman buat Lina, terlihat dia masih tertidur dekapan Andre. Setelah semalam Andre memindahkan Lina ke ranjang.


20 menit Andre sabar menunggu Lina bangun dari tidurnya, sesekali di usapnya punggung dan di kecupnya ujung kepala Lina. Padahal dia sedang menahan juniornya yang telah tertindih dengan salah satu paha Lina. Ditambah juniornya sering tergesek oleh paha Lina.


“Aaahk.......sayang....udah gak tahan ini!” erangnya pelan. Rasanya ingin cepat-cepat menuntaskannya.


“Dad.....?” Lina terbangun gara-gara tubuh Andre gelisah.


“Mmmmmm.....” gumam Andre sambil menggigit bibir bawahnya. Untung Lina tidak melihat wajah Andre yang sedang menahan hasratnya.


Paha Lina kembali tidak sengaja mengesek juniornya Andre.


“Mami.......stop jangan bergerak lagi!” pinta Andre sudah tidak kuat.


Tubuh Lina tiba-tiba menegang, Andre mengurai dekapannya, bangkit dari ranjang dan cepat-cepat masuk ke kamar mandi.


Sedangkan Lina menahan tawanya, sebetulnya dia merasakan sesuatu mengeras dibalik celana panjang Andre.


Katanya gak bakal tergoda sama gue, nyatanya bohong. Adenya langsung mengeras.........batin Lina tertawa puas.


30 menit sudah Andre berada di kamar mandi, setelah bersolo karir.....wajahnya kembali normal tidak seperti sebelum masuk ke kamar mandi.


Lina sudah bangun dari tidurnya dan sedang bermain dengan Noah diranjang.


“Daddy tadi kenapa...?” tanya Lina pura-pura.


“Kebelet BAB,” jawab santai Andre.


“Kiraiin kebelet yang lain!” goda Lina menahan ketawanya.


“Katanya gak tergoda tapi kok ada yang mengeras ya!” godanya lagi.


“Mami......, sudah pintar meledek daddy ya!” tangan Andre mulai menggelitik pinggang Lina.


“Ha......ha.....ha....ha...ge-geli....dad, ampun dad!” lina menahan rasa gelinya. Andre masih belum berhenti sambil tertawa puas.


Tangan dan kaki Noah seperti kegirangan melihat mami dan daddynya bercanda.


“Eh anak daddy mau di gelitiki juga ya....!” Pipi Noah di ciumnya, Noah ikutan tertawa geli.


Tanpa disadari setetes air mata jatuh dari sudut mata Andre, terhenyuh dengan suasana pagi ini. Bercanda di pagi hari bersama istri dan anaknya di ranjang. Yang selama ini belum pernah ia rasakan. Tapi sekarang ia rasakan.


Semoga pagiku selalu diawali dengan canda tawa bersamamu istriku Lina dan anak-anak kita.....doa Andre.


“Mih......biar Noah di urus Tini dulu. Daddy pengen ngurus mami dulu!”


“Ngurusin apaan ?” mata Lina melotot.


“Tini, ambil Noahnya dulu!” pinta Andre. Tini segera mengambil Noah dari ranjang.


“Yuk, daddy mau mandiin mami dulu!” Andre sudah mengancang-ancang mengendong Lina.


“Dasar Bos Gila, enaknya mau mandiin saya. Nanti aja nunggu perawat atau Mitha, sebentar lagi juga sampai!” tolak Lina.


“Biar daddy yang mandiin, sayakan.......!” Andre menghentikan omongannya, hampir keceplosan bicara.


Saya......suamimu


“Gak jadi mandiin, daddy lap aja badan mami!” ujar Andre langsung mengangkat Lina ke kamar mandi.


“Dasar........percuma ngomong!” gerutu Lina.


Seperti biasa Lina di dudukan di pinggir bathup, Andre mulai menyeka wajah, leher, tangan dan kaki Lina. Andre benar-benar menikmatinya, dan sepertinya akan bersolo karir lagi.

__ADS_1


Dasar si junior, gak bisa nahan sedikit apa !! Gerutu Andre.


Selesai mengurus istrinya, Andre memapahnya untuk duduk di sofa seperti biasanya.


“Daddy.......ke kamar mandi dulu ya mih!” bisik Andre.


“Makanya jangan sok pengen mandiin, nanti berabeh tuh!” ketus Lina melirik pinggang bawah Andre.


“Mami udah nakal ya!” goda Andre.


“Daddy yang nakal, udah punya istri, masih aja mau mandiin saya!”


Cup


Andre mengecup sekilas bibir istrinya, dan masuk ke kamar mandi.


“Dasar Bos Gila, messum!” pekik Lina segera mengusap-usap bibirnya.


“Huek.....!” bulu kuduk Lina merinding.


.


.


30 menit kemudian, Andre keluar dari kamar mandi.


Mama Rani dan Mama Anggi, kaget melihat Andre keluar dari kamar mandi.


“Sejak kapan kamu berada di sini?” tanya Mama Rani.


“Dari semalam Mah.”


Pasti Faisal yang kasih tahu tempat ini, Mama Rani kecewa....rencana mereka sepertinya akan gagal. Untuk menjauhkan Lina dari Andre.


“Sarapan dulu nak Andre, mama masak banyak!” pinta mama Anggi.


Andre mendudukkan dirinya di samping Lina, wajah Lina terlihat sedang cemberut melihat Andre.


“Dasar Bos Gila!” gerutu Lina sambil makan.


“Kenapa......masih kurang ciumnya!” goda Andre melihat muka cemberut istrinya yang semakin mengemaskan.


Cup


Mendarat lagi kecupan Andre di pipi Lina.


“DADDY.......!” pekik Lina.


“Mama Rani........ini anaknya bisa gak bibirnya dilakban, seenaknya aja nyosor-nyosor kayak bebek!” rengek Lina.


“BUaaaaaa......ha.....haha,” mama Rani dan mama Anggi tertawa terpingkal-pingkal.


“Anak ganteng mama di kataiin bebek!” ledek mama Rani yang masih terpingkal-pingkal.


“Habisnya dikit-dikit nyosor mulu...!” rengek Lina sambil mendorong kaki Andre.


Haduh punya istri begini amat......bisa berubah-ubah..


Tidak tahan kakinya didorong-dorong sama Lina, Andre langsung mengepit kakinya dengan kaki dia.


“Aaww........!” ringis Lina, dan melihat kakinya sudah dikepit Andre. Senyum puas terlihat dari wajah Andre.


.

__ADS_1


.


Sesekali lihat tingkah Andre dan Lina dulu 😁


__ADS_2