LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Kritis.....


__ADS_3

 "Papa.............” dipeluknya Papa Nugraha dengan isak tangisnya yang sedari tadi ditahannya. Papa Nugraha mengelus punggung anaknya untuk mengurangi rasa sedihnya.


Suara gaduh terdengar dari kamar ICU.


Teettttttt....................


“Denyut jantung pasien tidak ada.....!” ujar salah satu perawat.


“Siapkan alat pacu jantung!”perintah Dokter.


Dokter bersegera memacu jantung Lina.


“Pak Andre , pasien denyut jantungnya sudah tidak ada. Sekarang pasien sedang diberikan CPR. Keluarga boleh mendampingi pasien, dan mohon doanya !” ujar salah satu Dokter keluar dari ruang ICU.


.


Tanpa menjawab mereka berempat masuk ke ruang ICU, tubuh Andre gemetaran di papah oleh Papa Nugraha. Sedangkan Mama Anggi badannya sudah terasa lemas dalam pegangan mama Rani.


“Ya Allah......nak  jangan tinggalkan mama !” Mama Anggi meraung-raung melihat anaknya sedang di pakaikan alat kejut agar jantungnya kembali berdetak


.


“Lina, saya mencintaimu sayang. !” batin Andre perih melihat perjuangan dokter membangunkan Lina.


Tut........Tut..........Tut


Suara monitor denyut jantung Lina mulai berbunyi......terlihat grafik denyut jantung Lina kembali di layar monitor walau terlihat lemah.


“Denyut jantungnya sudah kembali !” ujar Dokter bernapas lega telah memberikan pertolongan.


Mama Anggi pingsan seketika setelah suasana mencekam mereda, untung banyak perawat yang membantu. Andre langsung sujud syukur mendengar denyut jantung Lina kembali.


“Dok, boleh saya mendekatinya !” pinta Andre.


“Silahkan tapi sebentar saja “


“Terima kasih Dokter !”


Ditatap wajah Lina yang terpasang alat oksigen.


“Lina, saya mencintaimu......cepat bangun. Saya ingin kamu menjadi istriku satu-satunya !” bisik Andre dikecupnya kening Lina.


Lina kembali di observasi oleh dokter, Andre, Papa Nugraha kembali hanya bisa menunggunya dari luar ruang ICU.


Mama Anggi karena pingsan akhirnya istirahat di kamar rawat Lina di temani oleh Mama Rani.


“Andre......!” sapa Kevin datang ke ruang ICU.


“Sudah di tunggu dokter yang menangani Lina tadi di ruangannya!” ujar Kevin. Andre menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Kevin, Papa Nugraha turut mendampingi Andre.


.


.


“Pak Andre, kondisi pasien sekarang sedang masih dalam keadaan kritis !” ujar Dokter Bayu.

__ADS_1


Andre nampak menghelakan napasnya beberapa kali.


“Hasil sementara kami, ada racun dengan dosis tinggi dari hasil tes darah pasien. Saya sudah melakukan pengecekan kepada beberapa perawat yang menyuntikkan obat selama pasien di rawat dan semuanya sudah sesuai prosedur!” sambung Dokter Bayu.


“A--apa racun......kok bisa !” ujar Andre agak emosi.


“Sabar Bro jangan emosi dulu !” ujar Kevin.


“Tadi pagi Lina masih biasa-biasa saja, kenapa tiba-tiba jadi kritis!”


“Sepertinya racun ini di berikan 1 jam sebelum perawat menemukan pasien dalam keadaan kritis. Dan jenis racun ini biasanya diberikan dalam suntikan."


Andre sempat meninggalkan Lina saat ia emosi, dan hanya ke dua orang tuanya dan mama Lina di kamarnya. Andre memandang Papa Nugraha.


“Maafkan Papa, kami sempat meninggalkan Lina untuk makan di kafetaria. Saat di tinggal Lina sedang tidur," ujar Papa Nugraha menyesal.


“Tapi Lina bisa di sembuhkan... Dok ?” tanya Andre.


“Kami hanya bisa berusaha Pak Andre, karena racun yang masuk sudah mengganggu kinerja jantung.


Harapan untuk selamat sekitar 30%, semua kuasa dari Allah. Dan doa dari keluarga !” Dokter Bayu berusaha menjelaskan hati-hati.


Andre meraup wajahnya penuh dengan kekecewaan setelah mendengar jawaban Dokter.


“Kevin, saya minta tolong berikan rekaman cctv di lorong kamar. Di jam sebelum Lina kritis !” pinta Andre.


“Ok Bro, nanti aku cek !”


.


.


“Andre.....kamu tidak menyelidiki Sita?” tanya Papa Nugraha.


“Team kita yang mengawasi Sita Pah !”


“Papa berharap Sita istri kamu tidak membuat ulah!”


Andre terdiam, menatap Lina dari ruang kaca ICU........tangannya menyentuh kaca seakan – akan menyentuh Lina.


.


.


Faisal sudah datang dengan 2 pria tinggi dan gagah. Di belakang Faisal juga terlihat Mitha dengan beberapa temannya dengan wajah cemasnya. Setelah mendapat kabar kritis dari Faisal, mereka turut datang ke rumah sakit.


“Pak Bos.......!” sapa Faisal yang melihat bos nya duduk termenung.


“Faisal.....segera tugaskan mereka jaga di depan ruang ICU.......jangan izinkan siapa pun mendekati Lina tanpa seizin saya !” tegas Andre.


“Baik Pak Bos!”


Mitha dan beberapa temannya yang melihat Pak Bosnya  berada di depan ruang ICU memberikan hormatnya.


“Pak Andre, kami ingin menjenguk mami !” ujar Mitha.

__ADS_1


Andre menatap seksama kepada karyawannya yang datang.


“Silahkan......tapi kalian hanya bisa melihatnya dari kaca luar ruangan saja. Mohon doanya agar Lina cepat sadar dan sembuh!” suara Andre sedikit tercekat.


Mereka hanya menganggukkan kepalanya, dan memandang ke arah Lina berada. Terlihat sudah banyak alat yang menempel di tubuh Lina, dan alat bantu napas. Mitha dan beberapa temannya nampak berpelukan, menahan rasa sedihnya melihat Lina tak berdaya. Isak tangis mereka terdengar oleh Andre, ke sekian kali Andre menyeka air matanya.


“Cepat sembuh dan bangun ya Mih........kangen kita jalan-jalan bareng lagi,” isak Mitha berlinang air mata.


.


.


“Andre, ikut keruangan saya !” pinta Kevin menghampiri Andre yang masih setia di depan ruang ICU.


Andre mengikutinya didampingi Faisal.


Kevin menunjukkan laptopnya yang berada di meja kerjanya.


“Ini.......!” tunjuk Kevin ke layar laptop pada  Andre.


Terlihat sosok wanita menggunakan baju dan celana panjang serba hitam, namun sayang wajahnya di tutup dengan masker dan menggunakan topi. “ Sebelum Lina kritis, ada wanita yang masuk ke kamarnya, tapi kita belum bisa mendeteksi wajahnya!”


“Saya minta salinan rekamannya, biar team saya yang akan mengeceknya. Terima kasih bro atas bantuannya!” ujar Andre .


“Sama-sama Bro semoga segera ketemu pelakunya!”


“Faisal, kamu urus rekaman ini. Dan kalau bisa cari tambahan rekaman cctv di berbagai tempat yang berbeda!”


“Baik Pak Bos, segera dilaksanakan !”


Andre kembali ke depan ruang ICU, Papa Nugraha ternyata sudah menunggunya.


“Bagaimana sudah ada yang mencurigakan?" tanya Papa Nugraha.


“Dari rekaman cctv memang ada yang masuk ke kamar, tapi sedang dipastikan lagi siapa orang tersebut."


“Kasihan Lina belum sembuh lukanya, sekarang ada yang kasih racun. Kita harus bertanggung jawab ke keluarga Lina, jika ada hal yang tidak di duga Ndre!” Papa Nugraha menepuk bahunya.


Jangan.......jangan sampai itu terjadi, Lina pasti akan sembuh....! Dia hanya sedang tidur sebentar.


“Pah.......saya ingin menikah dengan Lina sekarang !” ide itu tiba-tiba terlintas di kepalanya.


“Jangan gegabah kamu, Lina masih dalam keadaan koma. Dan kamu masih punya istri!”


Andre menyugar rambutnya “ Saya mencintai Lina Pah, saya ingin merawatnya dengan leluasa sebagai suaminya. Sebelum semuanya terlambat Pah !” Andre menepuk dadanya yang terasa nyeri, sakit tiba-tiba memikirkan jika benar-benar  Lina tidak akan bangun untuk selamanya.


“Lalu bagaimana dengan Sita!”


“Saya akan segera menceraikannya!”


“Sebaiknya kita kembali ke kamar, kita bicarakan dengan mamanya Lina.”


“Baik Pah!”


.

__ADS_1


.


Terima kasih untuk semua Readers yang sudah mampir di karya author serta memberikan hadiah dan supportnya. Semoga semua readers selalu diberikan kesehatan.


__ADS_2