LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Dia istri saya!


__ADS_3

“Dasar laki-laki breng sek......baru sebentar cium gue.......eh udah cium cewek lain.....!” gerutu Lina sambil mengusap air matanya keluar.


“Loh kok gue sedih sihhhh.......pakai keluar air mata lagi!” gerutunya lagi, sambil terus berjalan keluar kantor menyusul Mitha dan Susi di rumah makan padang.


Di pelupuk matanya masih teringat saat Andre mencium bibirnya dengan lembut, dan adegan ciuman Andre dengan wanita lain.”Iiissshhh.......!”desisnya.


“Di kiraiin mami gak balik lagi ke sini!” ujar Susi.


“Pasti ke sinilah, perut gue juga butuh di isi!” jawab Lina, dia langsung mengambil piring kosong dan mengisinya dengan nasi dan beberapa lauk.


“Awas makannya jangan khilaf!” ujar Mitha, melihat Lina memakan beberapa lauk.


“Sesekali bolehlah, sekalian misi untuk menggemukkan badan.”


“Kalau udah gemuk, nanti pas lebaran haji tinggal di korbanin  aja yeee mi.....hi.hi.hi!” celetuk Susi.


“Yang ada korban perasaan!” jawab asal Lina.


“Korban perasaan ini ya Mih!” Mitha menunjukkan video yang ada di handponenya.


“Mmmm.....!” gumam Lina kembali mengunyah nasinya.


“Wah si Bos playboy juga.......baru aja tadi kita lihat mami di......!” ucapan Susi terputus karena tepukkan dari Mitha.


“Upss......sorry Mih.”


“Ngga pa-pa Sus.....nyantai aja. Paling satu kantor udah tahu adegan tadi di lobby.”


“Tapi loe baik-baik sajakan Mih?” tanya Mitha.


“Semoga Mit, gue harus kuat. Dah cepetan lanjutin makannya.......sayang mubajir kalau cuma dilihatin aja!”


“OKE Mih!” jawab serempak.


Ya gue harus baik-baik saja, tapi kok hati gue agak ngilu rasanya ya! Persis banget kayak istri mergoki suaminya selingkuh......huft


.


.


Andre yang masih di ruangannya sedang memomong Noah yang sudah berapa hari mereka tidak ketemu, sambil menyantap makannya, Andre tetap memangku Noah. Terkadang Dia tersenyum tipis mengingat saat mereka makan bersama untuk pertama kalinya di ruangannya.


Lina bersama kedua temannya sudah kembali dari tempat makan siang. Semua mata orang yang berada di perusahaan Nugraha khususnya wanita menatap sinis saat bertemu Lina.


“Sepertinya benar dugaan Mami, pasti sudah tersebar!” ujar Mitha.


Lina dengan cueknya tidak menghiraukan tatapan sinis dan bisik-bisik karyawan lain, tetap melangkah menuju ruang Finance.


.


“Faisal, sekarang juga minta Mitha menghadap saya!” titah Andre setelah menyelesaikan makan siangnya.


“Baik Pak Bos,” Faisal segera mengirimkan pesan ke Mitha.


10 menit kemudian.......


“Permisi Pak Andre!” sapa Mitha melihat pintu ruang CEO sudah terbuka.


Faisal langsung bangkit dari duduknya dan segera berdiri di samping meja kerja Andre.


“Duduk!” titah Andre tanpa menatap Mitha.

__ADS_1


Duh ada apa gerangan ya gue disuruh menghadap Pak Bos.


“Kamu tahu kenapa diminta menghadap saya?”


“Tidak tahu Pak,” Mitha mengingat hal apa yang bisa buat dia di panggil.


“Kenapa kamu bilang 2 hari yang lalu ke Susi, kalau Lina kecelakaan? Dan saya sampai kelimpungan mencari-cari keberadaan istri saya ke semua rumah sakit!” gertak Andre.


“Kalian berdua ngerjain saya ya!” tuduh Andre menatap Mitha lalu ke Faisal. Faisal terlihat tenang.


“Mitha, apa kamu sudah bosan kerja di sini!” gertaknya kembali.


Mitha menundukkan kepalanya “saya minta maaf Pak Andre!”


“Sekarang saya minta alamat di mana istri saya tinggal. Kamu pasti tahukan?”


“Maaf Pak Andre, saya tidak diperkenankan oleh Pak Nugraha memberitahukan alamat mami tinggal.” Mitha kembali menundukkan kepalanya, takut melihat tatapan tajam Andre.


“Iiss........Papa lagi!” Andre kesal.


“Ya sudah, sekarang kamu kembali bekerja!”


Mitha segera meninggalkan ruang CEO dengan perasaan lega.


“Faisal lanjutkan pekerjaan saya, dan minta salah satu sopir untuk antar Noah dan Tini ke mansion saya!” titah Andre.


“Baik Pak Bos!”


Andre merapikan jasnya lalu keluar dari ruangannya.


.


.


Suara kenop pintu ruang kerja Lina terbuka.


“Gimana Mitha, udah ke ketemu sama Bos Gila?” tanya Lina tanpa melihat lagi siapa yang masuk ke ruangannya, matanya masih sibuk dengan berkas-berkas di hadapannya.


“Loe ditanya apa aja sama tuh Bos Gila? Kok diam aja?”


“Heemmmm.....!” suara bariton Andre bergumam.


Netra Lina langsung ke arah pintu ruangannya, terlihat Andre sedang bersedekap di hadapannya.


“Siapa Bos Gila?” tanya Andre.


“Tuh yang barusan nanya!” jawab santai Lina, tatapannya kembali ke pekerjaan.


“Tatap mata saya Lina!” Andre geram di cuekkin Lina.


“Pak Andre ada keperluan apa, sampai datang ke ruangan saya?” Lina meliriknya sebentar.


“Wajar kalau seorang suami mengunjungi ruang kerja istrinya!"


“Ciiihh.........urusan kita sudah selesai Pak Andre, ingatkan perjanjian kita, status istri bohongan sudah selesai! Kalau lupa tolong dibaca lagi!” diletakkannya pulpen yang dipegangnya, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi kerjanya.


“Tolong beri saya waktu untuk menjelaskan semuanya!” Andre mendekatkan dirinya ke Lina.


“STOP..........jangan dekat-dekat saya!” salah satu tangan Lina menepis tubuh Andre yang semakin mendekati tempat dia duduk.


“Andre.......sayang ternyata kamu di sini. Baru di tinggal sebentar sudah tidak ada di ruangan!” Dina masuk ke ruangan Lina.

__ADS_1


Andre dan Lina sama-sama menatap kedatangan Dina.


“Sayang....ayuk katanya mau cari cincin buat acara lamaran kita!” ucap Dina sambil bergelayut manja di lengan Andre.


“Jadi ini yang Pak Andre ingin jelaskan ke saya!” Lina bangkit dari duduknya berusaha tenang.


“Mbak Dina tolong di bawa keluar calon suaminya, pekerjaan saya sedang banyak sekali!” ucap manis Lina sambil menatap tajam ke Andre.


“Dina.......kamu apa-apaan ini!” tangan Dina yang memegang lengannya di tepisnya. Namun semakin erat Dina memegangnya.


Melihat Andre dan Dina tidak beranjak keluar dari ruangannya. Lina mengambil tasnya “sebaiknya saya yang harus keluar dari ruangan ini!”


“Mami........!” panggil Andre melihat Lina mau keluar dari ruangan. Sekuat tenaga dia melepaskan pegangan Dina.


“Andre buat apa kejar karyawan kamu!” Dina ikut langkah Andre.


“DIA ISTRI SAYA!” teriak Andre masih mengejar Lina.


“Apa Istri!” ucap Dina terkejut.


Mitha dan Susi menatap Dina dengan rasa jijik.”Mbak....mbak sadar diri dong!” celetuk Susi sambil lalu.


Security perusahaan datang ke ruang finance “tolong sekarang juga mbak keluar dari perusahaan ini!” ujar salah satu security ke Dina.


“Apa-apaan saya kok di usir, sayà laporkan kalian ke CEO perusahaan ini!”


“Justru Pak Presdir sendiri yang meminta mengusir mbak dari sini!”


“Emang enak!” ketus Susi.


“Seret aja Pak kalau gak mau keluar secara baik-baik!” ucap Mitha.


“EEEH awas ya kalian berdua, tunggu balasan dari saya nanti!” ancam Dina, terpaksa keluar secara baik-baik dari pada di seret dan dilihat orang banyak.


Untuk kali ini Dina dikawal security keluar sampai benar-benar meninggalkan perusahaan nugraha.


Sedangkan resepsionis telah terima perintah untuk  melarang Dina masuk ke kantor tersebut.


“SHIITT........!” Andre kembali kehilangan jejak Lina saat mengejarnya sampai di parkiran mobil.


Apa sebaiknya pernikahan ini dibongkar saja, tidak perlu di sembunyikan lagi dari Lina....batin Andre.


.


.


“Mitha, ada baiknya kita harus kasih tahu mami, kalau dia sudah menikah sebenarnya dengan Pak Bos!” ucap Susi. Mereka berdua sedang merapikan berkas yang ditinggalkan Lina, untuk dibawa Mitha ke apartement.


“Gue gak berani Sus, loe gak ingat ancaman si Bos kalau sampai bocor, kita bakal di pecat!”


Susi terdiam sesaat.


“Sebenarnya gue juga udah gak tahan pengen kasih tahu ke Lina!” sambung Mitha.


“Kita coba aja deh Mith, apa pun yang terjadi gue rela deh. Ya semoga aja Si Bos tidak pecat kita berdua!”


“Ya udah loe ikut gue ke apartement!”


“Oke siap Bu Mitha.”


Mereka bergegas merapikan berkas, dan segera meluncur ke apartement nugraha.

__ADS_1


Sedangkan Andre kembali ke ruangannya dengan wajah muramnya, tampak Faisal sedang mengerjakan pekerjaan Andre yang terbengkalai di sofa.


__ADS_2