LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Masuk kerja


__ADS_3

“Andre.......bagaimana bisa kan kita memulai lagi dari awal?” Dina kembali membicarakan hal yang sempat terpotong.


“Maaf Dina, sekarang saya fokus dengan mengurus anak saya!” Andre sepertinya masih menutupi kalau dia masih memiliki istri yaitu Lina.


“Tolong beri kesempatan buat aku. Aku bisa kok belajar jadi ibu sambung yang baik buat anak kamu, lagi pula kamu sudah berceraikan. Dan pastinya anakmu butuh seorang ibu!”


“Lama amat kamu ke toilet, berendem kamu di toilet!” celetuk Andre, melihat kedatangan Faisal.


Tiba-tiba Dina terlihat cemberut karena ucapan dia belum ditanggapi oleh Andre, gara-gara kedatangan Faisal.


Ah pakai.balik segala si Faisal,......datang tidak tepat waktunya, gagal lagi ini....batin Dina.


“Sorry Pak Bos, toiletnya antri,” alasan Faisal, padahal dia sengaja mengulur waktu, karena rasa tidak suka dengan kehadiran Dina.


“Ya sudah kamu urus tagihan semuanya, biar kita kembali jalan!”


“OK Pak Bos,” Faisal segera ke tempat kasir.


Andre beranjak dari duduknya “Andre bisa aku menumpang mobil kamu, aku lagi tidak bawa mobil?” diraihnya tangan Andre.


“Tidak bisa, saya masih banyak urusan harus ke beberapa tempat!” tolak Andre secara halus.


“OOH.....!” Kecewa di hati Dina, baru kali ini dia ditolak Andre, sedangkan dulu Andre selalu ada untuknya.


“Silakan kamu lanjuti makannya, sudah saya bayar sekalian,” ucap Andre dilihatnya Dina belum selesai makan.


“Thanks,” jawab Dina tidak semangat, segala pertanyaan dia masih belum terpuaskan.


Andre meninggalkan Dina begitu saja di resto.


.


.


“Asik yang balikkan lagi sama mantan.......CLBK!” ejek Faisal sambil mengemudi.


“Apa tuh CLBK?”


“Ah si Bos gak gaul....CLBK tuh......Cinta lama belum kelar!"


“Ooooh.”


“Wah kayaknya Noah bentar lagi punya mama baru nih!” ledek Faisal.


Netra Andre menatap keluar jalanan ,”entahlah Faisal, kenapa semuanya jadi rumit sekarang, Lina belum ketemu.......malah bertemu dengan Dina!” ujar Andre menyugar rambutnya.


“Yang bikin rumit itu Pak Bos sendiri!”


“Hanya hati yang tahu arahnya ke mana Bos. Jika lebih berat ke mantan....maka lepaskan Lina untuk selamanya. Biarkan dia bahagia di luar sana!"


“Ngaco kamu, saya di suruh lepasin Lina.....dia istri saya!”


“Nah itu Bos tahu, kenapa sekarang malah mikirin mantan. Pilih salah satu Bos, kalau mau balik sama mantan, berarti bolehlah saya bisa deketin Lina. Atau jangan bilang Bos pengen miliki kedua-duanya!”


Tiba-tiba ditepuknya bahu Faisal “awas kalau kamu coba-coba deketin Lina, saya kirim kamu ke kutub utara!” ujar geram Andre.


“Slow Bos!” Faisal terkekeh pelan.


Dasar Bos plin plan.....!

__ADS_1


Mobil Andre kembali mengunjungi beberapa rumah sakit dan Faisal menikmati Andre yang terlihat murung. Hatinya pengen sorak bergembira.


Tiba malam hari, Andre dan Faisal kembali ke mansion Andre dengan tidak membawa hasil apa pun.


“Faisal......kamu benar tidak tahu Lina ada di mana?”tanya Edward saat duduk di ruang utama.


“Kalau saya tahu, dari tadi saya kasih tahu Pak Bos!” jawab Faisal tenang menutupi kebohongannya.


Sorry ya Bos....😁


“Kenapa mansion terasa sepi!” keluh Andre.


“Tuan Besar sama Nyonya Besar masih di mansion utama......Pak Bos?” tanya Faisal.


“Sepertinya begitu!”


Duduk sesaat di ruang utama, akhirnya Andre beranjak meninggalkan ruang utama menuju ke kamarnya. Hatinya terasa hampa melihat ranjangnya.......yang sudah terbiasa tidur memeluk Lina. Malam ini dia sendiri.......dan kembali tidak bisa memejamkan matanya.


.


.


Perusahaan Nugraha Grup.


 


Pagi ini Andre terpaksa harus datang ke kantor sebelum melanjutkan pencarian Lina. Dengan lingkar matanya yang menghitam, sikap Andre terlihat dingin, sapaan dari para karyawannya seperti biasa, tidak di hiraukan.


“Selamat Pagi Pak Andre,” sapa Rini ketika masuk ke ruang CEO.


Tanpa menjawab hanya melihat sebentar ke arah Rini


“MMM......!” gumam Andre, sambil memberi tanda agar Rini segera keluar ruangannya.


Rini segera keluar “Pak Faisal, Pak Bos anginnya lagi gak enak ya?” tanya Rini saat bertemu Faisal.


“Iya, hati-hati jangan buat masalah dulu. Nanti macannya bangun!” jawab Faisal.


“Oh.....oke!” Rini bergegas ke meja kerjanya.


.


.


Setelah kedatangan Andre ke kantor, selang beberapa menit kemudian Lina dan Mitha sampai di kantor juga. Dan kali ini penampilan Lina agak sedikit berbeda, yang biasanya memakai celana panjang dan blazer lengan panjang dengan warna senada. Kali ini dia memakai dress kerja yang menampakkan sedikit lekuk tubuhnya.


Lina melihat pantulan dirinya dari kaca saat masuk ke lobby.


Mmmm.......oke juga ternyata pakai baju ini.....batin Lina tersenyum puas.



Kali ini beberapa karyawan tidak mengenal Lina, mungkin karena wajah Lina menggunakan masker. Sengaja dia memakai masker untuk tidak diketahui Andre jika mereka tidak sengaja bertemu.


Dengan santainya dia masuk ke lift menuju ruangannya bersama Mitha.


“Akhirnya......mami ke kantor juga!” sapa Susi ketika melihat ke datangan Lina dan Mitha, dan langsung memeluknya.


“Bosen di rumah terus!” jawab Lina sambil membuka maskernya.

__ADS_1


Teman-teman team finance ikutan menyambut kedatangan Lina, yang sudah lama tidak hadir ke kantor kecuali Pak Dandi yang berada di luar kantor.


Lepas kangen dengan teman-temannya, Lina masuk ke ruangannya.


Tatapan rindu dengan ruangan terlihat dari matanya, bisa datang lagi dan kembali beraktivitas seperti biasa.


“Mih.......ingat kerjanya jangan di forsir dulu baru sembuh!” ucap Mitha.


“Oke!”


“Saya siapkan data yang harus di cek ya Mih!”


“Ya  ......”


Lina mulai menyalakan laptopnya, dan jari lentiknya mulai membuka berkas yang sudah ada di mejanya, mengawali kerja dengan semangat 45.


Sedangkan di lantai 10, pasnya di ruang CEO......Andre bekerja dengan hati galaunya. Badannya saja yang ada di kantor tapi pikirannya melalang buana.


Beberapa jam berkutat dengan pekerjaan, tidak terasa sebentar lagi jam makan siang.


“Mitha, Susi makan siang yukk!’ ajak Lina ke kubikel ke dua temannya.


“Ayo......makan di mana Mih?” tanya Susi.


“Udah lama gak makan nasi padang di seberang kantor......yuk!” jawab Lina sambil menunjukkan dompet di tangannya.


“Yukkklah cuss,” ujar Mitha.


Tak lupa Lina memakai maskernya kembali, dan mengikuti kedua langkah temannya.


.


.


Faisal dan Andre sudah berada di lobby perusahaan di jam yang sama karena ingin makan siang di luar.


“Andre......!” sapa Dina sambil melambaikan tangan dari kejauhan tepatnya di pintu lobby, lalu mendekati Andre yang masih berada di dalam lobby.


Buat apa Dina ke sini ! Batin Faisal...


“Andre mau keluar ya? Padahal aku mau ketemu kamu!” ujar Dina sambil memegang lengan Andre.


“Ada kepentingan apa ya Dina, kami ada janji makan siang di klien!” jawab Faisal berbohong. Padahal hanya ingin makan siang saja.


“Kalau begitu aku ikut ya, aku janji tidak akan mengganggu pertemuannya,” ujar Dina dengan sorot matanya memohon.


Di sekitar Andre dan Faisal, terdengar suara candaan Lina, Mitha dan Susi, yang mencuri perhatian Andre.


.


.


bersambung


Terima Kasih untuk Kakak Readers yang telah mensupport karya ini mulai dari like, vote, rate, hadiah, serta komennya.


Mohon maaf juga jika novel ini dirasa kurang memuaskan atau terkesan membosankan, harap maklum saya masih pemula, kemampuannya belum setingkat Author senior yang ceritanya sudah banyak viewersnya dan lebih menarik. Tapi tetap bersyukur masih ada yang berminat membaca karya ini.


love you sekebon 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2