
“Faisal, malam ini sinergi dengan panitia raker. Persiapkan acara buat besok pagi!” titah Andre saat mereka sudah berada di ruang kerja Andre.
“Ini juga kamu segera beritahukan ke pihak perusahaan Barlian untuk putus kontrak kerja sama. Dan kirim karyawan kita untuk penyelidikan dana perusahaan yang telah mereka terima!” Andre menyodorkan berkas laporan perusahaan Barlian.
“Tapi kita harus jaga-jaga dari sikap Dina nanti Pak Bos!” Faisal masih ingat bagaimana Dina punya sifat nekat, dan berharap tidak terulang lagi.
“Itu sudah saya pikirkan!” jawab Andre.
“Lalu bagaimana dengan Wahyu, Pak Bos mau ambil tindakkan juga. Yang sudah berani melamar Bu Bos?" tanya Faisal.
“Wahyu tidak salah, karena tidak tahu Lina sudah menikah. Tapi nanti saya pikirkan lagi kelanjutannya, jika dia berani mendekati istri saya!” tegas Andre.
“Ya sudah Faisal malam ini sudah cukup, kamu langsung kerjakan. Saya mau kembali ke kamar.”
Malam ini terasa penat gara gara melihat dengan kepala mata sendiri, istrinya di lamar pria lain. Ini bisa jadi kenangan yang tak terlupakan selama hidupnya.
“Siap Pak Bos, hampir lupa kembang tujuh rupanya sudah ada di kamar Pak Bos."
“Thanks Faisal.”
🌹🌹
Lina terlihat sudah siuman, sekarang dia sedang menyesap teh manis hangatnya sambil menyandarkan dirinya di headbord ranjang.
“Mih....are you OK!”
“Oke ......Mitha, hanya masih shock aja!” Lina memaksakan dirinya untuk tersenyum.
“Gue juga ikutan shock melihatnya Mih.......benar-benar sebuah kejutan besar!”
“Iya Mitha, benar benar sebuah kejutan. Dan yang menambah diriku terkejut, mas Wahyu sudah berpisah dengan istrinya, gue takut salah satu alasan berpisahnya mereka karena gue.....!” Lina agak menundukkan kepalanya mengingat kembali kejadian tadi.
“Selama ini mami sama Pak Wahyu tidak ada hubungan juga kan, hanya sama-sama karyawan Nugraha! Segala keputusan Pak Wahyu itu, dia yang memutuskan.....jadi tidak usah menduga berpisah karena mami!”
“Tapi------!” terhenti sejenak ucapan Lina, sedikit menghela napasnya.
“Kejadian ini di luar dugaan, hati seseorang tidak bisa kita atur Mitha.....baik dia suka atau benci dengan kita, begitu juga dengan hati mas Wahyu yang ternyata masih mencintaiku. Semuanya sudah terlambat, dia datang saat waktu yang tidak tepat!”
“Jadi mami menyesal setelah menolak Pak Wahyu!”
“Tidak, saya tidak menyesal Mitha menolak mas Wahyu-----,” kembali merenung.
“Sudah ada suami yang mencintaiku, sedingin dan seacuhnya diriku, tetap Pak Andre selalu mengejarku. Ini waktunya saya membuka hati untuk suamiku dan belajar mencintainya, menyayanginya sepenuh hati, tapi jika Pak Andre membuat hatiku terluka, maka saya akan benar benar meninggalkannya!” ucap lirihnya.
__ADS_1
“Untung tadi Pak Bos tidak mengamuk, tadi sempat harap harap cemas lihat muka Pak Bos udah gak mengenakkan!” ungkap Mitha.
Lina menganggukkan kepalanya.
Andre yang masih berdiri dekat pintu kamar, matanya mulai berkaca-kaca mendengar ucapan istrinya.
Sayang......daddy janji tidak akan membuat mami terluka. Terima kasih mau menerima daddy.
“Pak Bos memang kelihatan banget jatuh cinta sama mami. Untung sekarang mami udah sadar, kalau enggak Pak Bos lama-lama pasti jenuh juga mengejar mami!”
“Dan akhirnya semua teman kita sekantor sudah tahu status mami sekarang!” lanjut Mitha.
“Iya Mitha, gue lagi mikir besok akan seperti apa!”
“Ehmmm.....” gumam Andre, masuk ke kamarnya.
“Kalau begitu gue permisi dulu ya, suami loe ada di sini,” ucap pelan Mitha.
“Oke, makasih ya udah temeni. Met istirahat ya.”
“Oke.” Mitha meninggalkan Lina dan Andre.
Andre melepas jasnya dan menaruhnya di sembarang tempat.
“Mami sudah enakkan?” tanya Andre ikut menyandarkan dirinya di samping Lina.
Salah satu tangan Andre merangkul bahu Lina, dan mulai mendekapnya.
“Terima kasih sayang, malam ini mami sudah berkata jujur telah menikah. Dan maafkan Daddy baru mengumumkan pernikahan kita, nanti daddy akan segera mengurus resepsi pernikahan kita!”
Lina hanya bisa menganggukkan kepalanya.
“Dan Daddy harap tidak ada lagi pria yang melamar mami, ini untuk terakhir kali Daddy melihatnya sendiri. Mami punya daddy Andre seorang!” tegas Andre, dibalut rasa cemburu.
“Iya Dad!”
“Emmm.....mami mau makan sate kambing gak? Katanya bagus buat yang punya darah rendah!” tawar Andre.
“Gak mau Dad, mami gak suka.....pengen muntah kalau cium bau perengusnya.”
“Tapi daddy mau makan sate kambing, biar hot mih!” goda Andre, ingin mencairkan suasana bersama Lina.
“Idih......!” Lina merasa jijik.
__ADS_1
“Daddy mandi dulu ngih, udah bau tuh badannya!” ejek Lina, padahal aroma suaminya begitu wangi tidak ada aroma tidak sedap.
“Iya malam ini daddy mandi kembang, awas kalau mami nolak daddy lagi nanti!”
Bulu kuduk Lina tiba-tiba merinding, otaknya mulai traveling kemana-mana.
Tanpa rasa malu Andre membuka semua pakaian yang melekat di tubuhnya di depan Lina, hanya menyisakan boxer yang masih menempel di bagian pinggang ke bawah.
Dengan santainya Andre mengambil plastik hitam yang berisikan kembang tujuh rupa di atas meja sofa.
“Mami mau ikut ke kamar mandi gak? Biar mami yakin daddy mandi pakai kembang tujuh rupa nih!” ajak Andre yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.
“Ya......tunggu!” Lina beranjak dari ranjangnya, jalan pelan-pelan karena kepalanya masih berasa pusing. Andre segera menghampiri dan memapah tubuh istrinya menuju kamar mandi.
Andre mulai mengisi air bathup, lalu menaburkan semua kembang ke dalam bathup. Lina pun ikutan menuangkan sabun cair sampai isinya habis.
“Astaga mami, banyak amat nuangin sabun cairnya, gak mesti sampai 1 botol juga dong Mih!”
Lina hanya nyengir aja ke suaminya.”Biar tambah bersih!”
“Dah sana daddy mandi keburu larut malam!” pinta Lina, reflek Andre membuka boxernya di depan Lina.
“Ya ampun Daddy....cepet masuk ke bathup!” Lina langsung menutup kedua matanya.
Andre tersenyum nakal, kalau gak ingat istrinya habis pingsan. Mungkin dia sudah menarik Lina ikut masuk ke dalam bathup, sekalian mandi bareng.
“Kenapa pakai tutup mata sayang, nanti mami bakal ngerasaiin kok!” goda Andre.
Dari pada suaminya tambah messum, buru buru Lina keluar dari kamar mandi. Andre hanya bisa terkekeh.
“Duh jantung gue mau copot rasanya!” gumam Lina sambil meraba dadanya.
20 menit kemudian Andre telah menyelesaikan mandinya.
“Lok kok di tinggal tidur sih!” netranya melihat Lina sudah berganti bajunya dengan daster dan sudah memejamkan matanya di atas ranjang.
Andre buru-buru menggunakan boxernya, tanpa memakai baju dan celana pendek, Andre ikut berbaring dan masuk ke dalam selimut.
“Sayang, kok daddy di tinggalin tidur!” rajuk Andre, di raih tubuh Lina agar lebih dekat dengannya.
“Abis minum obat sakit kepala dad, jadi ngantuk banget!” jawab Lina tanpa membuka matanya.
“Daddy minta sedikit ya mih?”
__ADS_1
“Minta apa?” Lina membuka sedikit matanya yang terasa berat.
“Minta ini sayang....” Andre menempelkan bibirnya ke bibir Lina, pelan namun pasti dia mulai mengulum bibir sexy istrinya. Menyesapnya bagian atas lalu bagian bawah, melu-matnya penuh hasrat.