LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Pagi hari bersama suami


__ADS_3

“Daddy minta sedikit ya mih?”


“Minta apa?” Lina membuka sedikit matanya yang terasa berat.


“Minta ini sayang....” Andre menempelkan bibirnya ke bibir Lina, pelan namun pasti dia mulai mengulum bibir sexy istrinya. Menyesapnya bagian atas lalu bagian bawah, melu-matnya penuh hasrat.


Lina seakan akan terbawa hanyut gairah suaminya, di bukanya mulutnya agar lidah suaminya masuk lebih dalam. Saling bertukar saliva, sesekali saling menyesap lidah.


“Aah.........!” suara indah tak tertahankan keluar dari mulut Lina.


Andre melepaskan pagutannya “ambil napas dulu sayang!” ucap manis Andre, salah satu jari tangannya mengelus bibir Lina yang mulai bengkak.


“Dad.....mami udah ngantuk banget, besok kita harus bangun pagi!” terpaksa dia menolak, mengingat efek dari obat dan acara raker besok.


“Iya sayang......kita tidur ya!” Andre memahami keinginan istrinya, di peluknya Lina agar tidur dalam dekapannya. Lina hanya pasrah, tidur berbantalkan dada suaminya.


Bertubi-tubi Andre mengecup ujung kepala Lina, rasa bahagianya tak terhingga. Bisa kembali tidur memeluk istrinya.


Pagi menjelang......


Sepasang suami istri masih tertidur pulas, posisi sang suami masih memeluk istrinya.


Lina yang merasa badannya terasa tertindih beban berat, mulai mengerjapkan kedua matanya. Kedua matanya menangkap wajah Andre yang pas berhadapan dengannya.


Secara naluri tangan Lina meraba wajah Andre, tak pernah ada khayalan memiliki suami yang begitu rupawan, dan mempunyai kekayaan setingkat sultan.


Pria ini yang menikahinya tanpa izin, pria ini yang selalu mendampinginya saat sakit, pria yang selalu mengucapkan kata cintanya.


Suamiku......


“Sayang.......wajah daddy jangan di elus terus dong. Nanti daddy kepengen...!” gumam Andre tapi matanya masih terpejamkan.


“Astaga daddy, bikin kaget aja!” Lina langsung menjauh tangannya dari wajah Andre.


“Daddy pengen di elus Mih!” Andre langsung menarik tangan Lina, dan mengarahkan ke juniornya.


“Please sayang........cuma pegangin aja ya!” ujar melas Andre.


“Maaf ya dad, mami belum siap buat menjalankan kewajiban istri... !” ucap pelan Lina yang masih menyiapkan mentalnya.


“Daddy paham dan sabar menunggu mami siap, tapi please bantu daddy. Daddy sebenarnya gak kuat kalau dekat mami begini, adek daddy pasti langsung ON!"


Melihat suaminya memohon, salah satu tangan Lina masuk ke dalam boxer Andre. Merasa istrinya ada respon, ditanggalnya boxer dia sendiri, biar leluasa Lina memegangnya.


Di balik selimut, Lina pelan pelan memegang junior suami yang sudah kokoh berdiri. Andre yang mulai terangsang, dikecupnya leher istrinya, disesepnya daun telinga. Lembut namun pasti, Lina memijat si junior naik turun....bikin suaminya merasa nikmat.


“Mmppht......” diciumnya bibir Lina, penuh kelembutan, dilu-matnya bibir bagian bawah dan atas secara bergantian.

__ADS_1


“Sayang......pegangnya yang cepat sayang!” dengan suara seraknya meminta. Lina menuruti permintaan Andre.


“Aaah........” lenguhan keluar dari mulut Andre, kembali dia menyesap bibir Lina..   saling berpagutan, sedangkan kedua tangannya sibuk mengelus punggung Lina.


“Eeuugh.......aah!” Andre mendongakkan wajahnya ke atas, tubuhnya bergetar hebat dan menegang setelah sudah sampai puncak kenikmatannya. Lahar putihnya sudah keluar dari tempat persembunyiannya.


“Ah....nikmat sayang.........kalau di pegang istri sendiri!” ungkap Andre penuh kebahagiaan, dapat sarapan spesial.


Lina yang masih mengatur napasnya setelah berulang kali bibirnya di cium Andre, hanya bisa tersenyum.


Andre segera membersihkan lahar yang masih menempel di tangan Lina dengan tisu yang berada di nakas.


“Calon anak daddy, sabar ya......nanti kalian bakal ada di perut mami. Sekarang kalian di buang dulu ya!” celetuk Andre saat membersihkan calon benihnya di tangan istrinya.


“Ya kan sayang......!” Andre menunggu jawaban istrinya.


“Iya daddy.........sabar ya, nunggu Noah agak besaran!” jawab asal.


“Kelamaan, gak usah nunggu Noah besar. Daddy mau punya anak dari mami!”


“Daddy, yang namanya anak itu rezeki dari Allah. Jadi kita tidak bisa prediksi kapan di kasihnya, sebaiknya kita urus anak yang sudah kita miliki.......cintai dan sayangi. Bukan berarti mami tidak ingin punya anak ya Dad.”


“Ya Allah.......daddy makin cinta sama mami, terima kasih sudah menerima Daddy dan Noah.” Andre kembali memeluk Lina.


“Dad......gak enak nih!” risih Lina di dekap Andre.


“Gak enak apanya?”


Lina sudah tidak malu lagi melihat tubuh perkasa suaminya.


“Lagi sayang........daddy minta nambah!” rengek Andre, dia juga merasa kalau setiap dekat istrinya, juniornya cepat on.


“Astaga.....suami messum!” Lina masuk ke dalam selimut lagi.


“Mami....daddy ikut.”Andre ikut masuk ke dalam selimut, dan mulai merangsang istrinya.


“Ampun daddy......geli jangan di gelitikin.”


Suasana kamar mulai berisik dengan canda tawa Andre dan Lina, sekali lagi Lina menuruti kemauan suaminya walau masih menggunakan tangan. Setidaknya suaminya minta ke dirinya bukan ke orang lain.


🌹🌹


Wajah Lina terlihat cemberut saat memakaikan kemeja suaminya ”sayang jangan cemberut dong, ini masih pagi!” goda Andre.


“Gimana gak cemberut, ini kan gara-gara daddy semua!” jawab ketusnya.


“Daddy tadi gak tahan sama mami.”

__ADS_1


“Tapi mami kan malu Dad, hari ini kita mulai raker. Ini leher mami penuh sama tato, malu di lihat orang!” rengek Lina.


“Udah sana pakai celana sendiri, mami gak mau bantuin!” kesal.


“Mami makin cantik kalau lagi marah!” di kecupnya bibir Lina, dan segera memakai celana panjangnya.


“Isssh......,” desis Lina, kayaknya dia harus terbiasa menerima kecupan dari suaminya.


Ting........Tong


Suara bel kamar berbunyi.


“Daddy, kayaknya ada pencet bel kamar!”


“Bentar biar daddy yang buka pintunya,” Andre segera keluar kamar menuju pintu.


“Papa, mama..........,” sapa Daddy melihat kedatangan kedua orang tuanya.


“Masuk Pah, Mah,” ajak Andre menuju ruang tamu.


“Siapa Dad yang pencet bel?” tanya Lina sambil menuju ruang tamu.


“Eeeh mama, papa......!” sapa Lina agak sedikit kikuk.


“Sayang......mama dapat kabar semalam kamu pingsan,” tanya Mama Rani sambil memeluk menantunya, dan tersenyum mendapatkan Lina ada bersama Andre di satu kamar.


Papa Nugraha juga terlihat tersenyum dengan Andre dan Lina.


“Iya mah, semalam istri Andre pingsan karena tensinya rendah!” jelas Andre mulai lagi merangkul hangat pinggang Lina.


Mata mama Rani tak sengaja melihat bercak merah di seluruh leher Lina.


“Pah, kayaknya sebentar lagi kita mau dapat cucu lagi nih,” ujar mama Rani.


Seketika wajah Lina memerah , menahan rasa malu pasti mama mertuanya melihat kiss mark di lehernya, yang belum sempat ditutupinya.


“Doaiin ya Mah, Lina cepat hamil anak Andre,” ucap manis Andre sambil mengelus perut Lina.


“Terima kasih, menantuku Lina..... mau menerima anak mama,” Mama Rani kembali memeluk Lina.


“Terima kasih juga mah, mau menerima Lina jadi menantu keluarga Nughara,” Lina membalas pelukan mama mertuanya.


“Berarti Papa harus siap-siap buat adakan resepsi pernikahan kalian berdua,” ujar Papa Nugraha.


“Andre sudah merencanakannya juga Pah!”


“Duh mama senang sekali, kamu mau konsep seperti apa Lin.”

__ADS_1


“Saya terserah daddy aja mah, kalau bisa jangan terlalu mewah.....yang penting sebenarnya kelanjutan rumah tangganya, punya suami yang penuh cinta dan kehangatan dalam keluarga, serta setia dengan satu pasangan,” jawab Lina sambil menatap Andre penuh kehangatan.


note : author agak sulit kalau nulis adegan ranjang, takut gak lulus review 🙈


__ADS_2