LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Mengungkapkan


__ADS_3

Hubungan Wahyu dengan Lina sebenarnya sudah lama kandas. Lina hanya sesaat menerima rasa cinta Wahyu, walau tanpa di pungkiri Lina juga sempat membalas rasa cinta Wahyu.


Akan tetapi Lina menyadari jika dia salah mencintai Wahyu yang telah memiliki istri dan anak. Sudah sejauh mungkin dia menghindari Wahyu, namun berulang kali Wahyu mengejarnya, mengungkapkan isi hatinya, dan selalu meminta dia menjadi istri keduanya. Namun sayangnya selalu di tolak Lina.


Sekarang Wahyu untuk ke-3 kalinya kembali melamar Lina dengan penuh percaya diri karena persoalan masalah rumah tangganya yang selama ini di hadapinya telah terselesaikan, berakhir dengan perpisahan.


Dia sangat yakin kalau Lina akan menerima lamarannya kali ini dengan statusnya sebagai duda, dan dia pun sangat yakin jika Lina masih mencintainya, walau antara mereka tidak ada menjalin hubungan spesial.


🌹🌹


Andre yang sedari tadi melihatnya sudah tidak tahan lagi, istrinya dilamar pria lain di hadapan ia sendiri. Ini adalah kesalahan dia sendiri, yang tidak menyegerakan mengumumkan pernikahannya dengan Lina. Rahangnya mulai mengeras, dadanya rasanya ingin meledak ledak, matanya mulai memerah menahan emosi.


“Terima........terima......terima.....ayo mbak Lina.....di terima lamaran Pak Wahyu!” Beberapa suara terdengar teman-temannya menggema di dalam restoran.


“Pak Bos......tahan sebentar!” Faisal menahan Andre untuk tidak mendekat ke meja Lina.


“Loe gila Faisal suruh gue menahan, ini istri gue lagi di lamar orang lain. Di depan mata gue sendiri!” geram Andre.


Faisal menahan salah satu tangan Andre, agar tidak mengamuk di depan karyawannya. Itu akan menjatuhkan harga diri Andre selaku bos mereka.


Mata Lina mulai berkaca-kaca, melihat pria yang pernah mengisi hatinya....kembali melamarnya dengan status barunya.


Semua sudah terlambat mas Wahyu!


“Mas Wahyu, jangan bilang statusmu telah sendiri karena saya?” tanyanya penuh hati-hati.


“Bukan karena dirimu, tapi jalanku dengan mantan istri sudah tak sejalan, kamu sudah tahu semua permasalahanku!” ungkap Wahyu.


Sesaat Lina memejamkan kedua matanya, sambil menahan tubuhnya tetap berdiri tegak di hadapan Wahyu.


“Ma---maafkan saya......Mas Wahyu!” tenggorokan Lina terasa tercekat ketika ingin lanjut berbicara.


“Lina.......sekarang saya statusnya sendiri tidak seperti yang dulu!” Wahyu menegaskan sekali lagi.

__ADS_1


“Ma---maafkan saya, tidak bisa menerima lamaran ini,” ucap lirihnya.


“Kenapa?” Wahyu bangkit dari posisi berlututnya. Dan sekarang mereka berdua sudah berdiri saling berhadapan.


“Sekarang...saya sudah benar benar sendiri sayang. Tidak seperti dulu!” Wahyu kembali menegaskan.


Semua mata rekan kerjanya masih memandang ke arah mereka berdua.


“Saya sudah menikah.......Mas Wahyu,” ucap Lina sambil memberanikan dirinya menatap wajah tampan Wahyu.


“Menikah! Dengan siapa! Setahu saya...... kamu tidak pernah dekat dengan pria!” hati Wahyu berkecamuk mendengar pernyataan Lina. Dia menyugarkan rambutnya, terlihat wajahnya kecewa berat dengan wanita yang masih berdiri di hadapannya.


"Jangan bohong Lina, kapan kamu menikah. Kalau kamu sudah menikah pasti saya tahu kabar tersebut!" cecar Wahyu.


Inilah bagian yang sulit Lina ungkapkan, tidak mungkin dia bilang telah menikah dengan Andre, yang ada dianggap pembohongan publik.


“Mas Wahyu, hubungan kita sudah lama berlalu dan itu salah walau sesaat......ingat itu!”


“Ya ampun Mitha, mami di lamar Pak Wahyu.....gak salah nih!” bisik Susi yang berada di meja yang sama dengan Lina.


Semua karyawan perusahaan Nugraha yang berada di restoran tersebut, terkejut saat Lina menyatakan dirinya sudah menikah. Karena mereka tidak pernah di undang acara pernikahan Lina.


“Ini tidak bisa di biarkan!” Andre menepis cekalan tangan Faisal, dia bangkit dengan tatapan yang sangat menakutkan.


“LINA........ISTRI SAYA!” ujar tegas Andre yang tiba tiba sudah berdiri di samping Lina sambil merangkul pinggangnya, hadir di antara mereka berdua.


“Mohon perhatiannya sejenak untuk semua yang hadir di acara makan malam ini, saya ingin mengumumkan bahwasanya Lina Anggraini telah saya nikahi hampir 3 bulan yang lalu bukan sebagai istri kedua. Lina istri saya satu satunya. Dan di sini saya tegaskan Lina bukan simpanan saya tapi dia istri saya, dan bukan pelakor yang seperti kalian gosipkan selama ini!” tegas Andre, terpaksa malam ini mengumumkan pernikahannya di luar dari rencana.


Di tatapnya wajah istrinya, lalu mengecup bibir Lina di depan umum, semua yang hadir di acara makan malam tersebut terkejut luar biasa mendengar pernyataan CEO mereka. Bahwasanya pria yang menikahi Lina adalah CEO mereka.


Lina hanya bisa terdiam, tubuhnya seketika terasa lemas, lunglai terasa tenaganya hilang begitu saja.


Wahyu yang masih berdiri menatap Lina dan Andre merasa tidak percaya, Lina sudah berstatus istri atasannya sendiri. Bagaimana bisa Bosnya sendiri merebut wanita yang sangat di cintainya, yang selama ini ingin dia nikahi tapi selalu menolaknya.

__ADS_1


“Saya minta mulai detik ini Anda menjaga jarak dengan istri saya. Semoga Anda memahaminya!” tegas Andre dengan menahan gejolak emosinya terhadap rivalnya.


“Selamat atas pernikahannya Lin, Pak Andre,” hanya kata itu yang keluar dari mulut Wahyu yang terasa kelu, tampak kedua netra Wahyu berkaca-kaca. Dia terpaksa menerima kekalahannya, walau hati kecilnya belum menerima kenyataannya. Dia telat melamar Lina. Dengan rasa kecewa Wahyu undur diri dari hadapan mereka berdua. Hati Wahyu tiba-tiba terasa sakit, semua harapannya musnah seketika, impian untuk membangun rumah tangga dengan Lina  telah  hancur lebur.


Andre masih merangkul pinggang Lina “Daddy.....mami kok berasa lemas ya!” ucap lirihnya yang masih terlihat shock. Lamaran dari Wahyu sungguh membuat dia terkejut, tidak bisa di ungkapkan lagi perasaannya. Di tambah suaminya mengumumkan pernikahan mereka di depan umum.


“Sayang, kita balik ke kamar ya!” ujar Andre, dengan eratnya merangkul pinggang istrinya.


Baru mau melangkah, seketika Lina sudah tak sadarkan diri lagi, sudah tak kuat menahan rasa lemasnya. Dengan sigapnya Andre mengendong istrinya la bridal style menuju kamarnya.


Mitha, Faisal sudah standby di belakang mereka, dan mengikutinya. Bersamaan dokter yang memang sudah standby selama acara raker.


Andre bisa merasakan istrinya terguncang saat ini, pria yang pernah mengisi hatinya tiba tiba saja melamarnya di depan orang banyak. Apalagi Andre yang sedari tadi menahan emosi, untungnya kali ini sedikit bisa di tahannya.


Dengan hati-hati dia membaringkan Lina di atas ranjang, lalu melepaskan sepatu high heels.


Dokter dengan sigapnya memeriksa kondisi Lina “tensinya sangat rendah, ini yang menyebabkan istri Pak Andre pingsan!”


“Iya.....istri saya punya riwayat darah rendah!” ujar Andre.


“Saya akan berikan suntik vitamin, dan saran saya .....istri Pak Andre jangan terlalu capek dulu!” saran Dokter.


“Baik Dokter.”


Sang dokter menyuntikkan vitamin di salah satu tangan Lina, lalu mengeluarkan beberapa obat obatan yang telah di siapkan di tas kerjanya.


“Pak Andre, ini teh manis hangat untuk mami,” ucap Mitha yang baru saja masuk membawa nampan.


“Terima kasih Mitha, tolong kamu jaga mami dulu sebentar. Saya ada keperluan!”


“Baik Pak,” Mitha langsung duduk di tepi ranjang, mulai memberikan minyak angin ke beberapa bagian tubuh Lina.


“Faisal, ikut saya ke ruangan kerja!”

__ADS_1


Faisal menganggukkan kepalanya, dan mengikuti langkah kaki bosnya.


__ADS_2