LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
EMOSI


__ADS_3

10 menit, 15 menit, 20 menit Lina belum kembali ke ruangannya. Andre memutuskan menyusul ke toilet.


“Mami........!” panggil Andre dari luar pintu toilet wanita.


“Eeehh Pak Andre!” ujar Mitha yang baru saja keluar dari toilet.


“Mitha, Mami masih di toilet?”


“Ada apa cari saya, kayaknya sering banget nyamperin ke toilet!” ketus Lina dari belakang Mitha.


“Saya tadi sudah tunggu Mami di ruangan, tapi kelamaan gak balik. Mami temenin saya ke temu Dina sekarang?”


Andre ingin menjaga perasaan istrinya, tidak ingin membuat kesalahan terulang kembali.


“Lah kan masih ada Faisal, bisa temenin Pak Andre. Saya masih ada pekerjaan!” Lina kembali melangkah kakinya.


GREB


“Temeni saya, kalau mami tidak bersedia. Saya cium mami di sini juga!” bisik Andre dengan memeluknya dari belakang.


Duh Si Bos....cari tempat yang sepi dong kalau mau mesraan sama istrinya........jiwa jomblo Mitha meronta-ronta.


Tubuh Lina bergidik ketika menerima kecupan basah di lehernya. “Baiklah saya temani.......tolong lepasin tangannya!” daripada urusan jadi panjang lebih baik menurut dulu.


“Mitha.....minta tolong rapiin kerjaan saya yang ada di meja ya!”


“Siap Bu Bos.”


Andre tersenyum puas, ancaman dia berhasil. “Tidak perlu merangkul atau saya tidak ikut ke ruangan!” ketus Lina melihat Andre kembali merangkul pinggangnya.


“Baiklah!” Andre melepas rangkulannya.


🌹🌹


Dina dengan pesonanya duduk cantik di sofa yang berada di ruangan Andre. Tidak sia-sia dia seharian menunggu Andre, akhirnya mau bertemu dengannya. Dengan sengaja blazer yang di kenakan Dina di buka kancingnya, agar kaos sexynya yang memperlihatkan belahan buah dada terlihat nantinya.


“Andre.......!” sapa Dina bergegas beranjak dari duduknya menghampiri Andre yang baru masuk ruangannya.


Baru saja Dina ingin memeluk Andre..”Sayang.....kok lama amat jalannya!” ucap Andre yang membalikkan badannya, melihat Lina berada di belakangnya.


“Andre kok ada Lina di sini!” terlihat Dina tidak suka dengan kehadiran Lina, di pikirnya dia akan berduaan saja dengan Andre.


“Ini kantor saya.......bebas bawa istri saya!” Andre menggenggam tangan Lina dan mengajak duduk di sofa.

__ADS_1


Sorot mata Dina begitu sinis memandang Lina “apa yang ingin kamu bicarakan!” ucap Andre.


“Menyambung pembicaraan papa kita semalam, tentang proyek yang sekarang sedang berjalan!” Dina membuka berkas yang dibawanya lalu diberikannya ke Andre.


“Sepertinya kita berdua harus mengecek ke tempat proyek, aku dapat laporan kalau pembangunannya tersendat,” ujar Dina dengan pembawaan yang serius.


Andre  mengamati berkas yang di berikan Dina. “Ada yang kurang jelaskah?” tanya Dina melihat Andre yang begitu serius membaca. Tanpa menghiraukan kehadiran Lina......Dina pindah posisi duduk ke samping Andre.


Kebetulan Andre duduk di posisi sofa seat 3, sedangkan Lina duduk di sofa single.


Ck.....kayaknya Dina gatal banget, pengen banget di garuk......gerutu Lina.


Sesuai misi Dina, dia akan mengejar Andre dan menjadikan miliknya seorang. Tidak perduli Andre sudah punya istri, dan secara terang-terangan di depan istrinya.


Kalau Lina seperti Sita, pasti Dina sudah dijambak sampai rontok tuh rambut, yang terang-terangan menggoda suaminya. Tapi beda dengan Lina.........sungguh tenang melihat Dina beraksi.


“Andre.......kamu sebagai CEO, dan aku mewakili perusahaan papaku berarti sama kedudukannya. Sepertinya tidak enak jika membahas kerjasama ini di depan orang lain, yang tidak ada kepentingannya!” tegur Dina, berusaha agar Lina meninggalkan mereka berdua.


Andre mengangkat wajahnya yang sedari tadi fokus membaca “tidak ada yang salah Lina di sini, justru dia yang lebih tahu keuangan proyek ini!” dilemparnya berkas tersebut ke meja, terasa jengah melihat Dina sudah duduk di sampingnya, di tambah begitu menempel ke dirinya.


“Aku hanya kasih saran saja!” pura-pura memelas.


“Andre.........begini aku ingin menyambung pembicaraan papaku semalam. Aku ingin usulan papaku semalam kamu terima ya, aku rela jadi istri keduamu kok. Kita masih saling mencintai kan? Lagi pula ini menguntungkan perusahaan kamu, bisa tambah besar!” tanpa beban mudahnya Dina memeluk lengan Andre.


”Dina...kamu hanya mantan saya, dulu saya memang mencintai kamu dan itu hanya tinggal masa lalu. Sekarang saya sudah memiliki Lina........istri yang sangat saya cintai. Lagi pula sekarang saya bertemu denganmu karena membahas proyek kerja sama. Bukan ingin menjalin hubungan kembali!” tegas Andre beranjak berdiri.


Tidak betah rasanya Lina melihat drama antara sepasang mantan kekasih. “Mami mau ke mana?” Andre meraih lengan Lina.


“Sebaiknya Pak Andre selesaikan masalahnya dengan mbak Dina, tidak tepat saya ada di sini.”


“Seharusnya memang seperti itu, kamu nya aja gak sadar dari tadi!” sahut Dina dengan sinisnya.


“Dan satu lagi sebaiknya Pak Andre terima rencana perjodohan itu. Benar ucapan mbak Dina perusahaan Pak Andre akan semakin besar!” terkesan marah dari ucapan yang dilontarkan Lina.


“Jadi mami ingin saya menikah lagi.......!” diraihnya pinggang Lina dan menempel ke tubuhnya.


“YA....... karena Pak Andre lelaki plin plan, katanya cinta dengan saya. Tapi bilang cinta juga ke Dina!”


“Lagi pula pernikahan kita hanya siri, tidak sulit untuk bercerai. Dan Pak Andre bisa memiliki istri yang sepadan!” tegasnya Lina berucap dengan menatap wajah Andre.


“Siapa yang bilang masih nikah siri! Saya sedang mengurus pernikahan kita secara hukum. DAN KAPAN SAYA BILANG MASIH MENCINTAI DINA!” tegas Andre seperti tidak ingin di bantah lagi.


Hati Andre kembali emosi lagi mendengar kata cerai dari mulut Lina, entah kenapa selalu mudah istrinya berkata cerai.

__ADS_1


Andre menatap lekat ke dua mata Lina yang mulai berkaca-kaca.


“Mmphf.........” Andre membungkam bibir Lina dengan bibirnya. Di lu-matnya bibir Lina dengan penuh gairah yang sudah lama tidak di salurkan.


Kedua tangan Lina memukul mukul dada Andre saat menerima ciuman Andre, ingin melepas pagutan Andre. Tapi justru ciumannya semakin dalam, Andre menyesapnya dengan lembut.


“ANDRE........GILA KAMU YA!!!” pekik Dina melihat Andre berciuman dengan istrinya. Dirinya panas melihat adegan di depan matanya, seakan-akan posisi dia sebagai istri Andre yang memergoki sedang selingkuh dengan wanita lain.


Andre melepas pagutannya, dan tersenyum melihat bibir istrinya sedikit bengkak karena ulahnya. Lina mendengus kesal setelah menerima serangan mendadak di depan Dina.


PLAK !!


Pipi Lina seketika memerah, menerima tamparan dari Dina, ketika wajahnya melengos dari tatapan Andre.


“APA APAAN KAMU DINA MENAMPAR ISTRI SAYA!” pekik Andre ikut kaget melihat istrinya di tampar.


PLAK !!


Pipi Dina ikutan memerah setelah salah satu tangan Andre melayang ke pipi Dina.


“ANDRE......!” terkejut Dina menerima tamparan dari tangan Andre.


“Dasar wanita yang tidak tahu diri, wanita miskin yang menjerat lelaki kaya. Ternyata kamu cuma istri sirinya.....HAH!” Dina terbakar cemburu, namun senang mendengar kata siri.


“Maaf mbak Dina..........saya tidak salah dengar, tidak salah mbak Dina menampar saya!”


PLAK !!!   


PLAK !!!


Kedua tamparan diterima di pipi kanan dan  kiri Dina.


“Seharusnya tamparan ini saya berikan ke mbak Dina saat mencium Pak Andre di mansion dan di kantor! Seharusnya saya yang marah melihat suami saya mencium mbak Dina! Lalu kenapa sekarang mbak Dina marah lihat suami saya cium saya!” Lina menantang Dina, emosinya ingin meledak.


“Cemburu sama saya.......huh! Seharusnya saya yang cemburu melihat mbak Dina mendekati suami saya. GAK KEBALIK!” geram sudah menerima perlakuan Dina, seakan akan dirinya bisa ditindas seenaknya.


.


.


*bersambung


Promo novel karya Author Qaeyra, mampir yaa*....

__ADS_1



__ADS_2