
Masih dalam pangkuan Andre, tangannya mulai membuka beberapa kancing dress kerja Lina. Terlihatlah sih buah persik menyembul dari bra berwarna hitam. “Ooh......sayang ini indah sekali,” puji Andre. Buah persik punya istrinya masih kencang dan padat, serta ukurannya pas di tangan Andre.
Wajah Lina menahan malu, ketika suaminya melihat kedua assetnya, tapi mau bagaimana lagi sudah jadi hak suaminya.
Tangan Andre mulai menurunkan dress Lina sampai ke pinggang, di rabanya bagian punggung Lina untuk membuka kait bra, lalu melepaskan bra yang dipakai Lina.
“Dad.... mami malu,” reflek ditutup kedua persiknya dengan kedua tanganya.
“Sayang.....jangan malu, saya suamimu dan mami istriku......!” mohon Andre sambil memegang kedua tangan Lina agar lepas menutup assetnya. Netra Andre mulai berkabut gairah melihatnya.
“Ooch........,” Andre mulai menyesap pucuk si buah persik yang berwarna pink kontras dengan warna kulit putih mulus istrinya, bibirnya mengulum, menyedotnya seakan ada isinya. Hasrat yang tertahan selama 3 bulan, seakan terbayarkan.
Tangan Lina reflek meremas rambut Andre, menahan rasa yang membuncah ketika Andre memainkan kedua buah persiknya secara bergantian. Pengalaman pertama buat dirinya, menerima cumbuan di buah persiknya, sensasi geli ketika di kulum hangat dalam bibir Andre.
“Sayang......ini nikmat sekali...!” Andre melepas sejenak pucuk buah persik, dan mendongakkan wajah untuk melihat wajah Lina sejenak. Lalu kembali memasukkan pucuk buah persik ke dalam mulutnya.
Menerima kenikmatan dari Andre, tanpa di sadari pinggulnya bergerak di atas pangkuan Andre, berhubung posisi awal di gendong ala baby koala. Jadilah Lina bisa merasakan bagian sensitifnya di bawah junior suaminya yang terasa mengeras, dan mereka saling bergesekkan.
“Dad......ah...” de-sahnya, suaminya tak berhenti mencumbui buah persiknya secara bergantian.
Tahu istrinya bergairah, tangan Andre meraba bagian sensitif Istrinya. Di elusnya bagian tersebut yang masih tertutup oleh kain.
“Daddy.......!” bisik Lina di telinga Andre, digigitnya telinga suaminya.....menahan sesuatu dan semakin jadi ketika tangan Andre menyentuh bagian sensitifnya.
“Sebentar ya sayang.....,” Andre ingin membahagiakan istrinya dulu dengan merasakan pelepasan untuk pertama kalinya. Jari tangannya mulai masuk kebagian surga dunia yang akan menjadi miliknya, di rabanya....lalu kedua jarinya masuk ke gua Lina.
“Aahh.....Dad....sakit,” ringis Lina merasakan sesuatu menganjal di bawahnya, baru kali ini Lina merasakan sensitifnya dimasukkin sesuatu.
“Daddy akan pelan-pelan sayang,” bisik Andre, dan kembali mencium bibir istrinya. Andre juga merasa agak susah memasukkan kedua tangannya, tapi akhirnya bisa menerobosnya dengan hati-hati. Jarinya pun mulai mengobrak abrik gua kenikmatan istrinya dengan gerakan lembut, karena dia tahu ini pengalaman pertama istrinya saat menyentuh bagian sensitifnya.
Tubuh Lina mulai menggelinjang, merasa sensasi hebat, seakan akan di perut bagian bawahnya di kelilingi kupu-kupu. Andre kembali menyusu di kedua buah persik istrinya. Kedua tangan Lina memegang erat kedua bahu Andre.
“AAHH......Dad........mami berasa mau pipis,” merasa dirinya akan keluar sesuatu.
“Keluarkan saja sayang, itu bukan pipis... “
“Aaahhhhhh Dad, mami udah gak tahan....!” tubuh Lina mulai bergetar hebat, sepertinya ada yang keluar dari tubuhnya.
Andre langsung memeluk istrinya yang sudah mendapatkan pelepasan pertamanya.
“Dad...... ,” napasnya terdengar berat, tubuhnya terasa melayang ke awan-awan saat dirinya di obrak abrik dengan jari suaminya.
__ADS_1
“Nikmatkan sayang rasanya,” goda Andre.
“Malu..........Daddy,” pipinya kembali memerah.
“Sekarang........giliran Daddy yang masuk ya sayang,” bisik Andre di daun telinga istrinya. Lina kembali meremang.
Ting..........Tong.
Bell kamar berbunyi....
“Daddy........ada yang mencet bel!” Andre berhenti mencium telinga istrinya.
“Siapa sih yang datang, ngangguin orang aja,” jengkel Andre.
“Andre.....Lina......ada di kamar ya, Noah nangis nih cariin maminya!” teriakan mama Rani dan tangisan Noah terdengar dari luar kamar.
“Daddy.......itu mama!” buru buru Lina menutup buah persiknya dengan tangannya, lalu bangkit dari pangkuan Andre, dan langsung berlari ke kamar.
“Astaga kok berasa kayak mau di gerebek sama satpol PP ya!” Andre terkekeh melihat tingkah Lina yang dalam keadaan bertelan-jang dada buru buru masuk kamar.
Melihat istrinya sudah masuk kamar , baru Andre membukakan pintu.
“Ndre........kamu!” Mama Rani kanget lihat penampilan Andre yang kelihatan acak acakan, belum lagi bibirnya ada noda lipstik.
“Kamu......pasti abis-------!”
“Mama menganggu aja,” sela Andre sambil mengambil Noah dari gendongan mama nya.
“Ya kan mama gak tahu, kalau kamu lagi------,”
“Udah ah mah, gara gara Mama........Andre gak jadi unboxing istri Andre!” ujar kesalnya.
“Cie cie anak mama gambek nih ceritanya. Lagian mama ke sini karena anakmu rewel cariin maminya. Ya udah mama mau lanjut makan siang sama papa......syukurin gak jadi unboxing Lina!” ledek Mama Rani sambil lalu.
Andre dengan wajah cemberutnya masuk kembali, membawa Noah.
“Sayang..........sayang,” panggil Andre, masuk ke kamar mereka.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, tampak Lina habis mandi, rambutnya basah seperti habis keramas.
__ADS_1
“Mami, mandi gak ngajak daddy.” Wajahnya ketekuk.
“Nanti ya Daddy, tuh lihat ada Noah,” Lina mengambil Noah dari gendongan Andre.
“Duh anak mami wajahnya sampai merah begini, abis nangis ya sayang,” ucap Lina.
Noah yang berada di gendongan Lina, kepalanya ngusel ngusel ke dada Lina.
Andre memegang kepala Noah “ stop dede, itu punya daddy.......jangan di usel usel punya daddy!”
“Astaga daddy sama anak kok begitu, Noah masih kecil belum mengerti. Udah sekarang kita makan siang, terus daddy mandi ganti baju. Keburu waktu raker di mulai!” pinta Lina.
“Iya sayang......,” Andre manut aja kalau di suruh Lina, waktu sama Sita boro boro nurut, wong jarang di perhatiin. Sekarang Andre baru berasa di urusin istri, inilah salah satu hal yang membuat dia jatuh cinta dengan istrinya sebelum resmi menikahinya.
Lina memangku Noah yang sedang makan cemilannya, salah satu tangannya menyuap makanannya, sesekali Andre menyuapi makanannya ke Lina untuk di coba. Sungguh suasana makan siang ini begitu romantis dengan hidangan yang mewah tersaji di meja, di sela makan siang, Andre mencuri mencium bibir istrinya. Rasa gak betah kalau bibir istrinya lama di anggurin.
“Duh dede........daddymu ternyata messum sekali. Tutup mata dede......nanti jadi ternoda.”
“Hi.....hi....hi......” tawa Noah sambil nyengir hingga terlihat giginya sudah mulai tumbuh 2 biji.
“Habis raker ya sayang.....!” bisik Andre sambil meremas buah kesukaannya.
“Mmmmm.......udah daddy mandi, sholat gih. Siap siap!”
“Iya.......cintanya daddy yang cerewet!”
Cup........kembali di kecup bibir Lina.
Andre dan Lina sudah berganti pakaian serta terlihat segar, terutama Andre.....wajahnya cerah tidak seperti biasanya setelah mendapatkan asupan yang bergizi. Noah yang matanya mulai sayup, segera di titipkan ke baby sitternya, karena sudah waktunya tidur siang.
Dengan langkah yang pasti Andre dan Lina memasuki ruang pertemu, Faisal dan Mitha sudah menunggu kedua bos tersebut di luar ruangan.
Andre di dampingi Fasial, Lina di dampingi Mitha.
“Semoga rakernya lancar ya daddy!” Lina melabuhkan kecupan di kedua pipi suaminya.
“Makasih sayang,” senyum hangat Andre dapat semangat dari Lina.
.
note: maaf ya Kakak Readers kalau tidak sesuai ekspetasi 🤭🤭, berhubung MP nya tidak lulus review jadi puter otak. Rombak cerita dulu agar MP nya lulus review. Tungguiin yaaa 😘😘😘
__ADS_1