
“Mama Rani......hiks......ini anaknya......kaki Lina dikepit!” adu Lina, dicubit-cubitnya paha Andre.
“Aww.....aw....geli...mami!”
“Lepasin gak kakinya!” rengek Lina.
Andre pura-pura cuek dengan rengekkan Lina, dia malah sibuk mengambil makan.
“Aaa.........buka mulutnya!” sendok makan sudah mengarah ke mulut Lina. Ia pun menerima suapan Andre dengan muka cemberut, lanjut Andre menyuapin dirinya.
“Dad.... kakinya dong.. gak bisa bergerak!” Andre menyodorkan lagi sendoknya ke mulut Lina.
“Andre, kasihan kaki Lina nanti sakit!” bujuk Mama Rani.
“Biarin....mami Lina udah nakal sama daddy hari ini!” ucap Andre yang masih telaten menyuapin Lina makan.
Mama Rani hanya menggelengkan kepalanya melihat pengantin baru, walau Lina belum tahu statusnya sekarang. Ramai tidak ada sikap kepura-puraan dengan menantunya sekarang.
“Mama Rani, mama Anggi... tolongin napa nih....anaknya!” rengek lagi si Lina.
“Andre.....sudah ah bercandanya. Gak malu apa kalian sudah punya anak!” celetuk Mama Rani gemas sama Andre kayak demen jahilin si Lina.
Terdiam Lina dari rengekannya.
“Makanya jangan godaiin daddy pagi-pagi!” Andre melepaskan kaki Lina.
“Maafin daddy ya......sakit ya kakinya ?” Lina menganggukkan kepalanya.
Lina mengangkat kedua kakinya ke paha Andre tanpa segan lagi “pijitin kakinya!”
Glek...!!!
Ditelannya salivanya dengan kasar, melihat kaki sampai paha istrinya yang begitu putih mulus.
“Cepetan pijitin......sakit nih!” paha Lina kembali mengesekkan sesuatu dibalik celana Andre. Mata Andre menatap Lina, dibalas dengan senyum jahilnya.
Astaga benar-benar istriku, kamu menggodaku terus.......
Tangan Andre mulai memijat kaki Lina, penuh penghayatan kayaknya.
“Dad......ini mijit atau ngelus kaki ya. Kalau gak bisa panggil tukang pijat aja, pilih tukang pijatnya yang cowok aja biar ada tenaganya!” ejeknya.
“Nggak boleh, enak aja orang lain yang pijat. Biar daddy aja!” gerutu Andre kembali serius memijat kaki istrinya.
Enak aja pria lain yang pegang-pegang istri saya......batin Andre menggerutu.
15 menit Andre memijatnya “Pijatnya sudah Dad, kakinya sudah enakkan. Makasih ya Dad.” Lina menurunkan kakinya.
Untuk ke-3 kalinya Andre ke kamar mandi lagi. Tergelitik Lina pengen tertawa tapi ditahan, bagaimana tidak pengen tertawa. Saat kakinya dipijat selalu kesenggol Adenya, sepertinya menenggang terus.
Apakah semudah itu adenya terbangun dengan istrinya.....aah kenapa otak gue jadi mesum begini!!
Di dalam kamar mandi, Andre sedang berjuang menidurkan juniornya.
Hei junior kenapa kamu cepat terangsang dengan Lina, sedangkan dengan Sita butuh beberapa menit agar bangun. Ini baru tersentuh saja langsung bangun !! Duh Lina istriku kapan jadi milikku seutuhnya. Pagi ini kamu sudah membuatku 3x kali balik ke kamar mandi.
__ADS_1
30 menit Lina menunggu Andre keluar kamar mandi, terlihat rambut Andre kembali basah, belum kering udah basah lagi.
“Dad....saya udah bikinin kopi. Di minum dulu!” ujar Lina.
“Mami sudah lepas infusan?” tanya Andre yang belum lama meninggalkan Lina ke kamar mandi.
“Iya tadi waktu daddy di kamar mandi, dokter visit. Tangan saya sudah bengkak kelamaan di infus, jadi sementara di lepas dulu,” sambil menunjukkan tangannya.
Andre mengelus tangan yang bengkak “sakit.....?”
“Sakit dad, jangan di pegang!”
Masih memegang tangan Lina, Andre menyesap kopi buatan Lina “mmm.......enak.....makasih mami.”
“Mmmmm....,”gumam Lina.
.
.
“ANDRE....!”panggil Papa Nugraha terlihat kesal saat tiba di kamar inap Lina diikuti Faisal dan Mitha.
Andre mengambil napas dalam-dalam untuk menghadapi Papanya “Ya...Pah.”
“Papa mau bicara sama kamu, sekarang kita ke kamar sebelah!” perintah Papa Nugraha, Andre mengikutinya bersama Faisal.
Mereka bertiga duduk di sofa yang berada di kamar tersebut.
“Dari mana kamu tahu Lina di sini! Faisal yang kasih tahu!” cecar Papa Nugraha.
“Buat apa lagi kamu bertemu Lina, Papa akan membatalkan pernikahan kalian berdua, lagi pula Lina juga tidak tahu hal ini!”
“Cukup Pah, hentikan rencana Papa membatalkan pernikahan Andre dengan Lina!”
“Lalu Lina akan tetap menjadi istri keduamu begitu?”
“Tidak!” Andre bergegas membuka aplikasi di hanphonenya.
“Tolong Papa dengarkan ini!”
Papa Nugraha terdiam mendengar rekaman percakapan Sita dan Ibunya.
“Ini wanita yang kamu puja dan kamu bela di depan Papa dan Mama selama ini!” maki Pak Nugraha setelah mendengar rekaman.
“Ini kebebasan yang kamu berikan ke istrimu SITA!” Papa Nugraha melempar surat ke muka Andre.
Surat tersebut Andre pungut dan membukanya. Raut wajahnya tegang.
“Istri kamu Sita berani menjual tanah Papa, dan pembelinya untungnya teman papa sendiri. Jadi dia menanyakan ke papa!”
“Istri tercintamu sudah gila harta!”
Tertera di surat tersebut telah terjual tanah atas nama Nugraha Wijayanto senilai 15 milyar.
“Berani sekali Sita mencuri surat tanah yang Papa simpan di ruang kerja!’ Papa Nugraha memberikan rekaman cctv, tertangkap basah Sita dan Ibunya mengendap-endap di ruang kerja mertuanya.
__ADS_1
Kepala Andre sudah mulai mengebul......panas.....tambah tidak menyangka lihat tabiat Sita !!!
“Saya akan segera mengurusnya dan menceraikannya!” sudah tidak ada lagi niat dia menunda-nundanya dulu.
“Tapi berhati-hatilah, jaga keselamatan istrimu Lina!” pinta Papa Nugraha.
“Itu pasti Pah, saya utamakan!”
“Dan saat ini sebaiknya Papa, Mama dan Lina tidak akan balik ke mansion dulu. Untuk kamu terserah mau tinggal bersama kami, atau tetap tinggal di mansion," ucap Papa Nugraha
“Beberapa bulan yang lalu, saya beli rumah di daerah sini. Tapi saya sekarang ikut di mana Lina tinggal.”
“Bagus!” Papa Nugraha tampak senang mendengar keputusan anaknya.
“Baiklah kamu bisa balik ke kamar Lina, Papa masih ada urusan dengan Faisal.”
Dengan senang hati Andre kembali ke kamar Lina, walau agak kecewa setelah mengetahui Sita mencuri salah satu aset Papanya.
.
.
Lina terlihat sudah mengganti bajunya dengan dress rumahan berwarna navy dan bibirnya dipoles dengan lipstik berwarna nude, setelah kunjungan dokter untuk memeriksa luka di punggungnya dan keadaannya. Sudah di perkenankan mandi karena jahitannya sudah kering. Rasanya bahagia buat Lina.
Noah yang sedang sibuk dengan mainannya di samping Lina nampak anteng, sementara Lina sedang membantu Mitha bekerja dengan berkas-berkasnya.
Sedangkan Mama Rani dan Mama Anggi sibuk nonton drakor sambil ngemil. Sudah seperti sahabat lama.
“Mami......kok udah rapi aja?”
“Memangnya gak boleh rapi ya! Siapa tahu ada cowok ganteng lewat, trus naksir sama saya!” nyengir Lina.
“Enak aja naksir-naksir, gak boleh!”
Andre mendudukkan dirinya mepet di samping istrinya.
“Issss.....daddy duduknya mepet amat sih, tuh sanaan masih lega!”
“Maunya di sini, biar gak ada yang naksir mami!”
“Ciiihhh......!”
Dari pada naik urat sama Bosnya, Lina kembali ke laptop. Andre menatap istrinya, sedikit mencuekkan dia dengan berkasnya.
“Jangan capek-capek mikir dulu mih, kamu masih belum fit banget!” ujar lembut Andre.
“Hanya membantu sekedarnya aja kok Dad.”
Waktu berlalu sudah mau mendekati jam makan siang.
“Dad......!” bisik Lina.
“Mmmm.....!” gumam Andre masih sibuk mengerjakan sesuatu di tabnya.
“Dad.......saya pengen makan soto mie bogor!” manja Lina, mulai iseng ia merangkul pinggang Andre dari samping. Dan menyandarkan dagunya ke bahu Andre.
__ADS_1
Duh kok gue berasa kayak godaiin suami orang ya 🙄.