
Andre dibantu Kevin membaringkan Lina di atas sofa, sedangkan Noah sudah di gendong Mama Rani, tapi malah memberontak. Mau gak mau Mama Rani menimang Noah tidak jauh dari Lina.
Mama Anggi sibuk membawakan minyak angin buat Lina, lalu langsung membalurkannya ke kening, tengkuk, dari sedikit ke hidung.
“Mah.......biar Andre saja yang membangunkannya!” pinta Andre ke mama Anggi. Mama Anggi menganggukkan kepalanya, dan memberi ruang buat Andre mendekat.
Andre duduk di tepi sofa samping Lina di rebahkan.
“Sayang........!” bisik Andre di telinga Lina, diselipkan rambut istrinya ke belakang telinga.
“Bangun sayang.....!” dikecupnya daun telinga Lina.
PUG
“Mama......!” Andre tersentak ketika bahunya di tepuk Mama Rani.
“Kamu.....istri pingsan malah curi kesempatan!” tegur mama Rani.
Andre menggaruk kepala belakangnya, malu ketahuan mesumnya “Andre kangen mah sama Lina!”
“Dasar mengambil kesempatan dalam kesempitan....udah biarkan Lina istirahat, nanti juga bangun sendiri!”
“Huft........!” Andre mengalah.
Memang tidak menunggu waktu lama 10 menit kemudian Lina mengerjapkan kedua matanya.
“Minum dulu nak,” Mama Anggi memberikan segelas teh manis hangat.
“Makasih Mah,” dia menerimanya lau menyesapnya pelan-pelan.
Noah ternyata masih rewel di timang Mama Rani “bawa sini mah, Noahnya!” pinta Lina sambil mengulurkan tangannya.
“Cup.....cup.......ganteng mami,” Noah kembali tenang di dekapan maminya.
“Lin.....sebaiknya kalian berdua istirahat di kamar, sambil menunggu hasil lab Noah. Kevin sama Alex sedang ke rumah sakit papa,” ujar Papa Nugraha.
“Baik Pah!” Lina bangkit dari duduknya sambil mengendong Noah.
“Aaakkkh.....” ringis Lina saat bangkit dari duduknya.
“Mami.....!” Andre langsung berdiri disamping Lina.
Mata istrinya mulai memerah “Pak Andre......pinggang saya kram!”
“Ha.....ha.......ha” Andre malah tertawa melihat mimik wajah istrinya menahan rasa kram, lalu di elus pelan-pelan pinggang Lina.
“Kok malah diketawaiin sih!” mata mau melotot tapi lagi nahan sakit.
“Saya jadi ingat waktu kejadian di kantor, mami juga pernah pinggangnya kram pas mau pindahin Noah.”
Lina mengingat-ingat kejadian sekitar 2 bulan yang lalu, entah kenapa tidak ada rasa malu di depan bos gantengnya, benar benar tidak jaga image.
Andre mengambil alih Noah dari gendongan Lina, dan salah satu tangannya masih mengelus pinggang istrinya.
“Cukup pijatannya, sudah enakkan Pak Andre,” ujar Lina, agar Andre menghentikan pijatannya.
__ADS_1
“Biar saya anterin mami sama Noah ke kamar!” pinta Andre masih memegang pinggangnya. Terpaksa Lina menerima perlakuan Andre.
Sekarang mereka berdua sudah berada di kamar Noah. Lina membaringkan Noah di ranjangnya pelan-pelan karena sudah tertidur.
Andre duduk di tepi ranjang Noah “Mih..........!”
Lina menolehkan wajahnya ke arah Andre. “Saya akan mengurus pernikahan kita secara hukum,” ujar Andre.
“Pak Andre bisa tidak kita tidak membahas pernikahan ini, bukankah sebelumnya sudah kita bahas di depan orang tua kita!” jenuh rasanya otak Lina ketika dituntut untuk menerima pernikahannya dengan Bos gilanya.
“Baiklah,” balas Andre, dia juga merasa tidak enak selalu membahasnya terus, tapi tetap saja dia menuntut Lina untuk menerima pernikahan mereka.
“Sebaiknya mami istirahat dulu, nanti pas makan malam, saya akan jemput mami!”
“Mmmmm.......!”
Andre keluar dari kamar Noah, di tatapnya punggung pria tampan tersebut menghilang dari kamar.
Andai kita bertemu seperti orang kebanyakan, mungkin saya akan jatuh cinta padamu dengan tatapan tajammu, wajahmu yang rupawan, tubuhmu yang gagah.
Perlakuan lembutmu, pelukanmu, ciuaman yang sering kau curi dariku mungkin bisa membuatku makin mencintaimu.
Tapi nyatanya saya tak sanggup untuk jatuh cinta padamu, seakan ada tembok di hatiku. Saya takut patah hati untuk kedua kalinya.
Benarkah kau menikahiku karena mencintaiku! Saya meragukannya!
Lina menghela napas dalam-dalam, lalu memejamkan matanya mengikuti Noah yang tertidur pulas.
🌹🌹
“Selamat Malam Pak Nugraha."
“Selamat Malam juga Pak Bagas, sudah lama sekali kita tidak bertemu!” Papa Nugraha saling berjabat tangan dengan teman lamanya.
“Ya begitulah mengurus perusahaan yang ada di luar negeri.”
“Dan ini siapa Bagas?” Papa Nugraha menunjuk seorang wanita cantik di samping Pak Bagas, sepertinya dia pernah melihatnya.
“Oh ini anak saya Dina,” Dina menjulurkan tangannya ke arah Papa Nugraha.
“Oh Dina.....,” Papa Nugraha langsung teringat video Andre yang di kirim Lina.
“Saya teman dekatnya Andre, Om Nugraha!” selama Dina jadi kekasih Andre memang belum pernah bertemu dengan Papanya Andre.
“Sengaja Dina temani saya ke sini, biar ada temannya!” tutur Bagas.
“Om Nugraha, Andrenya ada!” kesempatan Dina untuk mendekati Andre kembali.
“Andre sedang di kamar sama istrinya.”
“ Oh....Andre sudah menikah, kok tidak mengundang! Padahal saya mau menjodohkan anak saya dengan anak kamu?” terkejut Bagas.
“Baru akad nikah, resepsinya menyusul. Pasti akan saya undang.”
“Eeh ada apa nih kamu ingin bertemu saya?”
__ADS_1
“Saya ingin membicarakan proyek pembangunan dan kerjasama kita berdua, sepertinya nanti Dina akan mewakilkan saya,” ucap Bagas.
“Nanti saya akan bicarakan dengan Andre, kebetulan perusahaan yang mengurus Andre!"
Bagus, aku ada kesempatan untuk sering bertemu dengan Andre........batin Dina.
“Tuan Nugraha, makan malam sudah siap,” ucap Pak Jaka kepala pelayan yang menghampirinya.
“Bagaimana kalau Pak Bagas dan Dina ikut makan malam di sini?” tawar Papa Nugraha.
“Baiklah, saya terima ajakan makan malamnya,” balas Bagas.
YES Papa keren, tahu aja isi hati aku.
Mereka bertiga menuju ruang makan, Mama Rani dan Mama Anggi sudah berada di ruang makan.
“Selamat malam Tante Rani,” sapa Dina dengan sopannya.
“Eeehh.....Dina!” wajah Mama Rani terlihat kikuk lihat keberadaan Dina.
Loh kok Dina bisa ada di sini lagi, wah gawat ini....belum kelar pertengkaran anak mantuku......eeeh datang si ulat keket !
“Mah, Dina ternyata anaknya Bagas!” ucap Papa Nugraha sambil memberitahukan kedatangan Bagas.
Mama Rani hanya bisa tersenyum tipis, melihat tamu yang datang. Sedangkan Mama Anggi merasa tidak enak dengan tamu besannya, memilih untuk makan di dapur.
“Andre nya kemana Tante Rani, tidak ikut makan?” tanya Dina sambil melihat keseluruh area yang ada di ruang makan.
“Nah tuh mereka datang,” jawab Mama Rani melihat kedatangan Andre dan Lina, terlihat Andre begitu posesifnya merangkul pinggang Lina walau sudah beberapa kali Lina menepis tangan suaminya.
“Dina.....!” Andre terkejut melihat Dina sudah ada di ruang makan. Lina hanya bisa menatap mereka berdua.
“Ciihh......tuh pacarnya datang!” celetuk Lina pelan, ditepisnya rangkulan Andre. Lalu duduk di sebelah Mama Rani.
“Bagas, ini Andre dan Lina istrinya,” ucap Papa Nugraha memperkenalkan anak menantunya. Bagas hanya melirik sesaat ke Lina.
“Andre tangan kamu kenapa, kok bisa dua-duanya di perban?” tanya Dina heran.
“Kena pecahan kaca,” jawab santai Andre.
“Kamu duduk di samping aku aja!” pinta Dina melihat Andre masih berdiri.
Dilihatnya Lina cuek dengan keadaan di ruang makan, Andre lebih memilih duduk di samping istrinya.
“Andre pasti kamu akan kesulitan makan, biar aku bantu kamu ya!” Dina pindah duduk ke samping Andre. Dina benar-benar mengabaikan keberadaan Lina yang berstatus istri Andre.
Dina mulai menyiapkan piring buat Andre lalu mengisinya dengan nasi serta lauknya. Sedangkan Lina hanya mengambil nasi untuk dirinya sendiri.
Hati Mama Rani sudah mulai ketat ketir, sesekali melirik mantunya yang duduk di sampingnya. Semoga malam ini tidak terjadi pertengkaran lagi.
.
.
bersambung
__ADS_1